<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AS Bergejolak, Rupiah ke USD Bisa Menguat</title><description>Bank Indonesia (BI) melihat gejolak perekonomian yang terjadi di Amerika  Serikat (AS). Meskipun begitu, pihaknya belum bisa memastikan seberapa  jauh nilai tukar rupiah terhadap dolar akan kembali menguat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/10/278/490572/as-bergejolak-rupiah-ke-usd-bisa-menguat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/08/10/278/490572/as-bergejolak-rupiah-ke-usd-bisa-menguat"/><item><title>AS Bergejolak, Rupiah ke USD Bisa Menguat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/10/278/490572/as-bergejolak-rupiah-ke-usd-bisa-menguat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/08/10/278/490572/as-bergejolak-rupiah-ke-usd-bisa-menguat</guid><pubDate>Rabu 10 Agustus 2011 19:28 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/10/278/490572/5VoQqBw6yD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/10/278/490572/5VoQqBw6yD.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: okezone</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melihat gejolak perekonomian yang terjadi di Amerika Serikat (AS). Meskipun begitu, pihaknya belum bisa memastikan seberapa jauh nilai tukar rupiah terhadap dolar akan kembali menguat.&quot;Gejolak masih ada, tapi kelihatannya mulai reda. Kalau melihat gejala di AS dan negara maju, kurang lebih (nilai tukar rupiah terhadap dolar AS) bisa menguat seperti bulan lalu,&quot; ungkap Gubernur BI Darmin Nasution ketika dijumpai di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (10/8/2011).Meskipun begitu, dia belum bisa memberikan angka pasti sampai berapa besaran penguatan rupiah terhadap dolar AS tersebut.&quot;Tentu saja tidak bisa menetapkan batas atas atau batas bawah. Kita lebih banyak bekerja saja, jangan sampai ada fluktuasi besar dan tajam,&quot; lanjut dia.Seperti diberitakan sebelumnya, Bank Indonesia (BI) akan terus memantau dan mencermati gejolak pasar finansial yang terjadi belakangan ini. Bank sentral bekerja sama dengan pemerintah akan mengambil langkah-langkah, jika diperlukan, untuk menstabilkan pasar dan perekonomian.Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono menjelaskan ketahanan perekonomian Indonesia masih akan tetap tinggi yang ditunjang oleh ekspor dan investasi.&quot;Saya memperkirakan ketahanan perekonomian kita cukup tinggi tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap tinggi yang ditunjang oleh ekspor dan investasi,&quot; jelas Hartadi beberapa waktu lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melihat gejolak perekonomian yang terjadi di Amerika Serikat (AS). Meskipun begitu, pihaknya belum bisa memastikan seberapa jauh nilai tukar rupiah terhadap dolar akan kembali menguat.&quot;Gejolak masih ada, tapi kelihatannya mulai reda. Kalau melihat gejala di AS dan negara maju, kurang lebih (nilai tukar rupiah terhadap dolar AS) bisa menguat seperti bulan lalu,&quot; ungkap Gubernur BI Darmin Nasution ketika dijumpai di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (10/8/2011).Meskipun begitu, dia belum bisa memberikan angka pasti sampai berapa besaran penguatan rupiah terhadap dolar AS tersebut.&quot;Tentu saja tidak bisa menetapkan batas atas atau batas bawah. Kita lebih banyak bekerja saja, jangan sampai ada fluktuasi besar dan tajam,&quot; lanjut dia.Seperti diberitakan sebelumnya, Bank Indonesia (BI) akan terus memantau dan mencermati gejolak pasar finansial yang terjadi belakangan ini. Bank sentral bekerja sama dengan pemerintah akan mengambil langkah-langkah, jika diperlukan, untuk menstabilkan pasar dan perekonomian.Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono menjelaskan ketahanan perekonomian Indonesia masih akan tetap tinggi yang ditunjang oleh ekspor dan investasi.&quot;Saya memperkirakan ketahanan perekonomian kita cukup tinggi tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap tinggi yang ditunjang oleh ekspor dan investasi,&quot; jelas Hartadi beberapa waktu lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
