<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Musnahkan Uang Palsu Rp24 Miliar</title><description>Bank Indonesia (BI) memusnahkan uang palsu yang berhasil dikumpulkan  dari masyarakat dengan nilai nominal lebih dari Rp24 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/09/13/320/502182/bi-musnahkan-uang-palsu-rp24-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/09/13/320/502182/bi-musnahkan-uang-palsu-rp24-miliar"/><item><title>BI Musnahkan Uang Palsu Rp24 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/09/13/320/502182/bi-musnahkan-uang-palsu-rp24-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/09/13/320/502182/bi-musnahkan-uang-palsu-rp24-miliar</guid><pubDate>Selasa 13 September 2011 16:18 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/09/13/320/502182/VRL3K8BLwV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/09/13/320/502182/VRL3K8BLwV.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memusnahkan uang palsu yang berhasil dikumpulkan dari masyarakat dengan nilai nominal lebih dari Rp24 miliar.&quot;Hari ini kita memusnahkan 367.049 lembar uang dengan nominal Rp24.134.435.000. Barang bukti uang palsu tersebut ditemukan oleh beberapa bank swasta, bank pemerintah dan pengelolaan uang kertas yang dilakukan BI dan diserahkan ke Polri,&quot; ungkap Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Arief Sulistyanto dalam konferensi persnya di kantor BI, Selasa (13/9/2011).Dia melanjutkan, bahwa alasan pemusnahan barang bukti ini adalah karena pihaknya menjaga keamanan uang palsu tersebut. Di acara ini, dia juga membeberkan data pemalsuan uang yang terjadi beberapa tahun terakhir.&quot;Di 2008 ada 83 kasus, di 2009 ada 176 kasus, tahun lalu ada 153 kasus dan sampai Agustus ini sudah ada 67 kasus. Jumlahnya semakin menurun karena kesadaran masyarakat juga semakin tinggi,&quot; lanjut dia.Pelaku pemalsuan uang ini, menurutnya adalah sindikat pemalsu dalam negeri yang masih menggunakan teknologi yang sederhana.&quot;Kebanyakan dari mereka adalah sindikat pemalsu uang dengan teknologi yang sederhana. Misalnya seperti kemarin kasus di Kalimantan, ternyata setelah uang palsunya diteliti ada link dengan pemalsu uang asal Sukabumi. Modusnya yang paling banyak adalah dengan cara memfotokopi 79,9 persen dan diikuti dengan sistem laser 19 persen,&quot; papar dia.Di tempat yang sama, Kepala Biro Kebijakan Pengedaran Uang BI Eko Yulianto menilai bahwa uang rupiah termasuk gampang dipalsukan khususnya di daerah-daerah. &quot;Pasti lebih banyak di daerah-daerah. Kita kan punya Kantor BI itu 42 di seluruh Indonesia, jadi&amp;nbsp; itu uangnya masuk yang terbanyak dari Surabaya, Bandung, Semarang, dan Denpasar,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memusnahkan uang palsu yang berhasil dikumpulkan dari masyarakat dengan nilai nominal lebih dari Rp24 miliar.&quot;Hari ini kita memusnahkan 367.049 lembar uang dengan nominal Rp24.134.435.000. Barang bukti uang palsu tersebut ditemukan oleh beberapa bank swasta, bank pemerintah dan pengelolaan uang kertas yang dilakukan BI dan diserahkan ke Polri,&quot; ungkap Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Arief Sulistyanto dalam konferensi persnya di kantor BI, Selasa (13/9/2011).Dia melanjutkan, bahwa alasan pemusnahan barang bukti ini adalah karena pihaknya menjaga keamanan uang palsu tersebut. Di acara ini, dia juga membeberkan data pemalsuan uang yang terjadi beberapa tahun terakhir.&quot;Di 2008 ada 83 kasus, di 2009 ada 176 kasus, tahun lalu ada 153 kasus dan sampai Agustus ini sudah ada 67 kasus. Jumlahnya semakin menurun karena kesadaran masyarakat juga semakin tinggi,&quot; lanjut dia.Pelaku pemalsuan uang ini, menurutnya adalah sindikat pemalsu dalam negeri yang masih menggunakan teknologi yang sederhana.&quot;Kebanyakan dari mereka adalah sindikat pemalsu uang dengan teknologi yang sederhana. Misalnya seperti kemarin kasus di Kalimantan, ternyata setelah uang palsunya diteliti ada link dengan pemalsu uang asal Sukabumi. Modusnya yang paling banyak adalah dengan cara memfotokopi 79,9 persen dan diikuti dengan sistem laser 19 persen,&quot; papar dia.Di tempat yang sama, Kepala Biro Kebijakan Pengedaran Uang BI Eko Yulianto menilai bahwa uang rupiah termasuk gampang dipalsukan khususnya di daerah-daerah. &quot;Pasti lebih banyak di daerah-daerah. Kita kan punya Kantor BI itu 42 di seluruh Indonesia, jadi&amp;nbsp; itu uangnya masuk yang terbanyak dari Surabaya, Bandung, Semarang, dan Denpasar,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
