<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mentan Endus Adanya Penimbunan Beras di Tegal</title><description>Menteri Pertanian Suswono mengaku heran dengan adanya pemilik gudang  beras yang tidak mempunyai akses pada gudang berasnya. Menurutnya, hal  ini menunjukan adanya indikasi penimbunan beras.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/02/320/487152/mentan-endus-adanya-penimbunan-beras-di-tegal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/08/02/320/487152/mentan-endus-adanya-penimbunan-beras-di-tegal"/><item><title>Mentan Endus Adanya Penimbunan Beras di Tegal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/02/320/487152/mentan-endus-adanya-penimbunan-beras-di-tegal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/08/02/320/487152/mentan-endus-adanya-penimbunan-beras-di-tegal</guid><pubDate>Selasa 02 Agustus 2011 12:52 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/02/320/487152/Ejks4KRp5f.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/02/320/487152/Ejks4KRp5f.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pertanian Suswono mengaku heran dengan adanya pemilik gudang beras yang tidak mempunyai akses pada gudang berasnya. Menurutnya, hal ini menunjukan adanya indikasi penimbunan beras.Suswono menuturkan, saat melakukan peninjauan di Suradadi, Tegal, ada pemilik gudang beras yang tidak mau membuka gudang berasnya dengan alasan tidak memiliki kunci gudangnya.&quot;Saya memang sengaja (meninjaunya) hari minggu (karena) tidak ada aktifitas, tidak ada penggilingan hari itu, kuncinya dibawa oleh petugas gudang yang saya kira tidak pada tempatnya, masa seorang pemilik tidak bisa menggunakan (gudangnya),&quot; ungkapnya di kantor Menko Perekonomian Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (2/8/2011).Hal ini, diungkpakannya menanggapi adanya laporan mengenai penimbunan beras di lebih dari 10 titik gudang-gudang berkapasitas tidak kurang dari 5.000 ton per gudangnya.&quot;Saya dapat data itu tapi baru satu yang saya cek, ternyata dia enggak mau membuka gudang. Saya sudah mengimbau kepada para pelaku usaha khususnya pedagang janganlah memanfaatkan situasi Ramadan ataupun hari raya untuk meneguk keuntungan sebesar-besarnya,&quot; tutur dia.Dengan adanya kepentingan mengeruk keuntungan semata, maka dipastikan pemerintah akan mengambil tindakan lewat oknum yang berwajib. &quot;Saya kira sudah mengarah untuk menagguk keuntungan yang sebesar-besarnya seprti itu, saya kira pemerintah tidak tinggal diam, pasti ada penindakan, dan saya rasa kewajiban polisi daerah di situ,&quot; jelas Suswono.Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan penimbunan tersebut harus dicek kembali. &quot;Apakah itu bermaksud untuk lakukan penimbunan atau penyimpanan dalam konteks mengalir seperti perdagangan, tapi kalau ada niat untuk timbun agar harga lebih tinggi itu harus ditindak, itu tidak boleh, harus mengalir,&quot; tegas Hatta.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pertanian Suswono mengaku heran dengan adanya pemilik gudang beras yang tidak mempunyai akses pada gudang berasnya. Menurutnya, hal ini menunjukan adanya indikasi penimbunan beras.Suswono menuturkan, saat melakukan peninjauan di Suradadi, Tegal, ada pemilik gudang beras yang tidak mau membuka gudang berasnya dengan alasan tidak memiliki kunci gudangnya.&quot;Saya memang sengaja (meninjaunya) hari minggu (karena) tidak ada aktifitas, tidak ada penggilingan hari itu, kuncinya dibawa oleh petugas gudang yang saya kira tidak pada tempatnya, masa seorang pemilik tidak bisa menggunakan (gudangnya),&quot; ungkapnya di kantor Menko Perekonomian Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (2/8/2011).Hal ini, diungkpakannya menanggapi adanya laporan mengenai penimbunan beras di lebih dari 10 titik gudang-gudang berkapasitas tidak kurang dari 5.000 ton per gudangnya.&quot;Saya dapat data itu tapi baru satu yang saya cek, ternyata dia enggak mau membuka gudang. Saya sudah mengimbau kepada para pelaku usaha khususnya pedagang janganlah memanfaatkan situasi Ramadan ataupun hari raya untuk meneguk keuntungan sebesar-besarnya,&quot; tutur dia.Dengan adanya kepentingan mengeruk keuntungan semata, maka dipastikan pemerintah akan mengambil tindakan lewat oknum yang berwajib. &quot;Saya kira sudah mengarah untuk menagguk keuntungan yang sebesar-besarnya seprti itu, saya kira pemerintah tidak tinggal diam, pasti ada penindakan, dan saya rasa kewajiban polisi daerah di situ,&quot; jelas Suswono.Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan penimbunan tersebut harus dicek kembali. &quot;Apakah itu bermaksud untuk lakukan penimbunan atau penyimpanan dalam konteks mengalir seperti perdagangan, tapi kalau ada niat untuk timbun agar harga lebih tinggi itu harus ditindak, itu tidak boleh, harus mengalir,&quot; tegas Hatta.</content:encoded></item></channel></rss>
