<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Imbas Larangan Ekspor, Harga Daging Sapi Belum Naik</title><description>Kementerian Perdagangan (Kemendag) menuturkan sampai saat ini belum ada kenaikan harga daging sapi di pasaran sebagai imbas dari ancaman Australia untuk menghentikan ekspor sapinya ke Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/06/06/320/465074/imbas-larangan-ekspor-harga-daging-sapi-belum-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/06/06/320/465074/imbas-larangan-ekspor-harga-daging-sapi-belum-naik"/><item><title>Imbas Larangan Ekspor, Harga Daging Sapi Belum Naik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/06/06/320/465074/imbas-larangan-ekspor-harga-daging-sapi-belum-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/06/06/320/465074/imbas-larangan-ekspor-harga-daging-sapi-belum-naik</guid><pubDate>Senin 06 Juni 2011 16:41 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/06/06/320/465074/lcqUAguTx3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi Foto: okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/06/06/320/465074/lcqUAguTx3.jpg</image><title>ilustrasi Foto: okezone</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menuturkan sampai saat ini belum ada kenaikan harga daging sapi di pasaran sebagai imbas dari ancaman Australia untuk menghentikan ekspor sapinya ke Indonesia.&quot;Pantauan kami, harga daging sapi dari Januari-Maret masih stabil. Impact dari penghentian pengiriman ini kami belum bisa memastikan,&quot; ujar Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Gunaryo ketika ditemui wartawan saat mendampingi Mendag, saat konferensi pers, di Jakarta, Senin (6/6/2011).Dia juga menyatakan bahwa stok daging sapi di pasaran saat ini masih diambil dari pasokan sapi-sapi lokal seperti dari Belawan. &quot;Kita ambil dari sapi-sapi lokal sampai tiga bulan mendatang saya pikir masih aman. Pokoknya nanti yang penting saat Lebaran sudah aman,&quot; yakinnya.Selama tiga bulan ini, dia juga memastikan bahwa pihaknya akan melakukan pelatihan dan pengawasan insentif terhadap 12 Rumah Potong Hewan (RPH) yang diduga melakukan penyiksaan terhadap sapi-sapi impor dari Australia.Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah kelompok hak asasi hewan di Australia mendokumentasikan video tentang perlakuan sadis RPH di Indonesia dalam memperlakukan sapinya saat disembelih.Perlakuan buruk ini&amp;nbsp; seperti dicukil matanya, ditumpuk dalam penyembelihannya sehingga melanggar hak asasi makhluk hidup dan tidak halal.Hal ini menuai kecaman berbagai pihak di Australia sehingga pemerintah Australia mengancam akan menghentikan pasokan sapi Australia ke Indonesia. Ke-12 RPH yang melanggar ketentuan ini diantaranya RPH Mabar di Medan, RPH Bayur Tangerang, RPH Herman Lampung, RPH gonrong Tangerang, Zidin Karo di Sumatera Utara, Tani Asli Deli di Deli Serdang Binjai Sumut, Mataram NTB, Taliwang Sumbawa, Bubulak Bogor, Depok dan Zbeef Lampung.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menuturkan sampai saat ini belum ada kenaikan harga daging sapi di pasaran sebagai imbas dari ancaman Australia untuk menghentikan ekspor sapinya ke Indonesia.&quot;Pantauan kami, harga daging sapi dari Januari-Maret masih stabil. Impact dari penghentian pengiriman ini kami belum bisa memastikan,&quot; ujar Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Gunaryo ketika ditemui wartawan saat mendampingi Mendag, saat konferensi pers, di Jakarta, Senin (6/6/2011).Dia juga menyatakan bahwa stok daging sapi di pasaran saat ini masih diambil dari pasokan sapi-sapi lokal seperti dari Belawan. &quot;Kita ambil dari sapi-sapi lokal sampai tiga bulan mendatang saya pikir masih aman. Pokoknya nanti yang penting saat Lebaran sudah aman,&quot; yakinnya.Selama tiga bulan ini, dia juga memastikan bahwa pihaknya akan melakukan pelatihan dan pengawasan insentif terhadap 12 Rumah Potong Hewan (RPH) yang diduga melakukan penyiksaan terhadap sapi-sapi impor dari Australia.Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah kelompok hak asasi hewan di Australia mendokumentasikan video tentang perlakuan sadis RPH di Indonesia dalam memperlakukan sapinya saat disembelih.Perlakuan buruk ini&amp;nbsp; seperti dicukil matanya, ditumpuk dalam penyembelihannya sehingga melanggar hak asasi makhluk hidup dan tidak halal.Hal ini menuai kecaman berbagai pihak di Australia sehingga pemerintah Australia mengancam akan menghentikan pasokan sapi Australia ke Indonesia. Ke-12 RPH yang melanggar ketentuan ini diantaranya RPH Mabar di Medan, RPH Bayur Tangerang, RPH Herman Lampung, RPH gonrong Tangerang, Zidin Karo di Sumatera Utara, Tani Asli Deli di Deli Serdang Binjai Sumut, Mataram NTB, Taliwang Sumbawa, Bubulak Bogor, Depok dan Zbeef Lampung.</content:encoded></item></channel></rss>
