<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengusaha Terus Desak TDL Rumah Tangga Dinaikkan Juga</title><description>Kalangan pengusaha menilai kenaikan tarif dasar listrik (TDL) tidak akan  terlalu memberatkan bagi masyarakat. Bahkan sektor rumah tangga dengan  daya rendah sekalipun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/09/23/19/506048/pengusaha-terus-desak-tdl-rumah-tangga-dinaikkan-juga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/09/23/19/506048/pengusaha-terus-desak-tdl-rumah-tangga-dinaikkan-juga"/><item><title>Pengusaha Terus Desak TDL Rumah Tangga Dinaikkan Juga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/09/23/19/506048/pengusaha-terus-desak-tdl-rumah-tangga-dinaikkan-juga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/09/23/19/506048/pengusaha-terus-desak-tdl-rumah-tangga-dinaikkan-juga</guid><pubDate>Jum'at 23 September 2011 08:30 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/09/23/19/506048/TFdkD7W7MX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Logo Apindo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/09/23/19/506048/TFdkD7W7MX.jpg</image><title>Logo Apindo</title></images><description>JAKARTA - Kalangan pengusaha menilai kenaikan tarif dasar listrik (TDL) tidak akan terlalu memberatkan bagi masyarakat. Bahkan sektor rumah tangga dengan daya rendah sekalipun.&quot;Kalau TDL dinaikkan 3-5 persen, saya pikir tidak akan memberatkan masyarakat, bahkan sektor rumah tangga sekalipun karena paling kenaikannya tak lebih dari Rp10 ribu per bulan,&quot; ungkap Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi ketika dihubungi okezone di Jakarta, Jumat (23/9/2011).Terkait dengan rencana kenaikan TDL yang diprediksikan akan dilakukan pemerintah April mendatang, Sofyan meminta kenaikan ini diterapkan pada semua kalangan dan bukan hanya pada industri saja seperti yang direncanakan pemerintah.&quot;Itu yang kemarin saya bicara sama Pak Hatta (Hatta Rajasa), pada dasarnya kalau naik kita sudah sepakat. Namun, naiknya jangan 10 persen dan diberlakukan ke semua kalangan, tiga sampai lima persen saja, buat semua kalangan termasuk rumah tangga,&quot; lanjutnya.Hal ini dikarenakan pemerintah sudah terlalu berat menanggung subsidi listrik yang jumlahnya mencapai Rp40,7 miliar dan paling banyak dinikmati kalangan rumah tangga.&quot;Subsidi listrik paling banyak diterima rumah tangga, jadi kenaikan 3-5 persen itu wajar saja, tidak memberatkan. Kebutuhan masyarakat, meskipun kalangan bawah itu untuk listrik baru nomor empat, yang sebelum-sebelumnya itu pulsa, makan, dan rokok. Kalau tiga pos ini naik mereka tidak keberatan, tapi kalau listrik mereka ribut,&quot; tandas Sofyan.</description><content:encoded>JAKARTA - Kalangan pengusaha menilai kenaikan tarif dasar listrik (TDL) tidak akan terlalu memberatkan bagi masyarakat. Bahkan sektor rumah tangga dengan daya rendah sekalipun.&quot;Kalau TDL dinaikkan 3-5 persen, saya pikir tidak akan memberatkan masyarakat, bahkan sektor rumah tangga sekalipun karena paling kenaikannya tak lebih dari Rp10 ribu per bulan,&quot; ungkap Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi ketika dihubungi okezone di Jakarta, Jumat (23/9/2011).Terkait dengan rencana kenaikan TDL yang diprediksikan akan dilakukan pemerintah April mendatang, Sofyan meminta kenaikan ini diterapkan pada semua kalangan dan bukan hanya pada industri saja seperti yang direncanakan pemerintah.&quot;Itu yang kemarin saya bicara sama Pak Hatta (Hatta Rajasa), pada dasarnya kalau naik kita sudah sepakat. Namun, naiknya jangan 10 persen dan diberlakukan ke semua kalangan, tiga sampai lima persen saja, buat semua kalangan termasuk rumah tangga,&quot; lanjutnya.Hal ini dikarenakan pemerintah sudah terlalu berat menanggung subsidi listrik yang jumlahnya mencapai Rp40,7 miliar dan paling banyak dinikmati kalangan rumah tangga.&quot;Subsidi listrik paling banyak diterima rumah tangga, jadi kenaikan 3-5 persen itu wajar saja, tidak memberatkan. Kebutuhan masyarakat, meskipun kalangan bawah itu untuk listrik baru nomor empat, yang sebelum-sebelumnya itu pulsa, makan, dan rokok. Kalau tiga pos ini naik mereka tidak keberatan, tapi kalau listrik mereka ribut,&quot; tandas Sofyan.</content:encoded></item></channel></rss>
