<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Semester I, Laba Indosat Melesat 137%</title><description>&amp;nbsp;PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan laba periode berjalan (laba bersih) sepanjang semester I-2011 melesat hingga 137,5 persen atau mencapai Rp681,9 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/15/278/492339/semester-i-laba-indosat-melesat-137</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/08/15/278/492339/semester-i-laba-indosat-melesat-137"/><item><title>Semester I, Laba Indosat Melesat 137%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/15/278/492339/semester-i-laba-indosat-melesat-137</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/08/15/278/492339/semester-i-laba-indosat-melesat-137</guid><pubDate>Senin 15 Agustus 2011 17:13 WIB</pubDate><dc:creator>Andina Meryani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/15/278/492339/0RnFR3lQs9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">image: corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/15/278/492339/0RnFR3lQs9.jpg</image><title>image: corbis</title></images><description>JAKARTA - PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan laba periode berjalan (laba bersih) sepanjang semester I-2011 melesat hingga 137,5 persen atau mencapai Rp681,9 miliar dari pencapaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp287,1 miliar.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama ISAT Harry Sasongko dalam pemaparan kinerja semester I 2011 di Kantor Pusat Indosat, Jakarta, Senin (15/8/2011).

Sementara itu, pendapatan usaha pada semester I ini mencapai Rp10,049 triliun atau naik empat persen dari periode yang sama sebelumnya yang sebesar Rp9,661 triliun.

Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan selular yang sebesar
Rp8,713 triliun dan pendapatan non seluler sebesar Rp1,822 triliun.

Beban Usaha pada periode ini juga naik 8,1 persen, yaitu dari Rp8,061 triliun menjadi Rp8,713 triliun. Laba usaha perseroan justru menurun dari Rp1,6 triliun menjadi Rp1,336 triliun.

Apabila tidak diperhitungkannya beban bersih, Voluntary Separation Schemes (VSS) sebesar Rp425,5 miliar, EBITDA meningkat sebesar 7,2 persen menjadi Rp4,925 triliun dengan margin EBITDA sebesar 49 persen.

Kenaikan laba usaha ini salah satu disebabkan oleh kenaikan pelanggan, yaitu mencapai 47,3 juta pelanggan dari sebelumnya 37,8 juta pelanggan.

Adapun laba per saham dasar yang dapat didistribusikan kepada pemilik perusahaan pada semester I 2011 meningkat sebesar 137,5 persen menjadi Rp125,5 dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp52,8.

&quot;Kenaikan ini sebagai akibat meningkatnya laba atas selisih kurs dan turunnya jumlah beban pendanaan, walaupun terjadi peningkatan dalam beban penyusutan dan amortisasi,&quot; jelasnya.

Penurunan marjin EBITDA sebesar 2,8 persen menjadi 44,8 persen akibat dari one off charge berkenaan dengan program VSS. Marjin EBITDA tanpa adanya one off charge adalah sebesar 49 persen.

Di semester I ini, Indosat mengurangi total jumlah utangnya setelah membayar hutang jatuh tempo, yaitu obligasi Indosat IV sebesar Rp815 miliar, obligasi syariah sebesar syariah sebesar Rp285 miliar, pinjaman sindikasi sebesar USD112,5 juta, cicilan SEK Tranche A,B, dan C sebesar USD22,5 juta, HSBC Coface dan Sinosure sebesar USD10,1 juta, pinjaman komersial sembilan tahun dari HSBC sebesar USD1,4 juta dan pinjaman kredit ekspor sebesar USD3,8 juta.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan laba periode berjalan (laba bersih) sepanjang semester I-2011 melesat hingga 137,5 persen atau mencapai Rp681,9 miliar dari pencapaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp287,1 miliar.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama ISAT Harry Sasongko dalam pemaparan kinerja semester I 2011 di Kantor Pusat Indosat, Jakarta, Senin (15/8/2011).

Sementara itu, pendapatan usaha pada semester I ini mencapai Rp10,049 triliun atau naik empat persen dari periode yang sama sebelumnya yang sebesar Rp9,661 triliun.

Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan selular yang sebesar
Rp8,713 triliun dan pendapatan non seluler sebesar Rp1,822 triliun.

Beban Usaha pada periode ini juga naik 8,1 persen, yaitu dari Rp8,061 triliun menjadi Rp8,713 triliun. Laba usaha perseroan justru menurun dari Rp1,6 triliun menjadi Rp1,336 triliun.

Apabila tidak diperhitungkannya beban bersih, Voluntary Separation Schemes (VSS) sebesar Rp425,5 miliar, EBITDA meningkat sebesar 7,2 persen menjadi Rp4,925 triliun dengan margin EBITDA sebesar 49 persen.

Kenaikan laba usaha ini salah satu disebabkan oleh kenaikan pelanggan, yaitu mencapai 47,3 juta pelanggan dari sebelumnya 37,8 juta pelanggan.

Adapun laba per saham dasar yang dapat didistribusikan kepada pemilik perusahaan pada semester I 2011 meningkat sebesar 137,5 persen menjadi Rp125,5 dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp52,8.

&quot;Kenaikan ini sebagai akibat meningkatnya laba atas selisih kurs dan turunnya jumlah beban pendanaan, walaupun terjadi peningkatan dalam beban penyusutan dan amortisasi,&quot; jelasnya.

Penurunan marjin EBITDA sebesar 2,8 persen menjadi 44,8 persen akibat dari one off charge berkenaan dengan program VSS. Marjin EBITDA tanpa adanya one off charge adalah sebesar 49 persen.

Di semester I ini, Indosat mengurangi total jumlah utangnya setelah membayar hutang jatuh tempo, yaitu obligasi Indosat IV sebesar Rp815 miliar, obligasi syariah sebesar syariah sebesar Rp285 miliar, pinjaman sindikasi sebesar USD112,5 juta, cicilan SEK Tranche A,B, dan C sebesar USD22,5 juta, HSBC Coface dan Sinosure sebesar USD10,1 juta, pinjaman komersial sembilan tahun dari HSBC sebesar USD1,4 juta dan pinjaman kredit ekspor sebesar USD3,8 juta.</content:encoded></item></channel></rss>
