<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lagi, Sinarmas Sekuritas Dipanggil BEI</title><description>PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menuturkan akan kembali memanggil PT  Sinarmas Sekuritas pada minggu depan terkait transaksi utang piutang PT  Bakrie &amp;amp; Brother Tbk (BNBR).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/09/10/278/501028/lagi-sinarmas-sekuritas-dipanggil-bei</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/09/10/278/501028/lagi-sinarmas-sekuritas-dipanggil-bei"/><item><title>Lagi, Sinarmas Sekuritas Dipanggil BEI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/09/10/278/501028/lagi-sinarmas-sekuritas-dipanggil-bei</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/09/10/278/501028/lagi-sinarmas-sekuritas-dipanggil-bei</guid><pubDate>Sabtu 10 September 2011 12:12 WIB</pubDate><dc:creator>R Ghita Intan Permatasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/09/10/278/501028/kClp7IuODE.png" expression="full" type="image/jpeg">Logo BEI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/09/10/278/501028/kClp7IuODE.png</image><title>Logo BEI</title></images><description>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menuturkan akan kembali memanggil PT Sinarmas Sekuritas pada minggu depan terkait transaksi utang piutang PT Bakrie &amp;amp; Brother Tbk (BNBR).&quot;Minggu Depan kita akan panggil lagi Sinarmas-nya. Kita ingin mereka memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai transaksi utang piutang dengan BNBR,&quot; ungkap Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Uriep Budhi Prasetyo di Jakarta.Sementara untuk pemeriksaan terhadap BNBR, Uriep mengatakan sudah selesai.Seperti diketahui, transaksi utang piutang Bakrie &amp;amp; Brother dengan Sinarmas Sekuritas terlihat ganjil untuk periode 31 Maret 2011. Di mana BNBR memiliki pinjaman kepada Sinarmas Sekuritas senilai Rp528,31 miliar.BNBR dan Sinarmas Sekuritas meneken perjanjian pembiayaan transaksi efek pada 1 September 2009. Sinarmas menyiapkan fasilitas pinjaman Rp800 miliar. Per akhir Maret 2011, BNBR memangkas utangnya turun menjadi Rp528,31 miliar. Utang ini dijamin kepemilikan BNBR di PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNDP), dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).Data pinjaman yang tersaji di laporan keuangan BNBR ternyata berbeda dengan laporan keuangan Sinarmas Sekuritas per 31 Maret 2011 yang disampaikan kepada bursa. Dalam laporan keuangan Sinarmas, tak disebutkan sama sekali pinjaman Rp528,31 miliar itu.Sinarmas hanya mencantumkan empat pos piutang senilai Rp341,17 miliar. Yakni piutang Lembaga Kliring Indonesia Rp231,81 miliar, piutang perusahaan efek Rp 2,26 miliar, piutang nasabah Rp98,45 miliar dan piutang lain-lain Rp8,65 miliar.Dalam keterangan tertulisnya kepada BEI, Direktur &amp;amp; Corporate Secretary BNBR RA Sri Dharmayanti menjelaskan, jika pinjaman tersebut diterima secara bertahap mulai Oktober 2009 dengan nilai total Rp800 miliar.Ketua Bapepam-LK Nurhaida pun mengaku bingung dengan hal tersebut, dia menjelaskan jika hal itu memang tidak biasa. &quot;Kan biasanya yang hilang itu adalah utangnya, tapi ini malah piutangnya,&quot; ungkap dia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menuturkan akan kembali memanggil PT Sinarmas Sekuritas pada minggu depan terkait transaksi utang piutang PT Bakrie &amp;amp; Brother Tbk (BNBR).&quot;Minggu Depan kita akan panggil lagi Sinarmas-nya. Kita ingin mereka memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai transaksi utang piutang dengan BNBR,&quot; ungkap Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Uriep Budhi Prasetyo di Jakarta.Sementara untuk pemeriksaan terhadap BNBR, Uriep mengatakan sudah selesai.Seperti diketahui, transaksi utang piutang Bakrie &amp;amp; Brother dengan Sinarmas Sekuritas terlihat ganjil untuk periode 31 Maret 2011. Di mana BNBR memiliki pinjaman kepada Sinarmas Sekuritas senilai Rp528,31 miliar.BNBR dan Sinarmas Sekuritas meneken perjanjian pembiayaan transaksi efek pada 1 September 2009. Sinarmas menyiapkan fasilitas pinjaman Rp800 miliar. Per akhir Maret 2011, BNBR memangkas utangnya turun menjadi Rp528,31 miliar. Utang ini dijamin kepemilikan BNBR di PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNDP), dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).Data pinjaman yang tersaji di laporan keuangan BNBR ternyata berbeda dengan laporan keuangan Sinarmas Sekuritas per 31 Maret 2011 yang disampaikan kepada bursa. Dalam laporan keuangan Sinarmas, tak disebutkan sama sekali pinjaman Rp528,31 miliar itu.Sinarmas hanya mencantumkan empat pos piutang senilai Rp341,17 miliar. Yakni piutang Lembaga Kliring Indonesia Rp231,81 miliar, piutang perusahaan efek Rp 2,26 miliar, piutang nasabah Rp98,45 miliar dan piutang lain-lain Rp8,65 miliar.Dalam keterangan tertulisnya kepada BEI, Direktur &amp;amp; Corporate Secretary BNBR RA Sri Dharmayanti menjelaskan, jika pinjaman tersebut diterima secara bertahap mulai Oktober 2009 dengan nilai total Rp800 miliar.Ketua Bapepam-LK Nurhaida pun mengaku bingung dengan hal tersebut, dia menjelaskan jika hal itu memang tidak biasa. &quot;Kan biasanya yang hilang itu adalah utangnya, tapi ini malah piutangnya,&quot; ungkap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
