<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Implementasi ASEAN Economic Community 2015 Harus Tepat Waktu&quot;</title><description>Sebanyak delapan belas menteri-menteri ekonomi di negara-negara Asean dan mitranya seperti China, Korea, Australia dan Rusia bertemu dalam sebuah forum bertajuk ASEAN Economic Meeting (AEM) ke-43 di Manado. Dalam pertemuan ini, mereka akan membahas perkembangan dan tantangan ASEAN Economic Community (AEC) 2015.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/11/320/490685/implementasi-asean-economic-community-2015-harus-tepat-waktu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/08/11/320/490685/implementasi-asean-economic-community-2015-harus-tepat-waktu"/><item><title>&quot;Implementasi ASEAN Economic Community 2015 Harus Tepat Waktu&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/11/320/490685/implementasi-asean-economic-community-2015-harus-tepat-waktu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/08/11/320/490685/implementasi-asean-economic-community-2015-harus-tepat-waktu</guid><pubDate>Kamis 11 Agustus 2011 10:01 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/11/320/490685/YHOJ8vS4n3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Logo ASEAN</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/11/320/490685/YHOJ8vS4n3.jpg</image><title>Logo ASEAN</title></images><description>JAKARTA - Sebanyak delapan belas menteri-menteri ekonomi di negara-negara Asean dan mitranya seperti China, Korea, Australia dan Rusia bertemu dalam sebuah forum bertajuk ASEAN Economic Meeting (AEM) ke-43 di Manado. Dalam pertemuan ini, mereka akan membahas perkembangan dan tantangan ASEAN Economic Community (AEC) 2015.Menurut Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam keterangan tertulis yang diterima okezone di Jakarta, Kamis (11/8/2011). Pertemuan ini menjadi penting karena dilaksanakan di tengah ketidakpastian perekonomian global yang disebabkan kondisi fiskal di Amerika Serikat dan kawasan Eropa.&quot;Menurut hemat kami, ASEAN perlu mengimplementasikan AEC Blueprint 2015 tepat waktu karena membawa dampak positif bagi seluruh anggota Asean dan&amp;nbsp; memfasilitasi tiga pengembangan kerja sama ASEAN dengan mitra dialog. Kami juga perlu memperkokoh konektivitas di tingkat ASEAN dengan kawasan Asia Pasifik sehingga ASEAN menjadi bagian rantai penyaluran barang di tingkat global. Kami berharap ASEAN yang kompetitif, inklusif, merata, berkesinambungan dan memiliki ketahanan yang tinggi,&quot; ujar Mari.Dalam forum ini, menurutnya akan dibahas seputar komunitas ekonomi ASEAN yang inklusif dan merata tentang peranan dan upaya yang melibatkan UKM. Sebagai ketua ASEAN tahun ini, Indonesia, menurut Mari aktif mendorong kerangka kerjasama untuk mewujudkan strategi pembangunan yang inklusif dan merata yang ditopang oleh dua hal yaitu pengembangan UKM dan pengrangan jenjang pembangunan.&quot;Untuk&amp;nbsp; mengembangkan peran UKM, menteri ekonomi ASEAN mendukung terbentuknya Badan Penasehat UKM ASEAN atau ASEAN SME Advisory Board, pengembangan portal khusus niaga UKM di ASEAN atau ASEAN SME Biz Portal, pelaksanaan ASEAN SME Trade Fair, dan rangkaian program sosialisasi tentang manfaat dari FTA bagi sektor UKM,&quot; lanjutnya.Sebagai informasi, angka investasi langsung internasional (foreign direct investment atau FDI) ke ASEAN di tahun 2010 lalu mencapai USD75,8 miliar. FDI intra-ASEAN meningkat 131,8 persen di 2010. Arus dari sumber intra-ASEAN mewakili 16 persen dari total arus FDI ke ASEAN di 2010, sehingga ASEAN adalah sumber ketiga FDI terbesar di kawasan Asia Tenggara.Sektor jasa juga menunjukkan kinerja yang positif dari segi nilai dan kontribusi arus FDI dengan nilai sebesar USD49,2 miliar atau 65,7 persen dari total arus FDI ke ASEAN di 2010. Tarif yang lebih rendah dan akses pasar yang lebih luas merupakan hasil implementasi perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) antara ASEAN dengan mitra dialognya seperti Australia, Korea, RRT dan Selandia Baru yang memberi kontribusi positif terhadap momentum perekonomian di kalangan anggota ASEAN.</description><content:encoded>JAKARTA - Sebanyak delapan belas menteri-menteri ekonomi di negara-negara Asean dan mitranya seperti China, Korea, Australia dan Rusia bertemu dalam sebuah forum bertajuk ASEAN Economic Meeting (AEM) ke-43 di Manado. Dalam pertemuan ini, mereka akan membahas perkembangan dan tantangan ASEAN Economic Community (AEC) 2015.Menurut Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam keterangan tertulis yang diterima okezone di Jakarta, Kamis (11/8/2011). Pertemuan ini menjadi penting karena dilaksanakan di tengah ketidakpastian perekonomian global yang disebabkan kondisi fiskal di Amerika Serikat dan kawasan Eropa.&quot;Menurut hemat kami, ASEAN perlu mengimplementasikan AEC Blueprint 2015 tepat waktu karena membawa dampak positif bagi seluruh anggota Asean dan&amp;nbsp; memfasilitasi tiga pengembangan kerja sama ASEAN dengan mitra dialog. Kami juga perlu memperkokoh konektivitas di tingkat ASEAN dengan kawasan Asia Pasifik sehingga ASEAN menjadi bagian rantai penyaluran barang di tingkat global. Kami berharap ASEAN yang kompetitif, inklusif, merata, berkesinambungan dan memiliki ketahanan yang tinggi,&quot; ujar Mari.Dalam forum ini, menurutnya akan dibahas seputar komunitas ekonomi ASEAN yang inklusif dan merata tentang peranan dan upaya yang melibatkan UKM. Sebagai ketua ASEAN tahun ini, Indonesia, menurut Mari aktif mendorong kerangka kerjasama untuk mewujudkan strategi pembangunan yang inklusif dan merata yang ditopang oleh dua hal yaitu pengembangan UKM dan pengrangan jenjang pembangunan.&quot;Untuk&amp;nbsp; mengembangkan peran UKM, menteri ekonomi ASEAN mendukung terbentuknya Badan Penasehat UKM ASEAN atau ASEAN SME Advisory Board, pengembangan portal khusus niaga UKM di ASEAN atau ASEAN SME Biz Portal, pelaksanaan ASEAN SME Trade Fair, dan rangkaian program sosialisasi tentang manfaat dari FTA bagi sektor UKM,&quot; lanjutnya.Sebagai informasi, angka investasi langsung internasional (foreign direct investment atau FDI) ke ASEAN di tahun 2010 lalu mencapai USD75,8 miliar. FDI intra-ASEAN meningkat 131,8 persen di 2010. Arus dari sumber intra-ASEAN mewakili 16 persen dari total arus FDI ke ASEAN di 2010, sehingga ASEAN adalah sumber ketiga FDI terbesar di kawasan Asia Tenggara.Sektor jasa juga menunjukkan kinerja yang positif dari segi nilai dan kontribusi arus FDI dengan nilai sebesar USD49,2 miliar atau 65,7 persen dari total arus FDI ke ASEAN di 2010. Tarif yang lebih rendah dan akses pasar yang lebih luas merupakan hasil implementasi perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) antara ASEAN dengan mitra dialognya seperti Australia, Korea, RRT dan Selandia Baru yang memberi kontribusi positif terhadap momentum perekonomian di kalangan anggota ASEAN.</content:encoded></item></channel></rss>
