<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Data Beras BPS Diragukan Keakuratannya</title><description>Ada kejanggalan data Badan Pusat Statistik (BPS) atas produksi beras.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/10/13/320/514712/data-beras-bps-diragukan-keakuratannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/10/13/320/514712/data-beras-bps-diragukan-keakuratannya"/><item><title>Data Beras BPS Diragukan Keakuratannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/10/13/320/514712/data-beras-bps-diragukan-keakuratannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/10/13/320/514712/data-beras-bps-diragukan-keakuratannya</guid><pubDate>Kamis 13 Oktober 2011 13:05 WIB</pubDate><dc:creator>Saugi Riyandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/13/320/514712/OxjVXPYPYq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/13/320/514712/OxjVXPYPYq.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Ada kejanggalan data Badan Pusat Statistik (BPS) atas produksi beras.&quot;Datanya harus diperbaiki karena adanya ketidaksinkronan data-data yang selama ini ada,&quot; ujar Ketua Kontak Tani Nasional Andalan (KTNA) Winarno diskusi Majalah TRUST dengan tema &quot;Menyoal Data Perberasan Nasional &quot; di Auditorium MNC Tower, Jakarta, Kamis (13/10/2011).Menurutnya, dari data itu bisa menentukan kebijakan impor dan ekspor. &quot;Datanya harus direvisi sehingga lebih akurat, data ini kan nanti dipakai buat kebijakan,&quot; tambahnya.Sebagai informasi, sampai semester pertama data BPS menunjukkan produksi beras surplus sebanyak empat juta ton. Sedangkan KTNA sendiri menilai nilai itu tidak akurat karena masih banyak impor yang dilakukan pemerintah.&quot;Kalau surplus segitu kita tidak harus impor kan, kita bisa swasembada tapi apa buktinya kita masih impor berarti ada yang salah,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ada kejanggalan data Badan Pusat Statistik (BPS) atas produksi beras.&quot;Datanya harus diperbaiki karena adanya ketidaksinkronan data-data yang selama ini ada,&quot; ujar Ketua Kontak Tani Nasional Andalan (KTNA) Winarno diskusi Majalah TRUST dengan tema &quot;Menyoal Data Perberasan Nasional &quot; di Auditorium MNC Tower, Jakarta, Kamis (13/10/2011).Menurutnya, dari data itu bisa menentukan kebijakan impor dan ekspor. &quot;Datanya harus direvisi sehingga lebih akurat, data ini kan nanti dipakai buat kebijakan,&quot; tambahnya.Sebagai informasi, sampai semester pertama data BPS menunjukkan produksi beras surplus sebanyak empat juta ton. Sedangkan KTNA sendiri menilai nilai itu tidak akurat karena masih banyak impor yang dilakukan pemerintah.&quot;Kalau surplus segitu kita tidak harus impor kan, kita bisa swasembada tapi apa buktinya kita masih impor berarti ada yang salah,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
