<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Air Galon Langka, Regulasi Harus Diperbaiki</title><description>Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan distribusi stok air  minum dalam kemasan galon ke tangan konsumen merupakan tanggung jawab  produsen dan distributor namun dibutuhkan perbaikan regulasi untuk  mendukung distribusi tersebut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/09/14/320/502669/air-galon-langka-regulasi-harus-diperbaiki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/09/14/320/502669/air-galon-langka-regulasi-harus-diperbaiki"/><item><title>Air Galon Langka, Regulasi Harus Diperbaiki</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/09/14/320/502669/air-galon-langka-regulasi-harus-diperbaiki</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/09/14/320/502669/air-galon-langka-regulasi-harus-diperbaiki</guid><pubDate>Rabu 14 September 2011 16:53 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Sinaga </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/09/14/320/502669/JUd7RQE9M0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/09/14/320/502669/JUd7RQE9M0.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan distribusi stok air minum dalam kemasan galon ke tangan konsumen merupakan tanggung jawab produsen dan distributor namun dibutuhkan perbaikan regulasi untuk mendukung distribusi tersebut.&quot;Mutlak diperlukan perbaikan regulasi, selain itu pelaku usaha harus melakukan inovasi untuk mengubah pola distribusi, tidak harus menggunakan tronton. Bisa saja menggunakan kendaraan lebih kecil,&quot; ujar Anggota Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi di Jakarta, belum lama ini.Endang Mulyadi, Kasubdit Barang Strategis Direktorat Bahan Pokok dan Barang Strategis Ditjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) menyatakan dalam rapat koordinasi persiapan angkutan lebaran telah mengusulkan agar AMDK mendapatkan prioritas dalam pengangkutannya selama masa angkutan Lebaran 2011.&quot;Selain itu perlu melakukan penyediaan infrastruktur pergudangan untuk menyimpanan atau mengoptimalkan stok AMDK khususnya ukuran galon didistribusi point yang strategis pada saat sebelum masa pelarangan,&quot; ujarnya.Pihak PDN juga melihat perlunya pemetaan terhadap lokasi atau wilayah yang kebutuhan AMDK tinggi agar kelancaran pemasokan di wilayah tersebut tidak mengganggu kelancaran lalu lintas pada masa lebaran.</description><content:encoded>JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan distribusi stok air minum dalam kemasan galon ke tangan konsumen merupakan tanggung jawab produsen dan distributor namun dibutuhkan perbaikan regulasi untuk mendukung distribusi tersebut.&quot;Mutlak diperlukan perbaikan regulasi, selain itu pelaku usaha harus melakukan inovasi untuk mengubah pola distribusi, tidak harus menggunakan tronton. Bisa saja menggunakan kendaraan lebih kecil,&quot; ujar Anggota Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi di Jakarta, belum lama ini.Endang Mulyadi, Kasubdit Barang Strategis Direktorat Bahan Pokok dan Barang Strategis Ditjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) menyatakan dalam rapat koordinasi persiapan angkutan lebaran telah mengusulkan agar AMDK mendapatkan prioritas dalam pengangkutannya selama masa angkutan Lebaran 2011.&quot;Selain itu perlu melakukan penyediaan infrastruktur pergudangan untuk menyimpanan atau mengoptimalkan stok AMDK khususnya ukuran galon didistribusi point yang strategis pada saat sebelum masa pelarangan,&quot; ujarnya.Pihak PDN juga melihat perlunya pemetaan terhadap lokasi atau wilayah yang kebutuhan AMDK tinggi agar kelancaran pemasokan di wilayah tersebut tidak mengganggu kelancaran lalu lintas pada masa lebaran.</content:encoded></item></channel></rss>
