<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;WEF Usai, Saatnya RI Lakukan Aksi Nyata&quot;</title><description>Setelah menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Economic Forum (WEF), sekarang adalah saatnya Indonesia untuk melakukan serangkaian aksi nyata untuk membangun perekonomian dalam negeri agar dapat bersaing secara global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/06/14/320/468017/wef-usai-saatnya-ri-lakukan-aksi-nyata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/06/14/320/468017/wef-usai-saatnya-ri-lakukan-aksi-nyata"/><item><title>&quot;WEF Usai, Saatnya RI Lakukan Aksi Nyata&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/06/14/320/468017/wef-usai-saatnya-ri-lakukan-aksi-nyata</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/06/14/320/468017/wef-usai-saatnya-ri-lakukan-aksi-nyata</guid><pubDate>Selasa 14 Juni 2011 08:47 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/06/14/320/468017/zPclU0lCO4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi Foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/06/14/320/468017/zPclU0lCO4.jpg</image><title>ilustrasi Foto: Koran SI</title></images><description>JAKARTA- Setelah menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Economic Forum (WEF), sekarang adalah saatnya Indonesia untuk melakukan serangkaian aksi nyata untuk membangun perekonomian dalam negeri agar dapat bersaing secara global.&quot;Indonesia harus dapat menjadikan agenda ini sebagai ajang promosi agar dunia tahu apa potensi Indonesia. Forum ini dihadiri oleh berbagai pihak, tidak hanya pengambil kebijakan saja, tetapi juga akademisi, pengusaha, dan LSM kelas dunia&quot; ujar Peneliti LIPI Latief Adam ketika dihubungi okezone Selasa (14/06/2011)Kemarin, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu juga menyatakan bahwa dampak networking dari acara ini begitu besar.&quot;Saya sangat kewalahan meladeni permintaan mereka untuk mengadakan perjanjian bilateral setelah acara ini. Saat makan, saat istirahat, bahkan saat jalan dan&amp;nbsp; bertemu di koridor mereka mengatakan keinginan positif mereka pada perekonomian Indonesia,&quot; ujar Mari.Badan Kerjasama Penanaman Modal (BKPM) juga sudah mencatat sederet investor dari berbagai negara yang telah bersedia untuk menanamkan modalnya di Indonesia yang nilainya tidak sedikit.&quot;Mereka takjub dengan keadaan kita, di dunia internasional, biasanya mereka hanya tahu Indonesia itu rusuh, orang-orang bakar ban mobil, dan sebagainya, tetapi gambaran itu tidak terbukti waktu mereka datang ke sini. Mereka tau kita sudah konsen untuk memberantas korupsi, HAM, perubahan iklim, dan pembangunan infrastruktur,&quot; papar Ketua BKPM Gita Wiryawan.Meski begitu, sejumlah pekerjaan rumah besar tertinggal pascamegahnya penyelenggaraan WEF. Beberapa pengamat ekonomi mencatat pembangunan infrastruktur menjadi langkah besar yang harus dilakukan pemerintah. Selain itu, tax intensif, peningkatan daya saing produk, peningkatan nilai tambah produk, penurunan emisi karbon, kelaparan dan kemiskinan serta kemajuan UKM menjadi hal yang harus dicermati pemerintah agar Indonesia dapat bersaing secara global.Hari ini, Direktur Jenderal World Trade Organization (WTO) Pascal Lamy akan memberikan memorial lecture. Hal ini akan membuat gegap gempita penyelenggaraan WEF ditutup sempurna sebagai sebuah pembelajaran menyeluruh bagi ekonomi Indonesia ke depan.</description><content:encoded>JAKARTA- Setelah menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Economic Forum (WEF), sekarang adalah saatnya Indonesia untuk melakukan serangkaian aksi nyata untuk membangun perekonomian dalam negeri agar dapat bersaing secara global.&quot;Indonesia harus dapat menjadikan agenda ini sebagai ajang promosi agar dunia tahu apa potensi Indonesia. Forum ini dihadiri oleh berbagai pihak, tidak hanya pengambil kebijakan saja, tetapi juga akademisi, pengusaha, dan LSM kelas dunia&quot; ujar Peneliti LIPI Latief Adam ketika dihubungi okezone Selasa (14/06/2011)Kemarin, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu juga menyatakan bahwa dampak networking dari acara ini begitu besar.&quot;Saya sangat kewalahan meladeni permintaan mereka untuk mengadakan perjanjian bilateral setelah acara ini. Saat makan, saat istirahat, bahkan saat jalan dan&amp;nbsp; bertemu di koridor mereka mengatakan keinginan positif mereka pada perekonomian Indonesia,&quot; ujar Mari.Badan Kerjasama Penanaman Modal (BKPM) juga sudah mencatat sederet investor dari berbagai negara yang telah bersedia untuk menanamkan modalnya di Indonesia yang nilainya tidak sedikit.&quot;Mereka takjub dengan keadaan kita, di dunia internasional, biasanya mereka hanya tahu Indonesia itu rusuh, orang-orang bakar ban mobil, dan sebagainya, tetapi gambaran itu tidak terbukti waktu mereka datang ke sini. Mereka tau kita sudah konsen untuk memberantas korupsi, HAM, perubahan iklim, dan pembangunan infrastruktur,&quot; papar Ketua BKPM Gita Wiryawan.Meski begitu, sejumlah pekerjaan rumah besar tertinggal pascamegahnya penyelenggaraan WEF. Beberapa pengamat ekonomi mencatat pembangunan infrastruktur menjadi langkah besar yang harus dilakukan pemerintah. Selain itu, tax intensif, peningkatan daya saing produk, peningkatan nilai tambah produk, penurunan emisi karbon, kelaparan dan kemiskinan serta kemajuan UKM menjadi hal yang harus dicermati pemerintah agar Indonesia dapat bersaing secara global.Hari ini, Direktur Jenderal World Trade Organization (WTO) Pascal Lamy akan memberikan memorial lecture. Hal ini akan membuat gegap gempita penyelenggaraan WEF ditutup sempurna sebagai sebuah pembelajaran menyeluruh bagi ekonomi Indonesia ke depan.</content:encoded></item></channel></rss>
