<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI : Negara Lain Juga Depresiasi</title><description>Terus melemahnya nilai tukar (depresiasi) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini, tidak perlu disingkapi dengan terlalu berlebihan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/09/14/20/502649/bi-negara-lain-juga-depresiasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/09/14/20/502649/bi-negara-lain-juga-depresiasi"/><item><title>BI : Negara Lain Juga Depresiasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/09/14/20/502649/bi-negara-lain-juga-depresiasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/09/14/20/502649/bi-negara-lain-juga-depresiasi</guid><pubDate>Rabu 14 September 2011 16:22 WIB</pubDate><dc:creator>Idris Rusadi Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/09/14/20/502649/WFCbFMYSUA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/09/14/20/502649/WFCbFMYSUA.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA - Terus melemahnya nilai tukar (depresiasi) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini, tidak perlu disingkapi dengan terlalu berlebihan. Karena, depresiasi bukan hanya pada rupiah. Deputi Gubernur BI Hartadi mengatakan, depresiasi rupiah yang terjadi di Indonesia, masih sama dengan rata-rata depresiasi negara lain yang terkena dampak krisis di Eropa. Dia menambahkan, rata-rata pelemahan mencapai 3,3 persen kalau ditambah hari ini. &quot;Itu berarti kita sama dengan negara lain. Kita tahan nafas dulu, tidak usah khawatir berlebihan,&quot; ungkap Hartadi ketika ditemui di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (14/9/2011)Hartadi meyakini, pelemahan rupiah akan segera berakhir dengan membaiknya kondisi Eropa, sejalan dengan terselesaikannya masalah krisis utang di Eropa. &quot;Negara-negara di dunia pasti tidak membiarkan Eropa itu jatuh, jadi pasti ada penyelematan dan solusi-solusi, ini hanya temporary,&quot; TambahnyaLebih lanjut dia mengatakan, saat ini BI selaku regulator instrumen moneter, akan terus mengantisipasi pelemahan rupiah dengan instrument instrumen moneter. Dia juga mengatakan, masih ada instrumen moneter yang belum digunakan untuk antisipasi pelemahan rupiah ini.&quot;Masih ada instrumen lain yang belum digunakan itu membeli Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dengan Valas, kalau betul-betul membesar kita akan gunakan itu,&quot; pungkasnya. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Terus melemahnya nilai tukar (depresiasi) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini, tidak perlu disingkapi dengan terlalu berlebihan. Karena, depresiasi bukan hanya pada rupiah. Deputi Gubernur BI Hartadi mengatakan, depresiasi rupiah yang terjadi di Indonesia, masih sama dengan rata-rata depresiasi negara lain yang terkena dampak krisis di Eropa. Dia menambahkan, rata-rata pelemahan mencapai 3,3 persen kalau ditambah hari ini. &quot;Itu berarti kita sama dengan negara lain. Kita tahan nafas dulu, tidak usah khawatir berlebihan,&quot; ungkap Hartadi ketika ditemui di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (14/9/2011)Hartadi meyakini, pelemahan rupiah akan segera berakhir dengan membaiknya kondisi Eropa, sejalan dengan terselesaikannya masalah krisis utang di Eropa. &quot;Negara-negara di dunia pasti tidak membiarkan Eropa itu jatuh, jadi pasti ada penyelematan dan solusi-solusi, ini hanya temporary,&quot; TambahnyaLebih lanjut dia mengatakan, saat ini BI selaku regulator instrumen moneter, akan terus mengantisipasi pelemahan rupiah dengan instrument instrumen moneter. Dia juga mengatakan, masih ada instrumen moneter yang belum digunakan untuk antisipasi pelemahan rupiah ini.&quot;Masih ada instrumen lain yang belum digunakan itu membeli Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dengan Valas, kalau betul-betul membesar kita akan gunakan itu,&quot; pungkasnya. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
