<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dana Pembelian Inalum Mulai Disiapkan</title><description>Rencana besar nasionalisasi industri pertambangan mulai direalisasikan  pemerintah. Melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP), dana untuk  mengakuisisi secara utuh PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum)  disiapkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/10/16/320/515912/dana-pembelian-inalum-mulai-disiapkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/10/16/320/515912/dana-pembelian-inalum-mulai-disiapkan"/><item><title>Dana Pembelian Inalum Mulai Disiapkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/10/16/320/515912/dana-pembelian-inalum-mulai-disiapkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/10/16/320/515912/dana-pembelian-inalum-mulai-disiapkan</guid><pubDate>Minggu 16 Oktober 2011 13:45 WIB</pubDate><dc:creator>Arif Sinaga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/16/320/515912/ELwy1dk3zt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/16/320/515912/ELwy1dk3zt.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>BOGOR - Rencana besar nasionalisasi industri pertambangan mulai direalisasikan pemerintah. Melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP), dana untuk mengakuisisi secara utuh PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) disiapkan.&quot;2012, akan ada Penyertaan Modal Negara (PMN) yang sedang dalam proses persetujuan DPR sebesar Rp3,2 triliun buat PIP. Rencana kami Rp1,2 triliun untuk pembiayaan infrastruktur dasar seperti jalan, sekolah dan jembatan, sisanya Rp2 triliun untuk mencicil pembelian Inalum,&quot; kata Kepala PIP, Soritaon Siregar dalam media gathering di Bogor, Jumat (14/10) malam.Soritaon mengatakan, pada 2012 nanti&amp;nbsp; pihaknya mulai 'menabung' dana sebesar Rp2 triliun dari kebutuhan dana pembelian saham di Inalum yang diperkirakan menelan investasi USD700 juta atau sekitar Rp6,3 triliun pada 2013 mendatang. Menurutnya pula, dana sebesar itu akan dialokasikan dari dana tambahan penyertaan modal pemerintah 2012 sebesar Rp 3,2 triliun.&quot;Untuk menutup kekurangan dana investasi yang dibutuhkan nanti, pada 2013 PIP kembali akan meminta PMN sebesar Rp3 triliun lagi dari pemerintah,&quot; tandasnya.Namun kendati baru akan digunakan tahun 2013, saat kontrak karya habis, dipastikan dana 'tabungan' sebesar Rp2 triliun yang disiapkan tak akan dibiarkan menganggur dan akan diinvestasikan ke saham, Surat Utang Negara (SUN), ORI atau yang lancar likuditasnya. (nia)</description><content:encoded>BOGOR - Rencana besar nasionalisasi industri pertambangan mulai direalisasikan pemerintah. Melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP), dana untuk mengakuisisi secara utuh PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) disiapkan.&quot;2012, akan ada Penyertaan Modal Negara (PMN) yang sedang dalam proses persetujuan DPR sebesar Rp3,2 triliun buat PIP. Rencana kami Rp1,2 triliun untuk pembiayaan infrastruktur dasar seperti jalan, sekolah dan jembatan, sisanya Rp2 triliun untuk mencicil pembelian Inalum,&quot; kata Kepala PIP, Soritaon Siregar dalam media gathering di Bogor, Jumat (14/10) malam.Soritaon mengatakan, pada 2012 nanti&amp;nbsp; pihaknya mulai 'menabung' dana sebesar Rp2 triliun dari kebutuhan dana pembelian saham di Inalum yang diperkirakan menelan investasi USD700 juta atau sekitar Rp6,3 triliun pada 2013 mendatang. Menurutnya pula, dana sebesar itu akan dialokasikan dari dana tambahan penyertaan modal pemerintah 2012 sebesar Rp 3,2 triliun.&quot;Untuk menutup kekurangan dana investasi yang dibutuhkan nanti, pada 2013 PIP kembali akan meminta PMN sebesar Rp3 triliun lagi dari pemerintah,&quot; tandasnya.Namun kendati baru akan digunakan tahun 2013, saat kontrak karya habis, dipastikan dana 'tabungan' sebesar Rp2 triliun yang disiapkan tak akan dibiarkan menganggur dan akan diinvestasikan ke saham, Surat Utang Negara (SUN), ORI atau yang lancar likuditasnya. (nia)</content:encoded></item></channel></rss>
