<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Lirik Teknologi Pembangkit Listrik Inggris</title><description>Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Hatta Radjasa tertarik  dengan teknologi Inggris untuk membangun pembangkit-pembangkit listrik  kecil di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/23/320/495256/ri-lirik-teknologi-pembangkit-listrik-inggris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/08/23/320/495256/ri-lirik-teknologi-pembangkit-listrik-inggris"/><item><title>RI Lirik Teknologi Pembangkit Listrik Inggris</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/23/320/495256/ri-lirik-teknologi-pembangkit-listrik-inggris</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/08/23/320/495256/ri-lirik-teknologi-pembangkit-listrik-inggris</guid><pubDate>Selasa 23 Agustus 2011 12:14 WIB</pubDate><dc:creator>Rifa Nadia Nurfuadah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/23/320/495256/IFnmECXQvR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/23/320/495256/IFnmECXQvR.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Corbis</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Hatta Radjasa tertarik dengan teknologi Inggris untuk membangun pembangkit-pembangkit listrik kecil di Indonesia.Hal tersebut terungkap dalam pertemuan Hatta dengan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair di ruang kerja Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa (23/8/2011).&quot;Pak Blair menyarankan kita untuk meningkatkan kapasitas teknologi. Sementara, saya tertarik dengan teknologi Inggris untuk membangun pembangkit-pembangkit listrik kecil di Indonesia. Ini jadi celah investasi juga,&quot; kata Hatta.Blair berjanji akan menyuarakan ketertarikan Hatta tersebut kepada para koleganya ketika kembali ke Inggris.Hatta menjelaskan, kunjungan Blair kali ini sebenarnya dalam rangka liburan. Namun, pertemuan tadi juga diisi dengan diskusi tentang berbagai hal mengenai perkembangan kedua negara.Menurut Hatta, Blair bertanya banyak hal tentang Indonesia. Dia menanyakan bagaimana Indonesia menyukseskan pembangunan ekonomi.&quot;Pak Blair juga tertarik bagaimana kita membangun infrastruktur untuk menghubungkan berbagai pulau. Menurutnya, membangun infrastruktur di&amp;nbsp;negara kepulauan memang tidak mudah, bahkan negaranya pun masih kesulitan,&quot; imbuhnya.Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menambahkan, hubungan Indonesia dengan negara-negara Eropa adalah komplimentari. Kedua negara saling mendukung pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. &quot;Kami memang tidak membicarakan krisis Eropa. Tapi, Pak Blair menganggap, Indonesia masih menjadi tempat terbaik untuk investasi,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Hatta Radjasa tertarik dengan teknologi Inggris untuk membangun pembangkit-pembangkit listrik kecil di Indonesia.Hal tersebut terungkap dalam pertemuan Hatta dengan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair di ruang kerja Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa (23/8/2011).&quot;Pak Blair menyarankan kita untuk meningkatkan kapasitas teknologi. Sementara, saya tertarik dengan teknologi Inggris untuk membangun pembangkit-pembangkit listrik kecil di Indonesia. Ini jadi celah investasi juga,&quot; kata Hatta.Blair berjanji akan menyuarakan ketertarikan Hatta tersebut kepada para koleganya ketika kembali ke Inggris.Hatta menjelaskan, kunjungan Blair kali ini sebenarnya dalam rangka liburan. Namun, pertemuan tadi juga diisi dengan diskusi tentang berbagai hal mengenai perkembangan kedua negara.Menurut Hatta, Blair bertanya banyak hal tentang Indonesia. Dia menanyakan bagaimana Indonesia menyukseskan pembangunan ekonomi.&quot;Pak Blair juga tertarik bagaimana kita membangun infrastruktur untuk menghubungkan berbagai pulau. Menurutnya, membangun infrastruktur di&amp;nbsp;negara kepulauan memang tidak mudah, bahkan negaranya pun masih kesulitan,&quot; imbuhnya.Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menambahkan, hubungan Indonesia dengan negara-negara Eropa adalah komplimentari. Kedua negara saling mendukung pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. &quot;Kami memang tidak membicarakan krisis Eropa. Tapi, Pak Blair menganggap, Indonesia masih menjadi tempat terbaik untuk investasi,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
