<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Ekonomi di Sumbar Naik 6,7%</title><description>Kegiatan usaha rakyat Sumatera Barat (Sumbar) kembali bergairah.  Pascabencana 2009, pertumbuhan ekonomi hanya bergerak sebanyak empat  persen saja. Memasuki 2010, ekonomi Sumbar menanjak 6,7 persen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/09/07/20/499853/pertumbuhan-ekonomi-di-sumbar-naik-6-7</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/09/07/20/499853/pertumbuhan-ekonomi-di-sumbar-naik-6-7"/><item><title>Pertumbuhan Ekonomi di Sumbar Naik 6,7%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/09/07/20/499853/pertumbuhan-ekonomi-di-sumbar-naik-6-7</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/09/07/20/499853/pertumbuhan-ekonomi-di-sumbar-naik-6-7</guid><pubDate>Rabu 07 September 2011 15:20 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/09/07/20/499853/ZgLMeN2Ugn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/09/07/20/499853/ZgLMeN2Ugn.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Corbis</title></images><description>PADANG - Kegiatan usaha rakyat Sumatera Barat (Sumbar) kembali bergairah. Pascabencana 2009, pertumbuhan ekonomi hanya bergerak sebanyak empat persen saja. Memasuki 2010, ekonomi Sumbar menanjak 6,7 persen.&quot;Kenaikan pertumbuhan ekonomi ini menandakan masyarakat telah kembali bergairah dalam melakukan kegiatan usaha dan meningkatkan kembali produksi-produksi dalam berbagai jenis usaha,&amp;rdquo; kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Gubernuran, Jalan Jendral Sudirman Padang, Rabu (7/9/2011).Pertumbuhan ekonomi ini, kata Irwan, sebagai wujud dari program Gerakan Pensejahteraan Petani (GPP). Dari sini masyarakat secara perlahan-lahan memperlihatkan hasil dari beberapa kelompok tani yang terus bersungguh-sungguh mengembangkan kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.&quot;Selain itu penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai salah faktor pertumbuhan ekonomi, bahkan secara nasional Sumbar berada pada ranking tujuh pengembalian modal usaha tersebut,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;nbsp;Dia bangga dengan pertumbuhan ekonomi ini, dan rencana untuk tahun ini akan kembali berusahan menaikkan pertumbuhan ini setidaknya berada di posisi tujuh persen.&amp;ldquo;Pertumbuhan ekonomi ini juga mempengaruhi penurunan angka kemiskinan menjadi sembilan persen dari penduduk Sumatera Barat. Oleh karena itu mari kita bangunkan mereka agar segera keluar dari jeratan kemiskinan,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>PADANG - Kegiatan usaha rakyat Sumatera Barat (Sumbar) kembali bergairah. Pascabencana 2009, pertumbuhan ekonomi hanya bergerak sebanyak empat persen saja. Memasuki 2010, ekonomi Sumbar menanjak 6,7 persen.&quot;Kenaikan pertumbuhan ekonomi ini menandakan masyarakat telah kembali bergairah dalam melakukan kegiatan usaha dan meningkatkan kembali produksi-produksi dalam berbagai jenis usaha,&amp;rdquo; kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Gubernuran, Jalan Jendral Sudirman Padang, Rabu (7/9/2011).Pertumbuhan ekonomi ini, kata Irwan, sebagai wujud dari program Gerakan Pensejahteraan Petani (GPP). Dari sini masyarakat secara perlahan-lahan memperlihatkan hasil dari beberapa kelompok tani yang terus bersungguh-sungguh mengembangkan kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.&quot;Selain itu penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai salah faktor pertumbuhan ekonomi, bahkan secara nasional Sumbar berada pada ranking tujuh pengembalian modal usaha tersebut,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;nbsp;Dia bangga dengan pertumbuhan ekonomi ini, dan rencana untuk tahun ini akan kembali berusahan menaikkan pertumbuhan ini setidaknya berada di posisi tujuh persen.&amp;ldquo;Pertumbuhan ekonomi ini juga mempengaruhi penurunan angka kemiskinan menjadi sembilan persen dari penduduk Sumatera Barat. Oleh karena itu mari kita bangunkan mereka agar segera keluar dari jeratan kemiskinan,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
