<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Hampir 50% Penduduk Indonesia Miskin&quot;</title><description>Angka kemiskinan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak menunjukan fenomena yang terjadi di masyarakat alias semu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/07/04/20/475487/hampir-50-penduduk-indonesia-miskin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/07/04/20/475487/hampir-50-penduduk-indonesia-miskin"/><item><title>&quot;Hampir 50% Penduduk Indonesia Miskin&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/07/04/20/475487/hampir-50-penduduk-indonesia-miskin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/07/04/20/475487/hampir-50-penduduk-indonesia-miskin</guid><pubDate>Senin 04 Juli 2011 09:29 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/07/04/20/475487/pz1O70j3e3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/07/04/20/475487/pz1O70j3e3.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Angka kemiskinan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak menunjukan fenomena yang terjadi di masyarakat.&quot;Angka kemiskinan kurang menunjukan fenomena yang terjadi di masyarakat atau dapat dikatakan semu,&quot; kata Anggota Komisi XI DPR Arief Budimanta dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (4/7/2011).Sebelumnya, BPS melansir jumlah penduduk miskin, atau penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan di Indonesia pada Maret 2011 mencapai 30,02 juta&amp;nbsp; orang&amp;nbsp; (12,49 persen), turun 1,00 juta&amp;nbsp; orang&amp;nbsp; (0,84&amp;nbsp; persen) dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2010 yang&amp;nbsp;sebesar 31,02 juta&amp;nbsp; orang&amp;nbsp; (13,33&amp;nbsp; persen).Tapi, Arief menjelaskan garis kemiskinan yang digunakan sangat rendah yakni hanya sebesar Rp254.016 untuk kota dan Rp213.395 untuk desa serta Rp233.740 untuk kota dan desa. &quot;Sehingga jika menggunakan standar Bank Dunia yakni USD2 per hari maka hampir 50 persen penduduk Indonesia masuk ke dalam kategori miskin,&quot; tegasnya.Selain itu tidak disebutkan jumlah penduduk yang berada sedikit di atas garis kemiskinan (hampir miskin) yang berpotensi besar untuk menjadi miskin apabila ada kebijakan yang kurang tepat.&quot;Jumlah penduduk miskin di daerah pedesaan juga masih relative tinggi dibandingkan dengan daerah perkotaan. Sehingga dapat dikatakan pembangunan masih bias kota,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Angka kemiskinan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak menunjukan fenomena yang terjadi di masyarakat.&quot;Angka kemiskinan kurang menunjukan fenomena yang terjadi di masyarakat atau dapat dikatakan semu,&quot; kata Anggota Komisi XI DPR Arief Budimanta dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (4/7/2011).Sebelumnya, BPS melansir jumlah penduduk miskin, atau penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan di Indonesia pada Maret 2011 mencapai 30,02 juta&amp;nbsp; orang&amp;nbsp; (12,49 persen), turun 1,00 juta&amp;nbsp; orang&amp;nbsp; (0,84&amp;nbsp; persen) dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2010 yang&amp;nbsp;sebesar 31,02 juta&amp;nbsp; orang&amp;nbsp; (13,33&amp;nbsp; persen).Tapi, Arief menjelaskan garis kemiskinan yang digunakan sangat rendah yakni hanya sebesar Rp254.016 untuk kota dan Rp213.395 untuk desa serta Rp233.740 untuk kota dan desa. &quot;Sehingga jika menggunakan standar Bank Dunia yakni USD2 per hari maka hampir 50 persen penduduk Indonesia masuk ke dalam kategori miskin,&quot; tegasnya.Selain itu tidak disebutkan jumlah penduduk yang berada sedikit di atas garis kemiskinan (hampir miskin) yang berpotensi besar untuk menjadi miskin apabila ada kebijakan yang kurang tepat.&quot;Jumlah penduduk miskin di daerah pedesaan juga masih relative tinggi dibandingkan dengan daerah perkotaan. Sehingga dapat dikatakan pembangunan masih bias kota,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
