<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Krisis Pangan Masih Ancam Indonesia</title><description>Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) memperkirakan krisis pangan  akan terus mengancam Indonesia. Pasalnya, berbagai sektor tidak  mendukung industri pertanian. Contohnya, sektor perbankan yang belum  bersahabat dengan pertanian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/07/08/320/477271/krisis-pangan-masih-ancam-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/07/08/320/477271/krisis-pangan-masih-ancam-indonesia"/><item><title>Krisis Pangan Masih Ancam Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/07/08/320/477271/krisis-pangan-masih-ancam-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/07/08/320/477271/krisis-pangan-masih-ancam-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 08 Juli 2011 07:14 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Sinaga </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/07/07/320/477271/vo3NZOMgeF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/07/07/320/477271/vo3NZOMgeF.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Koran SI</title></images><description>JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) memperkirakan krisis pangan akan terus mengancam Indonesia. Pasalnya, berbagai sektor tidak mendukung industri pertanian. Contohnya, sektor perbankan yang belum bersahabat dengan pertanian.&quot;Sekarang, kalau kita ke bank sebagai pengusaha yang bergerak dibidang pertanian selalu ditolak,&amp;rdquo; ujar Ketua Bidang Pertanian dan Agribisnis BPP Hipmi, Yulizar Azhar, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (8/7/2011).Yulizar mengatakan, kesalahan ini tidak sepenuhnya dari perbankan. Dia melihat ketidakjelasan implementasi kebijakan pertanian membuat risiko kredit perbankan masih terlihat tinggi. Padahal kebutuhan pangan nasional meningkat tajam setiap tahun.&amp;ldquo;Seharusnya investasi di pertanian itu menarik sebab kebutuhan pangan dan harganya terus melonjak. Tapi mengapa paradok seperti ini, karena implementasi kebijakan itu tidak ada,&amp;rdquo; ujar Yulizar.&amp;nbsp; Berdasarkan data Hipmi Research Center mengungkapkan, porsi dan ekspansi kredit pertanian sangat kurang dibandingkan dengan industi lainnya. Porsi kredit pertanian hanya sebesar lima persen dari total kredit industri perbankan.&amp;ldquo;Pertumbuhan kredit pertanian cenderung mendatar,&amp;rdquo; pungkas Yulizar.</description><content:encoded>JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) memperkirakan krisis pangan akan terus mengancam Indonesia. Pasalnya, berbagai sektor tidak mendukung industri pertanian. Contohnya, sektor perbankan yang belum bersahabat dengan pertanian.&quot;Sekarang, kalau kita ke bank sebagai pengusaha yang bergerak dibidang pertanian selalu ditolak,&amp;rdquo; ujar Ketua Bidang Pertanian dan Agribisnis BPP Hipmi, Yulizar Azhar, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (8/7/2011).Yulizar mengatakan, kesalahan ini tidak sepenuhnya dari perbankan. Dia melihat ketidakjelasan implementasi kebijakan pertanian membuat risiko kredit perbankan masih terlihat tinggi. Padahal kebutuhan pangan nasional meningkat tajam setiap tahun.&amp;ldquo;Seharusnya investasi di pertanian itu menarik sebab kebutuhan pangan dan harganya terus melonjak. Tapi mengapa paradok seperti ini, karena implementasi kebijakan itu tidak ada,&amp;rdquo; ujar Yulizar.&amp;nbsp; Berdasarkan data Hipmi Research Center mengungkapkan, porsi dan ekspansi kredit pertanian sangat kurang dibandingkan dengan industi lainnya. Porsi kredit pertanian hanya sebesar lima persen dari total kredit industri perbankan.&amp;ldquo;Pertumbuhan kredit pertanian cenderung mendatar,&amp;rdquo; pungkas Yulizar.</content:encoded></item></channel></rss>
