<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wah, Bank Hati-hati Terima Dana Politikus</title><description>Adanya indikasi pencucian dana (money laundering) dalam  pada produk nasabah prioritas ataupun praktik pembobolan yang terjadi  belakangan ini, membuat perbankan menjadi lebih berhati-hati dalam  menerima nasabah yang dianggap sebagai policial expose person. </description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/05/26/320/461484/wah-bank-hati-hati-terima-dana-politikus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/05/26/320/461484/wah-bank-hati-hati-terima-dana-politikus"/><item><title>Wah, Bank Hati-hati Terima Dana Politikus</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/05/26/320/461484/wah-bank-hati-hati-terima-dana-politikus</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/05/26/320/461484/wah-bank-hati-hati-terima-dana-politikus</guid><pubDate>Kamis 26 Mei 2011 19:26 WIB</pubDate><dc:creator>Erichson Sihotang </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/26/320/461484/3vvldZ86Ce.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/26/320/461484/3vvldZ86Ce.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Adanya indikasi pencucian dana (money laundering) dalam pada produk nasabah prioritas ataupun praktik pembobolan yang terjadi belakangan ini, membuat perbankan menjadi lebih berhati-hati dalam menerima nasabah yang dianggap sebagai policial expose person.Direktur Retail Banking PT ANZ Panin Bank Anthony Soewandy mengaku, dari evaluasi terhadap penghentian sementara produk wealth management selama sebulan, pihaknya mengaku lebih berhati-hati menerima dana nasabah yang berasal dari kalangan politisi atau yang terlibat dalam pemerintahan (policial expose person). Hal ini sesuai dengan prinsip Know Your Customer (KYC) yang menjadi isu penting untuk mengetahui profil nasabah.&quot;Evaluasi itu kan termasuk memeriksa KYC, kita jadi lebih aware terhadap political expose person ini karena untuk menghindari adanya money laundering. Bahkan kita harus minta persetujuan kepada direktur kepatuhan sebelum diambil jadi nasabah,&quot; ungkapnya usai Seminar Pembobolan Dana Nasabah Bank dan Celah Kriminal Priority Banking, di Jakarta, Kamis (26/5/2011).Dia menjelaskan, Bank Indonesia (BI) meminta untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap layanan wealth management, yaitu setidaknya 75 persen dari total portofolio layanan tersebut. Dari hasil evaluasi tersebut, sejauh ini dirinya mengaku ANZ-Panin sudah memenuhi semua aturan (comply) dan SOP dalam pelaksanaan operasionalnya. &quot;Audit dan evaluasinya sudah berjalan 3/4 nya,&quot; ujarnyaMenurut dia, dalam audit tersebut perseroan bahkan dibantu pusat usahanya yaitu grup internal audit dari Australia dan New Zealand. ANZ Panin Bank sendiri memiliki 28 cabang, dengan total portofolio sekitar Rp20 triliun dengan 33.000 nasaabah. Dia menuturkan, untuk menjadi nasabah priority setiap nasabah setidaknya memiliki dana minimum sebesar Rp500 juta, sementara untuk wealth management saldo minimunnya sebesar Rp25 juta.&amp;ldquo;Kita memang main di segmen priority, tapi perlu diingat wealth management itu bukan segmentasi tapi tata kelola dana nasabah. Sehingga yang Rp100 juta pun itu termasuk nasabah wealth management kita,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Adanya indikasi pencucian dana (money laundering) dalam pada produk nasabah prioritas ataupun praktik pembobolan yang terjadi belakangan ini, membuat perbankan menjadi lebih berhati-hati dalam menerima nasabah yang dianggap sebagai policial expose person.Direktur Retail Banking PT ANZ Panin Bank Anthony Soewandy mengaku, dari evaluasi terhadap penghentian sementara produk wealth management selama sebulan, pihaknya mengaku lebih berhati-hati menerima dana nasabah yang berasal dari kalangan politisi atau yang terlibat dalam pemerintahan (policial expose person). Hal ini sesuai dengan prinsip Know Your Customer (KYC) yang menjadi isu penting untuk mengetahui profil nasabah.&quot;Evaluasi itu kan termasuk memeriksa KYC, kita jadi lebih aware terhadap political expose person ini karena untuk menghindari adanya money laundering. Bahkan kita harus minta persetujuan kepada direktur kepatuhan sebelum diambil jadi nasabah,&quot; ungkapnya usai Seminar Pembobolan Dana Nasabah Bank dan Celah Kriminal Priority Banking, di Jakarta, Kamis (26/5/2011).Dia menjelaskan, Bank Indonesia (BI) meminta untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap layanan wealth management, yaitu setidaknya 75 persen dari total portofolio layanan tersebut. Dari hasil evaluasi tersebut, sejauh ini dirinya mengaku ANZ-Panin sudah memenuhi semua aturan (comply) dan SOP dalam pelaksanaan operasionalnya. &quot;Audit dan evaluasinya sudah berjalan 3/4 nya,&quot; ujarnyaMenurut dia, dalam audit tersebut perseroan bahkan dibantu pusat usahanya yaitu grup internal audit dari Australia dan New Zealand. ANZ Panin Bank sendiri memiliki 28 cabang, dengan total portofolio sekitar Rp20 triliun dengan 33.000 nasaabah. Dia menuturkan, untuk menjadi nasabah priority setiap nasabah setidaknya memiliki dana minimum sebesar Rp500 juta, sementara untuk wealth management saldo minimunnya sebesar Rp25 juta.&amp;ldquo;Kita memang main di segmen priority, tapi perlu diingat wealth management itu bukan segmentasi tapi tata kelola dana nasabah. Sehingga yang Rp100 juta pun itu termasuk nasabah wealth management kita,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
