<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mari: Jangan Sebut Mereka Pedagang Kaki Lima</title><description>Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu melarang penyebutan 'PKL' sebagai 'pedagang kaki lima'. Mari lebih memilih menyebut mereka sebagai pedagang kreatif lapangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/22/320/494845/mari-jangan-sebut-mereka-pedagang-kaki-lima</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/08/22/320/494845/mari-jangan-sebut-mereka-pedagang-kaki-lima"/><item><title>Mari: Jangan Sebut Mereka Pedagang Kaki Lima</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/22/320/494845/mari-jangan-sebut-mereka-pedagang-kaki-lima</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/08/22/320/494845/mari-jangan-sebut-mereka-pedagang-kaki-lima</guid><pubDate>Senin 22 Agustus 2011 14:38 WIB</pubDate><dc:creator>Rifa Nadia Nurfuadah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/22/320/494845/zkcADN6yv6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu Foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/22/320/494845/zkcADN6yv6.jpg</image><title>Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu Foto: Koran SI</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu melarang penyebutan 'PKL' sebagai 'pedagang kaki lima'. Mari lebih memilih menyebut mereka sebagai pedagang kreatif lapangan.&quot;Sebut mereka 'pedagang kreatif lapangan',&quot; kata Mari pada Rapat Koordinasi Pengembangan Pasar, di Hotel Sheraton, Jalan Gunung Sahari, Jakarta, Senin (22/8/2011).Alasannya, kata Mari, para PKL ini memang sangat kreatif, baik dalam hal jenis barang maupun cara mereka berdagang. &quot;Mereka juga harus kita beri tempat yang layak. Jika tidak, maka mereka akan mengambil ruang-ruang di sarana umum seperti trotoar untuk dijadikan tempat berdagang,&quot; imbuhnya. Mari juga mengingatkan, para PKL ini sebaiknya dikelola dengan baik. Sebab, mereka ikut membayar sewa dan retribusi yang dapat menjadi pendapatan asli daerah (PAD).&quot;Para PKL ini tidak bisa dihindari ikut meramaikan pasar-pasar rakyat di seluruh Indonesia. Dan jika dikelola dengan baik, pasar bisa menjadi profit center bagi daerah tempat pasar tersebut berada,&quot; ujarnya. Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah melakukan pengembangan pasar rakyat melalui pendekatan komprehensif berbasiskan sosial dan budaya masing-masing wilayah. Pengembangan pasar ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan para pedagang di pasar-pasar rakyat di Tanah Air.Saat ini, ada sekira 4.000 pasar di 220 kabupaten di Indonesia. Tiap pasar diisi kira-kira seribu pedagang, artinya, ada sekira empat juta pedagang di seluruh pasar rakyat di penjuru Nusantara.&quot;Jika program pengembangan pasar ini diselesaikan di seluruh kabupaten, maka akan ada sekira 8-10 juta pedagang di seluruh Indonesia. Jumlah ini sangat signifikan karena menyangkut perbaikan kesejahteraan para pedagang tersebut,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu melarang penyebutan 'PKL' sebagai 'pedagang kaki lima'. Mari lebih memilih menyebut mereka sebagai pedagang kreatif lapangan.&quot;Sebut mereka 'pedagang kreatif lapangan',&quot; kata Mari pada Rapat Koordinasi Pengembangan Pasar, di Hotel Sheraton, Jalan Gunung Sahari, Jakarta, Senin (22/8/2011).Alasannya, kata Mari, para PKL ini memang sangat kreatif, baik dalam hal jenis barang maupun cara mereka berdagang. &quot;Mereka juga harus kita beri tempat yang layak. Jika tidak, maka mereka akan mengambil ruang-ruang di sarana umum seperti trotoar untuk dijadikan tempat berdagang,&quot; imbuhnya. Mari juga mengingatkan, para PKL ini sebaiknya dikelola dengan baik. Sebab, mereka ikut membayar sewa dan retribusi yang dapat menjadi pendapatan asli daerah (PAD).&quot;Para PKL ini tidak bisa dihindari ikut meramaikan pasar-pasar rakyat di seluruh Indonesia. Dan jika dikelola dengan baik, pasar bisa menjadi profit center bagi daerah tempat pasar tersebut berada,&quot; ujarnya. Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah melakukan pengembangan pasar rakyat melalui pendekatan komprehensif berbasiskan sosial dan budaya masing-masing wilayah. Pengembangan pasar ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan para pedagang di pasar-pasar rakyat di Tanah Air.Saat ini, ada sekira 4.000 pasar di 220 kabupaten di Indonesia. Tiap pasar diisi kira-kira seribu pedagang, artinya, ada sekira empat juta pedagang di seluruh pasar rakyat di penjuru Nusantara.&quot;Jika program pengembangan pasar ini diselesaikan di seluruh kabupaten, maka akan ada sekira 8-10 juta pedagang di seluruh Indonesia. Jumlah ini sangat signifikan karena menyangkut perbaikan kesejahteraan para pedagang tersebut,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
