<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sektor Properti Terhambat, Kredit BTN Dibawah Rata-Rata</title><description>Pertumbuhan Kredit PT Bank Tabungan Negara Tbk pada triwulan II 2011 tergolong rendah, pasalnya pertumbuhan kredit bank plat merah ini dibawah rata rata pertumbuhan kredit industri. </description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/07/20/320/482249/sektor-properti-terhambat-kredit-btn-dibawah-rata-rata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/07/20/320/482249/sektor-properti-terhambat-kredit-btn-dibawah-rata-rata"/><item><title>Sektor Properti Terhambat, Kredit BTN Dibawah Rata-Rata</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/07/20/320/482249/sektor-properti-terhambat-kredit-btn-dibawah-rata-rata</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/07/20/320/482249/sektor-properti-terhambat-kredit-btn-dibawah-rata-rata</guid><pubDate>Rabu 20 Juli 2011 19:26 WIB</pubDate><dc:creator>Idris Rusadi Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/07/20/320/482249/DmvwckMmGW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi Foto: Tangguh Putra/okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/07/20/320/482249/DmvwckMmGW.jpg</image><title>ilustrasi Foto: Tangguh Putra/okezone</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan Kredit PT Bank Tabungan Negara Tbk pada triwulan II 2011 tergolong rendah, pasalnya pertumbuhan kredit bank plat merah ini dibawah rata rata pertumbuhan kredit industri. Direktur Utama BTN Iqbal Latandro menjelaskan rendahnya penyaluran kredit ini karena hambatan dalam industri properti.Hinggal akhir Juni 2011 ini, BTN mencatatkan penyaluran kredit hingga Rp56,49 triliun, atau naik sekira 21,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Hal ini jauh dari pertumbuhan rata-rata kredit industri perbankan yang tumbuh sampai 23,4 persen ada triwulan II tahun kelinci ini.&quot;Portofolio kredit kami 89,5 persen berhubungan dengan perumahan dan sisanya 10,5 persen tidak berhubungan dengan perumahan, jadi pertumbuhan kredit sangat bergantung terhadap industri property,&quot; ungkap Iqbal dalam ketika publik ekspose paparan kinerja BTN Triwulan II 2011 di Jakarta, Rabu (20/7/2011).Penurunan properti ini dijelaskan Iqbal disebabkan pungutan Bea Perolehan Hak Atas dan Bangunan (BPHTB) &quot;Banyak daerah yang tidak bisa menyelesaikan BPHTB karena belum ada jual pasti,&quot; jelasnya.Kemudian dia menambahkan kendala lainnya adalah susahnya mencari blanko akad jual beli (AJB) yang dibutuhkan. &quot;Blanko AJB habis dibeberapa tempat, sehingga notaris tidak bisa melakukan pengikatan jual beli rumah,&quot; pungkasnyaWalaupun demikian Iqbal membantah kalau pertumbuhan kredit BTN dibawah kinerja industri perbankan karena menurut iqbal pertumbuhan year on year industri juga mengalami perlambatan pada triwulan II 2011 ini.&amp;nbsp; &quot;Menurut data yang kami peroleh, angka pertumbuhan kredit industri dibawah 20 persen,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan Kredit PT Bank Tabungan Negara Tbk pada triwulan II 2011 tergolong rendah, pasalnya pertumbuhan kredit bank plat merah ini dibawah rata rata pertumbuhan kredit industri. Direktur Utama BTN Iqbal Latandro menjelaskan rendahnya penyaluran kredit ini karena hambatan dalam industri properti.Hinggal akhir Juni 2011 ini, BTN mencatatkan penyaluran kredit hingga Rp56,49 triliun, atau naik sekira 21,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Hal ini jauh dari pertumbuhan rata-rata kredit industri perbankan yang tumbuh sampai 23,4 persen ada triwulan II tahun kelinci ini.&quot;Portofolio kredit kami 89,5 persen berhubungan dengan perumahan dan sisanya 10,5 persen tidak berhubungan dengan perumahan, jadi pertumbuhan kredit sangat bergantung terhadap industri property,&quot; ungkap Iqbal dalam ketika publik ekspose paparan kinerja BTN Triwulan II 2011 di Jakarta, Rabu (20/7/2011).Penurunan properti ini dijelaskan Iqbal disebabkan pungutan Bea Perolehan Hak Atas dan Bangunan (BPHTB) &quot;Banyak daerah yang tidak bisa menyelesaikan BPHTB karena belum ada jual pasti,&quot; jelasnya.Kemudian dia menambahkan kendala lainnya adalah susahnya mencari blanko akad jual beli (AJB) yang dibutuhkan. &quot;Blanko AJB habis dibeberapa tempat, sehingga notaris tidak bisa melakukan pengikatan jual beli rumah,&quot; pungkasnyaWalaupun demikian Iqbal membantah kalau pertumbuhan kredit BTN dibawah kinerja industri perbankan karena menurut iqbal pertumbuhan year on year industri juga mengalami perlambatan pada triwulan II 2011 ini.&amp;nbsp; &quot;Menurut data yang kami peroleh, angka pertumbuhan kredit industri dibawah 20 persen,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
