<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Didesak Periksa Label Furnitur</title><description> Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo)  meminta pemerintah memeriksa produk furnitur yang beredar di pasar dalam  negeri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/05/320/488634/pemerintah-didesak-periksa-label-furnitur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/08/05/320/488634/pemerintah-didesak-periksa-label-furnitur"/><item><title>Pemerintah Didesak Periksa Label Furnitur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/05/320/488634/pemerintah-didesak-periksa-label-furnitur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/08/05/320/488634/pemerintah-didesak-periksa-label-furnitur</guid><pubDate>Jum'at 05 Agustus 2011 15:40 WIB</pubDate><dc:creator>Sandra Karina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/05/320/488634/JrKDwXyQaR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/05/320/488634/JrKDwXyQaR.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) meminta pemerintah memeriksa produk furnitur yang beredar di pasar dalam negeri. Langkah itu dilakukan untuk memastikan sekaligus menjamin&amp;nbsp; asal produksi barang yang beredar apakah sesuai dengan label yang dikenakan.Ketua Umum Asmindo Ambar Tjahyono mengatakan, di China, terdapat produk asal Italia yang ternyata adalah produk asal China.&quot;Di China, ada kejadian produk furnitur DaVinci yang melabeli made in Italy. Garansi semua barang dari Italia. Harganya tujuh kali lipat produk Indonesia. Ternyata setelah diperiksa, barang itu diproduksi di pabrik di provinsi Guangdong. Perusahaan itu ngotot. Padahal, ada konsumen yang berbelanja sampai USD300 juta, produk furniturnya sudah rusak belum setahun,&quot; kata Ambar di Jakarta, Jumat (5/8/2011).Untuk itu, lanjutnya, kejadian itu harus menjadi contoh kasus yang harus diantisipasi oleh pemerintah. Pemerintah, lanjut dia, harus aktif dalam melakukan tindak perlindungan terhadap pasar dalam negeri. &quot;Untuk itu, kami akan merilis produk furnitur merek Asmindo. Produk lokal,&quot; ujar Ambar.Selain itu, lanjutnya, Asmindo dan para pelaku furnitur ASEAN akan membuat showroom bersama. &quot;Kita akan menyerbu pasar China. Kita bersama Asean konsentrasi ke sana. Karena, pasar Amerika Serikat (AS) dan Eropa saat ini sedang anjlok,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) meminta pemerintah memeriksa produk furnitur yang beredar di pasar dalam negeri. Langkah itu dilakukan untuk memastikan sekaligus menjamin&amp;nbsp; asal produksi barang yang beredar apakah sesuai dengan label yang dikenakan.Ketua Umum Asmindo Ambar Tjahyono mengatakan, di China, terdapat produk asal Italia yang ternyata adalah produk asal China.&quot;Di China, ada kejadian produk furnitur DaVinci yang melabeli made in Italy. Garansi semua barang dari Italia. Harganya tujuh kali lipat produk Indonesia. Ternyata setelah diperiksa, barang itu diproduksi di pabrik di provinsi Guangdong. Perusahaan itu ngotot. Padahal, ada konsumen yang berbelanja sampai USD300 juta, produk furniturnya sudah rusak belum setahun,&quot; kata Ambar di Jakarta, Jumat (5/8/2011).Untuk itu, lanjutnya, kejadian itu harus menjadi contoh kasus yang harus diantisipasi oleh pemerintah. Pemerintah, lanjut dia, harus aktif dalam melakukan tindak perlindungan terhadap pasar dalam negeri. &quot;Untuk itu, kami akan merilis produk furnitur merek Asmindo. Produk lokal,&quot; ujar Ambar.Selain itu, lanjutnya, Asmindo dan para pelaku furnitur ASEAN akan membuat showroom bersama. &quot;Kita akan menyerbu pasar China. Kita bersama Asean konsentrasi ke sana. Karena, pasar Amerika Serikat (AS) dan Eropa saat ini sedang anjlok,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
