<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Industri Tekstil dan Sawit Primadona Ekspor Nonmigas</title><description>Sektor industri ternyata menjadi kontributor terbesar dalam kinerja  ekspor nonmigas Indonesia. Per Agustus 2011, industri tekstil dan produk  tekstil (TPT) saja menyumbang ekspor senilai USD7,422 miliar, disusul  kemudian oleh industri sawit senilai USD7,304 miliar. </description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/10/03/320/510218/industri-tekstil-dan-sawit-primadona-ekspor-nonmigas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/10/03/320/510218/industri-tekstil-dan-sawit-primadona-ekspor-nonmigas"/><item><title>Industri Tekstil dan Sawit Primadona Ekspor Nonmigas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/10/03/320/510218/industri-tekstil-dan-sawit-primadona-ekspor-nonmigas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/10/03/320/510218/industri-tekstil-dan-sawit-primadona-ekspor-nonmigas</guid><pubDate>Senin 03 Oktober 2011 17:44 WIB</pubDate><dc:creator>Rifa Nadia Nurfuadah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/03/320/510218/231EwCrcgJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">image: corbis.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/03/320/510218/231EwCrcgJ.jpg</image><title>image: corbis.com</title></images><description>JAKARTA - Sektor industri ternyata menjadi kontributor terbesar dalam kinerja ekspor nonmigas Indonesia. Per Agustus 2011, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) saja menyumbang ekspor senilai USD7,422 miliar, disusul kemudian oleh industri sawit senilai USD7,304 miliar. Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar memaparkan, kontribusi sektor industri dalam kinerja ekspor nonmigas tumbuh 36,33 persen. Dengan kata lain, sektor industri menyumbang ekspor hingga USD81,89 miliar dari USD61,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mahendra merinci, selain TPT dan sawit, industri elektronik mengekspor komoditas hingga USD6,678 miliar, karet dan produk karet USD5,921 miliar, produk hasil hutan USD5,739 juta, serta alas kaki USD1,633 miliar. Sementara, nilai ekspor industri automotif ialah USD1,577 miliar, kakao USD1,028 miliar, udang USD605,9 juta, dan kopi USD498,2 juta.&quot;Dominasi dan kenaikan ekspor barang-barang dari sektor industri bisa menjadi salah satu indikator bahwa industri di Tanah Air telah on track, seiring digalakkannya hilirisasi industri,&quot; klaim Mahendra di Gedung Kemendag, Jakarta, Senin (3/10/2011).Dia mengimbuhkan, selama Januari hingga Agustus 2011, ekspor nonmigas tumbuh 31,5 persen. Dari angka itu, 25,2 persen di antaranya bersumber dari sektor industri. Sementara, sisanya disumbang pertambangan (enam persen), dan pertanian (0,2 persen). Dia menuturkan, selama periode yang sama pula, nilai ekspor sepuluh produk utama nonmigas hampir semuanya mengalami peningkatan, kecuali produk kakao.Pelemahan ekspor produk kakao ini dipicu menurunnya volume ekspor biji kakao 50,5 persen, sedangkan ekspor kakao olahan meningkat 58 persen. Total nilai ekspor Indonesia hingga Agustus 2011 adalah USD134,8 miliar atau meningkat 36,6 persen. Dari angka tersebut, ekspor nonmigas menyumbang USD107,4 miliar atau naik 31,4 persen YoY. Sementara, ekspor migas naik 61,3 persen YoY dan berkontribusi USD27,4 miliar. (rfa)</description><content:encoded>JAKARTA - Sektor industri ternyata menjadi kontributor terbesar dalam kinerja ekspor nonmigas Indonesia. Per Agustus 2011, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) saja menyumbang ekspor senilai USD7,422 miliar, disusul kemudian oleh industri sawit senilai USD7,304 miliar. Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar memaparkan, kontribusi sektor industri dalam kinerja ekspor nonmigas tumbuh 36,33 persen. Dengan kata lain, sektor industri menyumbang ekspor hingga USD81,89 miliar dari USD61,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mahendra merinci, selain TPT dan sawit, industri elektronik mengekspor komoditas hingga USD6,678 miliar, karet dan produk karet USD5,921 miliar, produk hasil hutan USD5,739 juta, serta alas kaki USD1,633 miliar. Sementara, nilai ekspor industri automotif ialah USD1,577 miliar, kakao USD1,028 miliar, udang USD605,9 juta, dan kopi USD498,2 juta.&quot;Dominasi dan kenaikan ekspor barang-barang dari sektor industri bisa menjadi salah satu indikator bahwa industri di Tanah Air telah on track, seiring digalakkannya hilirisasi industri,&quot; klaim Mahendra di Gedung Kemendag, Jakarta, Senin (3/10/2011).Dia mengimbuhkan, selama Januari hingga Agustus 2011, ekspor nonmigas tumbuh 31,5 persen. Dari angka itu, 25,2 persen di antaranya bersumber dari sektor industri. Sementara, sisanya disumbang pertambangan (enam persen), dan pertanian (0,2 persen). Dia menuturkan, selama periode yang sama pula, nilai ekspor sepuluh produk utama nonmigas hampir semuanya mengalami peningkatan, kecuali produk kakao.Pelemahan ekspor produk kakao ini dipicu menurunnya volume ekspor biji kakao 50,5 persen, sedangkan ekspor kakao olahan meningkat 58 persen. Total nilai ekspor Indonesia hingga Agustus 2011 adalah USD134,8 miliar atau meningkat 36,6 persen. Dari angka tersebut, ekspor nonmigas menyumbang USD107,4 miliar atau naik 31,4 persen YoY. Sementara, ekspor migas naik 61,3 persen YoY dan berkontribusi USD27,4 miliar. (rfa)</content:encoded></item></channel></rss>
