<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;230 Perusahaan Swasta Butuh Pasokan Gas&quot;</title><description>Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah segera  membangun terminal LNG agar gas domestik tidak diekspor dan dapat  dipergunakan untuk kebutuhan domestik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/06/30/320/474442/230-perusahaan-swasta-butuh-pasokan-gas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/06/30/320/474442/230-perusahaan-swasta-butuh-pasokan-gas"/><item><title>&quot;230 Perusahaan Swasta Butuh Pasokan Gas&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/06/30/320/474442/230-perusahaan-swasta-butuh-pasokan-gas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/06/30/320/474442/230-perusahaan-swasta-butuh-pasokan-gas</guid><pubDate>Kamis 30 Juni 2011 17:09 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Rifai</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/06/30/320/474442/1yRy4CPzxh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Apindo Sofjan Wanandi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/06/30/320/474442/1yRy4CPzxh.jpg</image><title>Ketua Apindo Sofjan Wanandi</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah segera membangun terminal LNG agar gas domestik tidak diekspor dan dapat dipergunakan untuk kebutuhan domestik.&quot;Gas kita banyak ekspor, kita lagi renegosiasi agar gas kita di peruntukan untuk dalam negeri seperti kebutuhan PLN,&quot; ujar Ketua Apindo Sofyan Wanandi saat ditanyai wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (30/6/2011).Sofyan menjelaskan, saat ini pemerintah menjanjikan pembangunan terminal LNG akan selesai pada akhir tahun 2012, untuk di wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Timur. Selain untuk memenuhi kebutahan gas PLN, pihaknya mengingatkan pemerintah kalau saat ini ada sekitar 230 perusahaan swasta yang membutuhkan dan perlu tambahan pasokan gas.&quot;Jangan lupakan swasta, kita juga perlu gas, kita butuh dan perlu tambahan gas untuk 230 industri swasta,&quot; ujarnya.Menurutnya, jika gas diperuntukan untuk domestik, PLN tidak akan menaikan tarif dasar listrik (TDL) tinggi-tinggi, dan dengan begitu penghematan subsidi listrik juga akan terselamatkan. Untuk mengatasi kekurangan pasokan gas dari dalam negeri, pihaknya tidak memungkiri jika kebutuhan pasokan gas perusahaan swasta saat ini didapat dari impor. &quot;Saat ini impor saja dulu dari Australia,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah segera membangun terminal LNG agar gas domestik tidak diekspor dan dapat dipergunakan untuk kebutuhan domestik.&quot;Gas kita banyak ekspor, kita lagi renegosiasi agar gas kita di peruntukan untuk dalam negeri seperti kebutuhan PLN,&quot; ujar Ketua Apindo Sofyan Wanandi saat ditanyai wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (30/6/2011).Sofyan menjelaskan, saat ini pemerintah menjanjikan pembangunan terminal LNG akan selesai pada akhir tahun 2012, untuk di wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Timur. Selain untuk memenuhi kebutahan gas PLN, pihaknya mengingatkan pemerintah kalau saat ini ada sekitar 230 perusahaan swasta yang membutuhkan dan perlu tambahan pasokan gas.&quot;Jangan lupakan swasta, kita juga perlu gas, kita butuh dan perlu tambahan gas untuk 230 industri swasta,&quot; ujarnya.Menurutnya, jika gas diperuntukan untuk domestik, PLN tidak akan menaikan tarif dasar listrik (TDL) tinggi-tinggi, dan dengan begitu penghematan subsidi listrik juga akan terselamatkan. Untuk mengatasi kekurangan pasokan gas dari dalam negeri, pihaknya tidak memungkiri jika kebutuhan pasokan gas perusahaan swasta saat ini didapat dari impor. &quot;Saat ini impor saja dulu dari Australia,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
