<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saham Inalum Harus Satu Suara</title><description>Menperin Hidayat menghimbau agar daerah  mengirimkan delegasi untuk mewakili suaranya di saham PT Inalum pasca akan diambil alih oleh pemerintah. </description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/09/25/19/506829/saham-inalum-harus-satu-suara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/09/25/19/506829/saham-inalum-harus-satu-suara"/><item><title>Saham Inalum Harus Satu Suara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/09/25/19/506829/saham-inalum-harus-satu-suara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/09/25/19/506829/saham-inalum-harus-satu-suara</guid><pubDate>Minggu 25 September 2011 18:58 WIB</pubDate><dc:creator>Sandra Karina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/09/25/19/506829/LAAWzSvee5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Logo. PT Inalum</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/09/25/19/506829/LAAWzSvee5.jpg</image><title>Logo. PT Inalum</title></images><description>MEDAN - Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat menghimbau agar daerah mengirimkan delegasi tetap untuk mewakili suaranya di saham PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) pasca diambil alih oleh pemerintah. Hingga saat ini, Hidayat telah menerima empat perwakilan berbeda yang bicara atas nama Sumatera Utara (Sumut). Pemda Sumut, kata dia, telah meminta kepemilikian atas 60 persen saham Inalum pasca dimiliki sepenuhnya oleh Indonesia. &quot;Saya minta teman-teman di Sumut pada waktunya nanti di forum yang akan membahas (saham Inalum) agar diwakili oleh delegasi yang merepresentasikan Sumut secara sah atau didukung,&amp;rdquo; kata Hidayat di Medan akhir pekan lalu. Keempat delegasi tersebut adalah perwakilan dari DPD Sumut, asosiasi bupati, kelompok pengusaha, dan Bappeda. Pada dasarnya, menurut Hidayat, keempat delegasi itu mengajukan suara yang sama. &amp;ldquo;Karena bicara secara terpisah, ada kesan Sumut tidak direpresentasikan satu suara. Saya belum menanggapi permintaannya, tapi secara umum sama semuanya isinya,&amp;rdquo; jelas Hidayat.Sementara itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam anggaran tahun 2012 menjadwalkan, persiapan pengambilalihan Inalum yang kontrak kerjasama dengan Jepang akan jatuh tempo pada 2013.Persiapan itu termasuk penghitungan aset yang ada dengan konsultan independen. Kemudian, pemerintah pusat akan membentuk badan usaha yang mengoperasikan Inalum. Strukturnya, ujar Hidayat, bisa melalui ambil alih oleh BUMN yang siap atau dibuat sinergi BUMN yang baru. &amp;ldquo;Atau bentuk lain, kita belum tahu. Yang pasti, pasca pengambilalihan Inalum, Sumut akan menjadi kluster industri basis aluminium yang akan memenuhi kebutuhan aluminium nasional,&amp;rdquo; ujarnya. Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Anshari Bukhari pernah mengatakan, hingga saat ini, masih terdapat dua pilihan lembaga pengelola Inalum yakni membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru, atau konsorsium dari beberapa BUMN yang sudah ada. &amp;ldquo;Saat ini, masih dalam proses menimbang keuntungan dan kerugian dari dua opsi tersebut,&amp;rdquo; tambahnya. (mrt)</description><content:encoded>MEDAN - Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat menghimbau agar daerah mengirimkan delegasi tetap untuk mewakili suaranya di saham PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) pasca diambil alih oleh pemerintah. Hingga saat ini, Hidayat telah menerima empat perwakilan berbeda yang bicara atas nama Sumatera Utara (Sumut). Pemda Sumut, kata dia, telah meminta kepemilikian atas 60 persen saham Inalum pasca dimiliki sepenuhnya oleh Indonesia. &quot;Saya minta teman-teman di Sumut pada waktunya nanti di forum yang akan membahas (saham Inalum) agar diwakili oleh delegasi yang merepresentasikan Sumut secara sah atau didukung,&amp;rdquo; kata Hidayat di Medan akhir pekan lalu. Keempat delegasi tersebut adalah perwakilan dari DPD Sumut, asosiasi bupati, kelompok pengusaha, dan Bappeda. Pada dasarnya, menurut Hidayat, keempat delegasi itu mengajukan suara yang sama. &amp;ldquo;Karena bicara secara terpisah, ada kesan Sumut tidak direpresentasikan satu suara. Saya belum menanggapi permintaannya, tapi secara umum sama semuanya isinya,&amp;rdquo; jelas Hidayat.Sementara itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam anggaran tahun 2012 menjadwalkan, persiapan pengambilalihan Inalum yang kontrak kerjasama dengan Jepang akan jatuh tempo pada 2013.Persiapan itu termasuk penghitungan aset yang ada dengan konsultan independen. Kemudian, pemerintah pusat akan membentuk badan usaha yang mengoperasikan Inalum. Strukturnya, ujar Hidayat, bisa melalui ambil alih oleh BUMN yang siap atau dibuat sinergi BUMN yang baru. &amp;ldquo;Atau bentuk lain, kita belum tahu. Yang pasti, pasca pengambilalihan Inalum, Sumut akan menjadi kluster industri basis aluminium yang akan memenuhi kebutuhan aluminium nasional,&amp;rdquo; ujarnya. Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Anshari Bukhari pernah mengatakan, hingga saat ini, masih terdapat dua pilihan lembaga pengelola Inalum yakni membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru, atau konsorsium dari beberapa BUMN yang sudah ada. &amp;ldquo;Saat ini, masih dalam proses menimbang keuntungan dan kerugian dari dua opsi tersebut,&amp;rdquo; tambahnya. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
