<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Angka Defisit Threshold RI-China Belum Disepakati</title><description> Pemerintah tak jua menemukan titik temu angka defisit threshold perdagangan dengan China. Padahal, dengan threshold tersebut sebagai acuan, pemerintah bisa menekan defisit perdagangan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/07/21/320/482622/angka-defisit-threshold-ri-china-belum-disepakati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/07/21/320/482622/angka-defisit-threshold-ri-china-belum-disepakati"/><item><title>Angka Defisit Threshold RI-China Belum Disepakati</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/07/21/320/482622/angka-defisit-threshold-ri-china-belum-disepakati</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/07/21/320/482622/angka-defisit-threshold-ri-china-belum-disepakati</guid><pubDate>Kamis 21 Juli 2011 16:32 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/07/21/320/482622/i5qo1XzBLc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Kalkulator</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/07/21/320/482622/i5qo1XzBLc.jpg</image><title>Ilustrasi: Kalkulator</title></images><description>BANDUNG - Pemerintah tak jua menemukan titik temu angka defisit threshold perdagangan dengan China. Padahal, dengan threshold tersebut sebagai acuan, pemerintah bisa menekan defisit perdagangan.&quot;Itu sebagai tidak lanjut MoU kita untuk meningkatkan volume perdagangan,&quot; ujar Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawadi kala ditemui di Hotel Grand Preanger, Bandung, Kamis (21/7/2011).Dia menjelaskan saat ini besaran defisit threshold masih disusun oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, yang terpenting menurut Edy Putra adalah tanggapan threshold itu. &quot;Kita tidak menginginkan suatu upaya, artinya defisit langsung dilarang. Misalnya langsung melakukan pembatasan ekspor, tidak (seperti itu),&quot; sambung dia.Intinya, kata dia, adalah bagaimana sistem tersebut dapat merubah suatu defisit menjadi surplus. &quot;Seperti mendag bilang, bagaimana meningkatkan. Jadi sifatnya benar-benar friendly trade,&quot; papar Edy.Dicontohkannya, jika ada kelebihan USD200 juta dari batas defisit threshold sebesar USD2 miliar, maka USD200 juta tersebut harus di kompensasi. &quot;Jadi kita punya list yang jelas, untuk kompensasi defisit,&quot; ungkap Edy.Adapun kompensasi yang harus diberkian, tak muluk hanya berupa pembiayaan. Namun juga dengan rekomendasi untuk diajukan ke negara lain sebagai bagian dari penguatan daya saing. &quot;Jadi tidak (akan) menghambat dan (bisa) menghindari perang dagang,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>BANDUNG - Pemerintah tak jua menemukan titik temu angka defisit threshold perdagangan dengan China. Padahal, dengan threshold tersebut sebagai acuan, pemerintah bisa menekan defisit perdagangan.&quot;Itu sebagai tidak lanjut MoU kita untuk meningkatkan volume perdagangan,&quot; ujar Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawadi kala ditemui di Hotel Grand Preanger, Bandung, Kamis (21/7/2011).Dia menjelaskan saat ini besaran defisit threshold masih disusun oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, yang terpenting menurut Edy Putra adalah tanggapan threshold itu. &quot;Kita tidak menginginkan suatu upaya, artinya defisit langsung dilarang. Misalnya langsung melakukan pembatasan ekspor, tidak (seperti itu),&quot; sambung dia.Intinya, kata dia, adalah bagaimana sistem tersebut dapat merubah suatu defisit menjadi surplus. &quot;Seperti mendag bilang, bagaimana meningkatkan. Jadi sifatnya benar-benar friendly trade,&quot; papar Edy.Dicontohkannya, jika ada kelebihan USD200 juta dari batas defisit threshold sebesar USD2 miliar, maka USD200 juta tersebut harus di kompensasi. &quot;Jadi kita punya list yang jelas, untuk kompensasi defisit,&quot; ungkap Edy.Adapun kompensasi yang harus diberkian, tak muluk hanya berupa pembiayaan. Namun juga dengan rekomendasi untuk diajukan ke negara lain sebagai bagian dari penguatan daya saing. &quot;Jadi tidak (akan) menghambat dan (bisa) menghindari perang dagang,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
