<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Semester I, Industri Non-Migas Tumbuh 6,61%</title><description>Pada semester pertama tahun 2011 ini, pertumbuhan sektor pengolahan  industri non-migas mencapai 6,61 persen. Angka tersebut melebih angka  pertumbuhan ekonomi yakni 6,49 persen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/05/320/488761/semester-i-industri-non-migas-tumbuh-6-61</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/08/05/320/488761/semester-i-industri-non-migas-tumbuh-6-61"/><item><title>Semester I, Industri Non-Migas Tumbuh 6,61%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/05/320/488761/semester-i-industri-non-migas-tumbuh-6-61</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/08/05/320/488761/semester-i-industri-non-migas-tumbuh-6-61</guid><pubDate>Jum'at 05 Agustus 2011 19:07 WIB</pubDate><dc:creator>Rifa Nadia Nurfuadah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/05/320/488761/BqjRU1dqhJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/05/320/488761/BqjRU1dqhJ.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Pada semester pertama tahun 2011 ini, pertumbuhan sektor pengolahan industri non-migas mencapai 6,61 persen. Angka tersebut melebih angka pertumbuhan ekonomi yakni 6,49 persen.Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Dedi Mulyadi menyatakan, persentase tersebut setara dengan Rp144,75 triliun. &quot;Pertumbuhan pada triwulan II tahun ini meningkat secara signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni 5,12 persen,&quot;&amp;nbsp; kata Dedi di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (5/8/2011).Dedi mengklaim, prestasi sektor pengolahan industri non-migas ini didukung oleh pertumbuhan positif sembilan cabang industri non-migas. Pertumbuhan industri logam dasar, besi, dan baja, mencapai 15,48 persen.Industri makanan, minuman, dan tembakau menyumbang 9,34 persen; industri tekstil, barang kulit, dan alas kaki 8,03 persen; serta industri barang kayu dan hasil hutan lainnya 3,01 persen.&quot;Secara keseluruhan, hasil tersebut cukup menggembirakan karena pertumbuhan sektor industri barang kayu pada beberapa tahun sebelumnya bernilai negatif,&quot; ujar Dedi.Sektor perindustrian menyumbang 1,6 persen dari total 6,49 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jumlah tersebut sama dengan yang disumbangkan oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran.&quot;Sementara, sektor pengangkutan dan komunikasi menyumbang satu persen, serta sektor lainnya menyumbang di bawah satu persen pada pertumbuhan ekonomi kita,&quot; imbuhnya.Dedi menilai, untuk menjaga nilai pertumbuhan industri non-migas diperlukan iklim investasi yang kondusif dan meminimalkan biaya ekonomi tinggi melalui akselerasi pembangunan infrastruktur dan hilirisasi.</description><content:encoded>JAKARTA - Pada semester pertama tahun 2011 ini, pertumbuhan sektor pengolahan industri non-migas mencapai 6,61 persen. Angka tersebut melebih angka pertumbuhan ekonomi yakni 6,49 persen.Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Dedi Mulyadi menyatakan, persentase tersebut setara dengan Rp144,75 triliun. &quot;Pertumbuhan pada triwulan II tahun ini meningkat secara signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni 5,12 persen,&quot;&amp;nbsp; kata Dedi di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (5/8/2011).Dedi mengklaim, prestasi sektor pengolahan industri non-migas ini didukung oleh pertumbuhan positif sembilan cabang industri non-migas. Pertumbuhan industri logam dasar, besi, dan baja, mencapai 15,48 persen.Industri makanan, minuman, dan tembakau menyumbang 9,34 persen; industri tekstil, barang kulit, dan alas kaki 8,03 persen; serta industri barang kayu dan hasil hutan lainnya 3,01 persen.&quot;Secara keseluruhan, hasil tersebut cukup menggembirakan karena pertumbuhan sektor industri barang kayu pada beberapa tahun sebelumnya bernilai negatif,&quot; ujar Dedi.Sektor perindustrian menyumbang 1,6 persen dari total 6,49 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jumlah tersebut sama dengan yang disumbangkan oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran.&quot;Sementara, sektor pengangkutan dan komunikasi menyumbang satu persen, serta sektor lainnya menyumbang di bawah satu persen pada pertumbuhan ekonomi kita,&quot; imbuhnya.Dedi menilai, untuk menjaga nilai pertumbuhan industri non-migas diperlukan iklim investasi yang kondusif dan meminimalkan biaya ekonomi tinggi melalui akselerasi pembangunan infrastruktur dan hilirisasi.</content:encoded></item></channel></rss>
