<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kesalahan Masyarakat dalam Berasuransi</title><description>Memilih asuransi yang tepat adalah angan dari semua orang. Asuransi  diklaim bisa menyelematkan kehidupan maupun keluarga di masa mendatang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/10/01/320/509484/kesalahan-masyarakat-dalam-berasuransi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/10/01/320/509484/kesalahan-masyarakat-dalam-berasuransi"/><item><title>Kesalahan Masyarakat dalam Berasuransi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/10/01/320/509484/kesalahan-masyarakat-dalam-berasuransi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/10/01/320/509484/kesalahan-masyarakat-dalam-berasuransi</guid><pubDate>Sabtu 01 Oktober 2011 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Idris Rusadi Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/01/320/509484/6TcCbfWJJU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/01/320/509484/6TcCbfWJJU.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA - Memilih asuransi yang tepat adalah angan dari semua orang. Asuransi diklaim bisa menyelematkan kehidupan maupun keluarga di masa mendatang.Aidil akbar, penulis buku Shocking Unitlink&amp;nbsp; mengatakan, kesalahan pertama dan mutlak dalam asuransi adalah masyarakat menepatkan anak dalam polish asuransi. Padahal anak ini katanya belum cakap hukum sehingga tidak bisa dijadikan ahli waris.&quot;Cakap hukum di sini apabila anak sudah umur 21 tahun atau sudah menikah,&quot; ungkap Aidil dalam acara bedah buku di Jakarta, Sabtu (1/10/2011).Lebih lanjut dia mengatakan, kesalahan yang sering dilakukan masyarakat adalah tentang asuransi pendidikan anak. &quot; Kalau yang diasuransikan anaknya secara logika premi asuransinya keluar kalau anaknya sudah meninggal,&quot; jelasnya.Kurang cakapnya masyarakat Indonesia dalam berasuransi menjadi suatu kesalahan dalam berasuransi, seperti menghitung uang proteksi yang tidak maksimal. &quot;Karena mengambil produknya tidak maksimal, jadi uang proteksi yang kembali juga tidak maksimal. Untuk mendapatkan maksimal uang proteksi carilah produk yang murni atau alamiah sehingga hasil juga maksimal,&quot; tutupnya. (nia)</description><content:encoded>JAKARTA - Memilih asuransi yang tepat adalah angan dari semua orang. Asuransi diklaim bisa menyelematkan kehidupan maupun keluarga di masa mendatang.Aidil akbar, penulis buku Shocking Unitlink&amp;nbsp; mengatakan, kesalahan pertama dan mutlak dalam asuransi adalah masyarakat menepatkan anak dalam polish asuransi. Padahal anak ini katanya belum cakap hukum sehingga tidak bisa dijadikan ahli waris.&quot;Cakap hukum di sini apabila anak sudah umur 21 tahun atau sudah menikah,&quot; ungkap Aidil dalam acara bedah buku di Jakarta, Sabtu (1/10/2011).Lebih lanjut dia mengatakan, kesalahan yang sering dilakukan masyarakat adalah tentang asuransi pendidikan anak. &quot; Kalau yang diasuransikan anaknya secara logika premi asuransinya keluar kalau anaknya sudah meninggal,&quot; jelasnya.Kurang cakapnya masyarakat Indonesia dalam berasuransi menjadi suatu kesalahan dalam berasuransi, seperti menghitung uang proteksi yang tidak maksimal. &quot;Karena mengambil produknya tidak maksimal, jadi uang proteksi yang kembali juga tidak maksimal. Untuk mendapatkan maksimal uang proteksi carilah produk yang murni atau alamiah sehingga hasil juga maksimal,&quot; tutupnya. (nia)</content:encoded></item></channel></rss>
