<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Stok Pangan Bertambah 5,809 Juta Ton di Juni</title><description>Pemerintah menargetkan produksi pangan bulan Juni ini akan bertambah sebanyak 5,809 juta ton.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/06/09/320/466153/stok-pangan-bertambah-5-809-juta-ton-di-juni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/06/09/320/466153/stok-pangan-bertambah-5-809-juta-ton-di-juni"/><item><title>Stok Pangan Bertambah 5,809 Juta Ton di Juni</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/06/09/320/466153/stok-pangan-bertambah-5-809-juta-ton-di-juni</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/06/09/320/466153/stok-pangan-bertambah-5-809-juta-ton-di-juni</guid><pubDate>Kamis 09 Juni 2011 07:31 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/06/09/320/466153/GE9nblY5Er.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/06/09/320/466153/GE9nblY5Er.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menargetkan produksi pangan bulan Juni ini akan bertambah sebanyak 5,809 juta ton. Selain itu, pemerintah memastikan pasokan pangan aman dan bukan&amp;nbsp; menjadi&amp;nbsp; pemicu inflasi di bulan pascapanen raya ini.Menko Perekonomian Hatta Rajassa memastikan bulan ini ketersediaan pangan&amp;nbsp; masih aman. &amp;ldquo;Kita belum membahas soal impor, karena sejauh ini laporan dari kementerian pertanian masih sesuai dengan target produksi kita,&amp;rdquo; ujar Hatta di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta.Hatta menekankan yang terpenting disini adalah pasokan pangan tidak terganggu. &amp;rdquo;Karena kita telah mempunyai komite pengawasan inflasi daerah, dan tugas mereka membenahi jika terjadi ada hambatan, mereka terus melaporkan itu&amp;nbsp; jika distribusi suplai terganggu, dan apabila masih ada keganjilan&amp;nbsp; maka akan dilakukan operasi pasar,&amp;rdquo; tutur Hatta.Hatta juga menambahkan masalah lain yang perlu diwaspadai adalah masalah cuaca yang semakin tak menentu. &amp;ldquo;Ancaman iklim kan selalu ada kan, oleh karena itu dua hal, yang kita lakukan, satu, memenuhi kebutuhan dan ke dua stabilitasi harga,&quot; tukasnya.Menanggapi hal tersebut, Direktur Serealia Kementerian Pertanian Dading Permana mengatakan Kementerian Pertanian memastikan stok pangan setelah bulan Mei ini tetap aman. &amp;ldquo;Berdasarkan target atau standing corps bulan Juni ini akan ada tambahan 5,809 juta ton gabah kering giling (GKG), &amp;rdquo; katanya kala di hubungi di Jakarta.Dading menjelaskan, produksi pangan sampai dengan Mei lalu mencapai 37.686.217 ton. &amp;ldquo;Pencapaian itu lebih besar dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama,&amp;rdquo; imbuhnya.Dading menegaskan, dari sektor pangan tidak ada yang perlu ditakutkan ada kelangkaan pangan. &amp;ldquo;Kami sudah jauh-jauh hari mengatisipasi akan terjadinya inflasi dari sektor pangan, yaitu dengan menanam tanaman pangan lebih awal yaitu pada bulan Maret lalu,&amp;rdquo; papar dia.Jikapun terjadi kenaikan harga pangan bulan ini, kata dia, bukan karena kelangkaan pangan lebih dari sektor perdagangan. &amp;ldquo;Seperti pendistribusian dan penyerapan Bulog yang harus dimaksimalkan sehingga gudang Bulog cukup akan persediannya,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menargetkan produksi pangan bulan Juni ini akan bertambah sebanyak 5,809 juta ton. Selain itu, pemerintah memastikan pasokan pangan aman dan bukan&amp;nbsp; menjadi&amp;nbsp; pemicu inflasi di bulan pascapanen raya ini.Menko Perekonomian Hatta Rajassa memastikan bulan ini ketersediaan pangan&amp;nbsp; masih aman. &amp;ldquo;Kita belum membahas soal impor, karena sejauh ini laporan dari kementerian pertanian masih sesuai dengan target produksi kita,&amp;rdquo; ujar Hatta di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta.Hatta menekankan yang terpenting disini adalah pasokan pangan tidak terganggu. &amp;rdquo;Karena kita telah mempunyai komite pengawasan inflasi daerah, dan tugas mereka membenahi jika terjadi ada hambatan, mereka terus melaporkan itu&amp;nbsp; jika distribusi suplai terganggu, dan apabila masih ada keganjilan&amp;nbsp; maka akan dilakukan operasi pasar,&amp;rdquo; tutur Hatta.Hatta juga menambahkan masalah lain yang perlu diwaspadai adalah masalah cuaca yang semakin tak menentu. &amp;ldquo;Ancaman iklim kan selalu ada kan, oleh karena itu dua hal, yang kita lakukan, satu, memenuhi kebutuhan dan ke dua stabilitasi harga,&quot; tukasnya.Menanggapi hal tersebut, Direktur Serealia Kementerian Pertanian Dading Permana mengatakan Kementerian Pertanian memastikan stok pangan setelah bulan Mei ini tetap aman. &amp;ldquo;Berdasarkan target atau standing corps bulan Juni ini akan ada tambahan 5,809 juta ton gabah kering giling (GKG), &amp;rdquo; katanya kala di hubungi di Jakarta.Dading menjelaskan, produksi pangan sampai dengan Mei lalu mencapai 37.686.217 ton. &amp;ldquo;Pencapaian itu lebih besar dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama,&amp;rdquo; imbuhnya.Dading menegaskan, dari sektor pangan tidak ada yang perlu ditakutkan ada kelangkaan pangan. &amp;ldquo;Kami sudah jauh-jauh hari mengatisipasi akan terjadinya inflasi dari sektor pangan, yaitu dengan menanam tanaman pangan lebih awal yaitu pada bulan Maret lalu,&amp;rdquo; papar dia.Jikapun terjadi kenaikan harga pangan bulan ini, kata dia, bukan karena kelangkaan pangan lebih dari sektor perdagangan. &amp;ldquo;Seperti pendistribusian dan penyerapan Bulog yang harus dimaksimalkan sehingga gudang Bulog cukup akan persediannya,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
