<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Astra Credit Company Tak Soal DP Kredit Mobil Naik</title><description> Astra Credit Company (ACC) tidak khawatir dengan wacana kenaikan uang muka (down payment/DP) untuk kredit kendaraan (automotif) menjadi sekira 20-30 persen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/09/320/489750/astra-credit-company-tak-soal-dp-kredit-mobil-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/08/09/320/489750/astra-credit-company-tak-soal-dp-kredit-mobil-naik"/><item><title>Astra Credit Company Tak Soal DP Kredit Mobil Naik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/09/320/489750/astra-credit-company-tak-soal-dp-kredit-mobil-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/08/09/320/489750/astra-credit-company-tak-soal-dp-kredit-mobil-naik</guid><pubDate>Selasa 09 Agustus 2011 09:40 WIB</pubDate><dc:creator>Yuni Astutik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/09/320/489750/5xzx6NgWWe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ACC</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/09/320/489750/5xzx6NgWWe.jpg</image><title>ACC</title></images><description>JAKARTA - Astra Credit Company (ACC) tidak khawatir dengan wacana kenaikan uang muka (down payment/DP) untuk kredit kendaraan (automotif) menjadi sekira 20-30 persen.Risk Division Head ACC Handoko Liem menyatatakan jika DP untuk setiap mobil yang dijual dengan sistem kredit ada di kisaran 10-30 persen dari harga. &quot;Yang ideal itu DP kendaraan di berikan ke konsumen mulai dari 10-30 persen. Hal ini agar dapat meringankan konsumen dan tidak terbebani dengan jumlah DP yang besar,&quot; ungkap Risk Division Head ACC Handoko Liem saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Senin (8/8/2011) malam.Sementara itu, saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait dengan rencana Bank Indonesia (BI) yang akan menurunkan rasio kredit (loan to value) dengan cara menaikkan uang muka (DP) kredit automotif dirinya menyatakan akan mengikuti saja aturan yang berlaku jika hal tersebut diterapkan.&quot;Kita sih ikut saja, jika jadi dilakukan. Namun kita tidak khawatir, karena tidak terlalu berpengaruh buat kami,&quot; terangnya.&quot;Ini juga kan masih wacana BI. Kita ketahui, yang mengatur masalah pembiayaan kan Bapepam LK,&quot; imbuhnya.Rencana kenaikan uang muka tersebut dilakukan untuk mengendalikan penyaluran kredit konsumsi. Tujuannya tidak lain adalah agar penyaluran kredit tidak berbahaya dan untuk menghindari kredit macet.</description><content:encoded>JAKARTA - Astra Credit Company (ACC) tidak khawatir dengan wacana kenaikan uang muka (down payment/DP) untuk kredit kendaraan (automotif) menjadi sekira 20-30 persen.Risk Division Head ACC Handoko Liem menyatatakan jika DP untuk setiap mobil yang dijual dengan sistem kredit ada di kisaran 10-30 persen dari harga. &quot;Yang ideal itu DP kendaraan di berikan ke konsumen mulai dari 10-30 persen. Hal ini agar dapat meringankan konsumen dan tidak terbebani dengan jumlah DP yang besar,&quot; ungkap Risk Division Head ACC Handoko Liem saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Senin (8/8/2011) malam.Sementara itu, saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait dengan rencana Bank Indonesia (BI) yang akan menurunkan rasio kredit (loan to value) dengan cara menaikkan uang muka (DP) kredit automotif dirinya menyatakan akan mengikuti saja aturan yang berlaku jika hal tersebut diterapkan.&quot;Kita sih ikut saja, jika jadi dilakukan. Namun kita tidak khawatir, karena tidak terlalu berpengaruh buat kami,&quot; terangnya.&quot;Ini juga kan masih wacana BI. Kita ketahui, yang mengatur masalah pembiayaan kan Bapepam LK,&quot; imbuhnya.Rencana kenaikan uang muka tersebut dilakukan untuk mengendalikan penyaluran kredit konsumsi. Tujuannya tidak lain adalah agar penyaluran kredit tidak berbahaya dan untuk menghindari kredit macet.</content:encoded></item></channel></rss>
