<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dana Asing Keluar dari SBN Tembus Rp6,43 T</title><description>Dana asing pada Surat Berharga Negara (SBN) terus mengalami penurunan. Tercatat sejak 5 Agustus kemarin hingga 10 Agustus dana asing yang telah keluar dari SBN sebesar Rp6,43 triliun, namun hal ini sudah diantisipasi oleh Bank Indonesia (BI).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/11/20/490979/dana-asing-keluar-dari-sbn-tembus-rp6-43-t</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/08/11/20/490979/dana-asing-keluar-dari-sbn-tembus-rp6-43-t"/><item><title>Dana Asing Keluar dari SBN Tembus Rp6,43 T</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/11/20/490979/dana-asing-keluar-dari-sbn-tembus-rp6-43-t</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/08/11/20/490979/dana-asing-keluar-dari-sbn-tembus-rp6-43-t</guid><pubDate>Kamis 11 Agustus 2011 18:24 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/11/20/490979/jUm8Otl9V4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Foto: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/11/20/490979/jUm8Otl9V4.jpg</image><title>Ilustrasi Foto: Corbis</title></images><description>JAKARTA - Dana asing pada Surat Berharga Negara (SBN) terus mengalami penurunan. Tercatat sejak 5 Agustus kemarin hingga 10 Agustus dana asing yang telah keluar dari SBN sebesar Rp6,43 triliun, namun hal ini sudah diantisipasi oleh Bank Indonesia (BI).Dirjen Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto menuturkan pembelian yang dilakukan oleh BI di pasar sekunder merupakan langkah yang dilakukan dalam rangka operasi moneter.&amp;nbsp; &quot;Sekaligus akumulasi SBN untuk digunakan sebagai instrumen moneter,&quot; ungkap Rahmat lewat pesan singkatnya di Jakarta, Kamis (11/8/2011).Namun, Rahmat melanjutkan, pemerintah sendiri belum menggunakan langkah-langkah stabilitasi crisis management protocol. &quot;Volatilitas masih dalam kisaran wajar,&quot; tambahnya.Ditemui terpisah, Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution ketika dikonfirmasi perihal penarikan dana asing pada SBN mengungkapkan BI sudah siap untuk melakukan buy back. &quot;Kita ngikutin, jangan takut,&quot; tegas Darmin. Guna memanfaatkan cadangan devisa untuk membeli SBN dilakukan dalam rangka menambah instrumen operasi pasar terbuka (OPT) yang biasa menggunakan rupiah. BI mengemas regulasi baru soal instrumen moneter tersebut dalam surat edaran kepada bank dan lembaga perantara tertanggal 8 Agustus 2011 dan dipublikasikan melalui situs resmi kemarin. Surat memuat perubahan kedua SE BI No. 12/18/ DPM 7 Juli 2010 perihal OPT. Berikut adalah data kepemilikan Asing dan Bank Indonesia, seperti dikutip dari website resmi DJPU :Asing:5 Agustus Rp249,62 triliun8 Agustus Rp249,33 triliun 9 Agustus Rp247,90 triliun 10 Agustus Rp243,19 triliunBank Indonesia (BI)5 Agustus Rp7,47 triliun8 Agustus Rp8,30 triliun9 Agustus Rp9,34 triliun10 Agustus Rp10,84 triliunDengan demikian terjadi kenaikan pembelian SBN dalam Bank Indonesia sebesar Rp3,37 triliun, sementara untuk kepemilikan asing di SBN mengalami penurunan hingga Rp6,43 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Dana asing pada Surat Berharga Negara (SBN) terus mengalami penurunan. Tercatat sejak 5 Agustus kemarin hingga 10 Agustus dana asing yang telah keluar dari SBN sebesar Rp6,43 triliun, namun hal ini sudah diantisipasi oleh Bank Indonesia (BI).Dirjen Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto menuturkan pembelian yang dilakukan oleh BI di pasar sekunder merupakan langkah yang dilakukan dalam rangka operasi moneter.&amp;nbsp; &quot;Sekaligus akumulasi SBN untuk digunakan sebagai instrumen moneter,&quot; ungkap Rahmat lewat pesan singkatnya di Jakarta, Kamis (11/8/2011).Namun, Rahmat melanjutkan, pemerintah sendiri belum menggunakan langkah-langkah stabilitasi crisis management protocol. &quot;Volatilitas masih dalam kisaran wajar,&quot; tambahnya.Ditemui terpisah, Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution ketika dikonfirmasi perihal penarikan dana asing pada SBN mengungkapkan BI sudah siap untuk melakukan buy back. &quot;Kita ngikutin, jangan takut,&quot; tegas Darmin. Guna memanfaatkan cadangan devisa untuk membeli SBN dilakukan dalam rangka menambah instrumen operasi pasar terbuka (OPT) yang biasa menggunakan rupiah. BI mengemas regulasi baru soal instrumen moneter tersebut dalam surat edaran kepada bank dan lembaga perantara tertanggal 8 Agustus 2011 dan dipublikasikan melalui situs resmi kemarin. Surat memuat perubahan kedua SE BI No. 12/18/ DPM 7 Juli 2010 perihal OPT. Berikut adalah data kepemilikan Asing dan Bank Indonesia, seperti dikutip dari website resmi DJPU :Asing:5 Agustus Rp249,62 triliun8 Agustus Rp249,33 triliun 9 Agustus Rp247,90 triliun 10 Agustus Rp243,19 triliunBank Indonesia (BI)5 Agustus Rp7,47 triliun8 Agustus Rp8,30 triliun9 Agustus Rp9,34 triliun10 Agustus Rp10,84 triliunDengan demikian terjadi kenaikan pembelian SBN dalam Bank Indonesia sebesar Rp3,37 triliun, sementara untuk kepemilikan asing di SBN mengalami penurunan hingga Rp6,43 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
