<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antisipasi Kenaikan BBM, Bank Jabar Negosiasi dengan Kreditur</title><description>Bagi pihak perbankan, kenaikan harga BBM ternyata dikhawatirkan akan  berpengaruh. Salah satunya yakni PT BPD Jabar Banten Tbk (BJB) cabang  Depok yang sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi  kemungkinan kenaikan harga BBM.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/07/14/320/479635/antisipasi-kenaikan-bbm-bank-jabar-negosiasi-dengan-kreditur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/07/14/320/479635/antisipasi-kenaikan-bbm-bank-jabar-negosiasi-dengan-kreditur"/><item><title>Antisipasi Kenaikan BBM, Bank Jabar Negosiasi dengan Kreditur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/07/14/320/479635/antisipasi-kenaikan-bbm-bank-jabar-negosiasi-dengan-kreditur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/07/14/320/479635/antisipasi-kenaikan-bbm-bank-jabar-negosiasi-dengan-kreditur</guid><pubDate>Kamis 14 Juli 2011 09:33 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/07/14/320/479635/OhVF4VonFV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/07/14/320/479635/OhVF4VonFV.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>DEPOK - Hingga kini pemerintah masih gamang untuk memutuskan kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Sementara banyak kalangan termasuk mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai kenaikan harga BBM harus segera direalisasikan untuk mengatasi beban APBN yang membengkak menanggung subsidi.Bagi pihak perbankan, kenaikan harga BBM ternyata dikhawatirkan akan berpengaruh. Salah satunya yakni PT BPD Jabar Banten Tbk (BJB) cabang Depok yang sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan kenaikan harga BBM.Kepala cabang BJB Depok Wawan Indrawan mengatakan kenaikan harga BBM dikhawatirkan akan berpengaruh pada kemampuan daya beli masyarakat. Apalagi jika berdampak pada pengusaha yang dibiayai atau diberikan modal oleh BJB.&amp;ldquo;Ini sudah jadi pemikiran bagi kami, kenaikan harga BBM khawatir akan mempengaruhi pengusaha yang meminjam modal kepada kami, omzetnya menurun lalu pembayaran tak lancar kepada kami,&amp;rdquo; tuturnya kepada wartawan, Kamis (14/7/2011).Namun, kata Wawan, pihak perbankan mengaku tetap harus siap menghadapi kebijakan pemerintah tersebut. Pihaknya sudah mulai mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga BBM dengan bernegosiasi bersama kreditur.&amp;ldquo;Kami berperan memberi solusi dan bantuan pemikiran kalau hal ini sampai terjadi, jangan sampai pembayaran tak lancar kepada kami,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>DEPOK - Hingga kini pemerintah masih gamang untuk memutuskan kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Sementara banyak kalangan termasuk mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai kenaikan harga BBM harus segera direalisasikan untuk mengatasi beban APBN yang membengkak menanggung subsidi.Bagi pihak perbankan, kenaikan harga BBM ternyata dikhawatirkan akan berpengaruh. Salah satunya yakni PT BPD Jabar Banten Tbk (BJB) cabang Depok yang sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan kenaikan harga BBM.Kepala cabang BJB Depok Wawan Indrawan mengatakan kenaikan harga BBM dikhawatirkan akan berpengaruh pada kemampuan daya beli masyarakat. Apalagi jika berdampak pada pengusaha yang dibiayai atau diberikan modal oleh BJB.&amp;ldquo;Ini sudah jadi pemikiran bagi kami, kenaikan harga BBM khawatir akan mempengaruhi pengusaha yang meminjam modal kepada kami, omzetnya menurun lalu pembayaran tak lancar kepada kami,&amp;rdquo; tuturnya kepada wartawan, Kamis (14/7/2011).Namun, kata Wawan, pihak perbankan mengaku tetap harus siap menghadapi kebijakan pemerintah tersebut. Pihaknya sudah mulai mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga BBM dengan bernegosiasi bersama kreditur.&amp;ldquo;Kami berperan memberi solusi dan bantuan pemikiran kalau hal ini sampai terjadi, jangan sampai pembayaran tak lancar kepada kami,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
