<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Obligasi Global PLN USD2 Miliar Disetujui</title><description>Pemerintah menyatakan telah menyetujui Global Medium Term Note (GMTN) PLN senilai USD2 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/05/278/488485/obligasi-global-pln-usd2-miliar-disetujui</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/08/05/278/488485/obligasi-global-pln-usd2-miliar-disetujui"/><item><title>Obligasi Global PLN USD2 Miliar Disetujui</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/05/278/488485/obligasi-global-pln-usd2-miliar-disetujui</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/08/05/278/488485/obligasi-global-pln-usd2-miliar-disetujui</guid><pubDate>Jum'at 05 Agustus 2011 11:48 WIB</pubDate><dc:creator>Yuni Astutik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/05/278/488485/19DTQvvdSr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Mustafa Abubakar</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/05/278/488485/19DTQvvdSr.jpg</image><title>Menteri BUMN Mustafa Abubakar</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menyatakan telah menyetujui Global Medium Term Note (GMTN) PLN senilai USD2 miliar.&quot;Sudah saya tandatangani USD2 miliar Global Mid Term, menyusul Pertamina USD1,5 miliar. Kalau ini jalan totalnya USD3,5 miliar. Ini saya kira kesempatan bagus, di saat capital inflow sedang bagus-bagusnya kita tangkap,&quot; ungkap Menteri BUMN Mustafa Abubakar, saat ditemui dikantornya, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Jumat (5/8/2011).Mustafa juga menyatakan jika ingin mendorong BUMN lain untuk bisa seperti Pertamina dan PLN. &quot;Saya pun ingin mendorong banyak BUMN untuk bisa seperti ini. PTBA, PGN, termasuk bandara-bandara oleh Angkasa Pura, Kereta Api, Pelindo. Kita dorong terus,&quot; imbuhnya.Adapun tenor dari GMTN tersebut dikatakannya satu sampai lima tahun, berbeda dengan Pertamina yang jangka panjang. &quot;Ini mid term, beda dengan pertamina yang long term, ini satu sampai lima tahun. Kapannya belum tahu,&quot; jelasnya lagi.Direktur Utama PLN Dahlan Iskan menyatakan jika roadshow yang akan dilakukan terkait dengan GMTN tersebut di antara ke pusat keuangan. &quot;Ya rutin, ke pusat keuangan, Singapura, Hong Kong, London, New York dan Los Angeles,&quot; ungkapnya.Terakhir, Dahlan menyatakan jika dana yang diperoleh dari GMTN tersebut akan digunakan untuk capital expenditure (capex) atau belanja modal perusahaan. &quot;Untuk capex-lah, kalau opex kan dari pemerintah,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menyatakan telah menyetujui Global Medium Term Note (GMTN) PLN senilai USD2 miliar.&quot;Sudah saya tandatangani USD2 miliar Global Mid Term, menyusul Pertamina USD1,5 miliar. Kalau ini jalan totalnya USD3,5 miliar. Ini saya kira kesempatan bagus, di saat capital inflow sedang bagus-bagusnya kita tangkap,&quot; ungkap Menteri BUMN Mustafa Abubakar, saat ditemui dikantornya, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Jumat (5/8/2011).Mustafa juga menyatakan jika ingin mendorong BUMN lain untuk bisa seperti Pertamina dan PLN. &quot;Saya pun ingin mendorong banyak BUMN untuk bisa seperti ini. PTBA, PGN, termasuk bandara-bandara oleh Angkasa Pura, Kereta Api, Pelindo. Kita dorong terus,&quot; imbuhnya.Adapun tenor dari GMTN tersebut dikatakannya satu sampai lima tahun, berbeda dengan Pertamina yang jangka panjang. &quot;Ini mid term, beda dengan pertamina yang long term, ini satu sampai lima tahun. Kapannya belum tahu,&quot; jelasnya lagi.Direktur Utama PLN Dahlan Iskan menyatakan jika roadshow yang akan dilakukan terkait dengan GMTN tersebut di antara ke pusat keuangan. &quot;Ya rutin, ke pusat keuangan, Singapura, Hong Kong, London, New York dan Los Angeles,&quot; ungkapnya.Terakhir, Dahlan menyatakan jika dana yang diperoleh dari GMTN tersebut akan digunakan untuk capital expenditure (capex) atau belanja modal perusahaan. &quot;Untuk capex-lah, kalau opex kan dari pemerintah,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
