<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AJB Bumiputera Targetkan Premi Rp5,2 Triliun</title><description>Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 menargetkan pendapatan premi  sebesar Rp5,2 triliun hingga akhir 2011 atau tumbuh dibandingkan  pendapatan premi pada Desember 2010 sebesar Rp4,8 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/24/320/495694/ajb-bumiputera-targetkan-premi-rp5-2-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/08/24/320/495694/ajb-bumiputera-targetkan-premi-rp5-2-triliun"/><item><title>AJB Bumiputera Targetkan Premi Rp5,2 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/08/24/320/495694/ajb-bumiputera-targetkan-premi-rp5-2-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/08/24/320/495694/ajb-bumiputera-targetkan-premi-rp5-2-triliun</guid><pubDate>Rabu 24 Agustus 2011 11:15 WIB</pubDate><dc:creator>Erichson Sihotang </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/24/320/495694/aqZuA8Ztlf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/24/320/495694/aqZuA8Ztlf.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Corbis</title></images><description>JAKARTA - Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 menargetkan pendapatan premi sebesar Rp5,2 triliun hingga akhir 2011 atau tumbuh dibandingkan pendapatan premi pada Desember 2010 sebesar Rp4,8 triliun.Direktur Utama Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 Dirman Pardosi menjelaskan, Hingga Juli, premi yang telah diperoleh berjumlah sekira Rp3 triliun. Pertumbuhan tersebut secara year on year (yoy), kata dia, hanya mencapai 10 persen. Menurut Pardosi, tidak optimalnya pertumbuhan ini disebabkan upaya konsolidasi yang dilakukan perusahaan seperti melakukan perampingan terhadap 39 kantor wilayah menjadi hanya 22 kantor wilayah.&quot;Tahap awal memang ada kejutan, ada 17 kantor yang dikurangi dan butuh penyesuaian satu sampai tiga bulan baru mulai stabil dan menemukan polanya. Desember kita targetkan premi Rp5,2 triliun tercapai,&quot; ungkapnya pada acara Ramadan Gathering: Menyongsong Satu Abad Bumiputera, di Jakarta, Selasa (23/8/2011) malam.Dirman menambahkan, dari total pendapatan premi, sebanyak Rp1,3 triliun berasal dari pendapatan bisnis baru. Pendapatan premi perusahaan sepenuhnya disumbangkan oleh penjualan produk tradisional. &quot;Polis individual dan kumpulan itu 2:1, individual Rp2 triliun dan kumpulan Rp1 triliun kumpulan,&quot; tambah dia.Menurut Dirman, produk yang paling banyak menyumbangkan premi adalah produk beasiswa atau pendidikan yang menyumbang hampir 20 persen dan produk intra permata berupa saving yang merupakan produk semi investasi.</description><content:encoded>JAKARTA - Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 menargetkan pendapatan premi sebesar Rp5,2 triliun hingga akhir 2011 atau tumbuh dibandingkan pendapatan premi pada Desember 2010 sebesar Rp4,8 triliun.Direktur Utama Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 Dirman Pardosi menjelaskan, Hingga Juli, premi yang telah diperoleh berjumlah sekira Rp3 triliun. Pertumbuhan tersebut secara year on year (yoy), kata dia, hanya mencapai 10 persen. Menurut Pardosi, tidak optimalnya pertumbuhan ini disebabkan upaya konsolidasi yang dilakukan perusahaan seperti melakukan perampingan terhadap 39 kantor wilayah menjadi hanya 22 kantor wilayah.&quot;Tahap awal memang ada kejutan, ada 17 kantor yang dikurangi dan butuh penyesuaian satu sampai tiga bulan baru mulai stabil dan menemukan polanya. Desember kita targetkan premi Rp5,2 triliun tercapai,&quot; ungkapnya pada acara Ramadan Gathering: Menyongsong Satu Abad Bumiputera, di Jakarta, Selasa (23/8/2011) malam.Dirman menambahkan, dari total pendapatan premi, sebanyak Rp1,3 triliun berasal dari pendapatan bisnis baru. Pendapatan premi perusahaan sepenuhnya disumbangkan oleh penjualan produk tradisional. &quot;Polis individual dan kumpulan itu 2:1, individual Rp2 triliun dan kumpulan Rp1 triliun kumpulan,&quot; tambah dia.Menurut Dirman, produk yang paling banyak menyumbangkan premi adalah produk beasiswa atau pendidikan yang menyumbang hampir 20 persen dan produk intra permata berupa saving yang merupakan produk semi investasi.</content:encoded></item></channel></rss>
