<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Kami Tidak Membenci Malaysia, Tapi...&quot;</title><description>Rencana masuknya 100 usaha waralaba asal Malaysia ke Indonesia dinilai bukan hal aneh.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/10/14/320/515376/kami-tidak-membenci-malaysia-tapi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/10/14/320/515376/kami-tidak-membenci-malaysia-tapi"/><item><title>&quot;Kami Tidak Membenci Malaysia, Tapi...&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/10/14/320/515376/kami-tidak-membenci-malaysia-tapi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/10/14/320/515376/kami-tidak-membenci-malaysia-tapi</guid><pubDate>Jum'at 14 Oktober 2011 16:42 WIB</pubDate><dc:creator>Saugi Riyandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/14/320/515376/9hY9UpPS8f.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/14/320/515376/9hY9UpPS8f.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Rencana masuknya 100 usaha waralaba asal Malaysia ke Indonesia dinilai bukan hal aneh.&quot;Kita tidak aneh dengar itu soalnya pasar kita sangat bebas,&quot; ujar Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Kadin Amir Karamoy yang ditemui dalam acara pembukaan &quot;The 9th Edition of Franchise &amp;amp; License Expo 2011&quot; di Jakarta Convention Center, Jakarta Jumat (14/10/2011).Menurutnya, Kadin tidak mendukung rencana itu karena seharusnya ada peraturan dari pemerintah untuk membatasi waralaba asing. &quot;Ada 100 usaha waralaba asal Malaysia, kami tidak dukung itu. Bukannya kami membenci Malaysia dan ini jadi peringatan buat pemerintah,&quot; jelas Amir.Kadin tidak mau jika Indonesia hanya jadi pasar saja. Sedangkan kalau untuk mengekspor waralaba itu, selalu dihadang.&quot;Kita cuma jadi pasar. Terus terang kami ingin membatasi jangan jadi pasar saja. Giliran kami keluar malah tidak didukung pemerintah,&quot; tegasnya.Amir mengatakan, pihaknya bersama pemerintah telah merencanakan berbagai macam aturan soal waralaba tapi realisasinya belum ada sampai sekarang. &quot;Kita sudah banyak bicara tapi pemerintahnya malah dimutasi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Rencana masuknya 100 usaha waralaba asal Malaysia ke Indonesia dinilai bukan hal aneh.&quot;Kita tidak aneh dengar itu soalnya pasar kita sangat bebas,&quot; ujar Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Kadin Amir Karamoy yang ditemui dalam acara pembukaan &quot;The 9th Edition of Franchise &amp;amp; License Expo 2011&quot; di Jakarta Convention Center, Jakarta Jumat (14/10/2011).Menurutnya, Kadin tidak mendukung rencana itu karena seharusnya ada peraturan dari pemerintah untuk membatasi waralaba asing. &quot;Ada 100 usaha waralaba asal Malaysia, kami tidak dukung itu. Bukannya kami membenci Malaysia dan ini jadi peringatan buat pemerintah,&quot; jelas Amir.Kadin tidak mau jika Indonesia hanya jadi pasar saja. Sedangkan kalau untuk mengekspor waralaba itu, selalu dihadang.&quot;Kita cuma jadi pasar. Terus terang kami ingin membatasi jangan jadi pasar saja. Giliran kami keluar malah tidak didukung pemerintah,&quot; tegasnya.Amir mengatakan, pihaknya bersama pemerintah telah merencanakan berbagai macam aturan soal waralaba tapi realisasinya belum ada sampai sekarang. &quot;Kita sudah banyak bicara tapi pemerintahnya malah dimutasi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
