<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Krisis AS &amp; Eropa Tak Bakal Pengaruhi Perkembangan Syariah</title><description>Perlambatan ekonomi di negara maju nampaknya tidak akan berpengaruh pada  perkembangan perekonomian bisnis syariah. Alasannya karena syariah  banyak bergerak pada usaha kecil dan menengah (UKM).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/07/18/320/481059/krisis-as-eropa-tak-bakal-pengaruhi-perkembangan-syariah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/07/18/320/481059/krisis-as-eropa-tak-bakal-pengaruhi-perkembangan-syariah"/><item><title>Krisis AS &amp; Eropa Tak Bakal Pengaruhi Perkembangan Syariah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/07/18/320/481059/krisis-as-eropa-tak-bakal-pengaruhi-perkembangan-syariah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/07/18/320/481059/krisis-as-eropa-tak-bakal-pengaruhi-perkembangan-syariah</guid><pubDate>Senin 18 Juli 2011 12:29 WIB</pubDate><dc:creator>Idris Rusadi Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/07/18/320/481059/sBE8hzsXoC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/07/18/320/481059/sBE8hzsXoC.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Perlambatan ekonomi di negara maju nampaknya tidak akan berpengaruh pada perkembangan perekonomian bisnis syariah. Alasannya karena syariah banyak bergerak pada usaha kecil dan menengah (UKM).Hal ini diungkapkan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution dalam acara permbukaan Joint High Level Confrence on Islamic Finance di Hotel Shangri La, Jakarta, Senin (18/7/2011).&quot;Rencana ke depan, sebetulnya perlambatan ekonomi karena apa yang terjadi di AS, maupun eropa dan bahkan mungkin di China, akan berpengaruh kepasar kita di Asean, Akan tetapi di indonesia pembiayaan syariah lebih pada usaha kecil dan menengah yang akan bertahan menghadapi krisis ini,&quot; jelas Darmin.Oleh karena itu menurut Darmin Indonesia bisa belajar dari Malaysia untuk mengembangkan industri syariah ini.&quot;Malaysia sebetulnya sudah bergerak lebih dahulu. Pemerintah Malaysia juga memberi peranan yang sangat aktif di dalam pengambangan Islamic Finance ini. Sedangkan kita di Indonesia, kita lebih banyak mengandalkan kegiatan itu dari masyarakat, market driven,&quot; jelasnya.Dan juga diadakannya confrence di Shangri La pada hari ini Darmin juga berharap ada kolaborasi pembiayaan antara perbankan syariah RI dan Malaysia, serta untuk meningkatkan kualitas industri syariah di Indonesia.&quot;Tujuan seminar atau konferensi ini adalah bagiamana supaya ada sinergi, ada kolaborasi antara pembiayaan atau perbankan syariah di RI dan Malaysia. Bagaimanapun juga kerja sama itu selain akan meningkatkan kualiti dari pembiayaan syariah, bisa juga memperluas pasar dan kerja sama regional selanjutnya,&quot; tambahnya.&quot;Kita juga ingin mengharapkan bahwa konferensi ini juga bisa berbicara mengenai hal hal yang lebih teknis syariah, yaitu masih ada perbedaan cara pandang, cara melihat, atau sikap dalam produk-produk tertentu di antara prinsip syariah yang dilihat dari sudut pandang para ulama di RI dan apa yang sudah berjalan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Perlambatan ekonomi di negara maju nampaknya tidak akan berpengaruh pada perkembangan perekonomian bisnis syariah. Alasannya karena syariah banyak bergerak pada usaha kecil dan menengah (UKM).Hal ini diungkapkan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution dalam acara permbukaan Joint High Level Confrence on Islamic Finance di Hotel Shangri La, Jakarta, Senin (18/7/2011).&quot;Rencana ke depan, sebetulnya perlambatan ekonomi karena apa yang terjadi di AS, maupun eropa dan bahkan mungkin di China, akan berpengaruh kepasar kita di Asean, Akan tetapi di indonesia pembiayaan syariah lebih pada usaha kecil dan menengah yang akan bertahan menghadapi krisis ini,&quot; jelas Darmin.Oleh karena itu menurut Darmin Indonesia bisa belajar dari Malaysia untuk mengembangkan industri syariah ini.&quot;Malaysia sebetulnya sudah bergerak lebih dahulu. Pemerintah Malaysia juga memberi peranan yang sangat aktif di dalam pengambangan Islamic Finance ini. Sedangkan kita di Indonesia, kita lebih banyak mengandalkan kegiatan itu dari masyarakat, market driven,&quot; jelasnya.Dan juga diadakannya confrence di Shangri La pada hari ini Darmin juga berharap ada kolaborasi pembiayaan antara perbankan syariah RI dan Malaysia, serta untuk meningkatkan kualitas industri syariah di Indonesia.&quot;Tujuan seminar atau konferensi ini adalah bagiamana supaya ada sinergi, ada kolaborasi antara pembiayaan atau perbankan syariah di RI dan Malaysia. Bagaimanapun juga kerja sama itu selain akan meningkatkan kualiti dari pembiayaan syariah, bisa juga memperluas pasar dan kerja sama regional selanjutnya,&quot; tambahnya.&quot;Kita juga ingin mengharapkan bahwa konferensi ini juga bisa berbicara mengenai hal hal yang lebih teknis syariah, yaitu masih ada perbedaan cara pandang, cara melihat, atau sikap dalam produk-produk tertentu di antara prinsip syariah yang dilihat dari sudut pandang para ulama di RI dan apa yang sudah berjalan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
