<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atut Gubernur Lagi, Ekonomi Banten Melesat</title><description>Nama Provinsi Banten bakal tercatat secara monumental  dalam sejarah Indonesia, bila kelak Jembatan Selat Sunda (JSS) yang  menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera sudah beroperasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/10/24/426/519794/atut-gubernur-lagi-ekonomi-banten-melesat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/10/24/426/519794/atut-gubernur-lagi-ekonomi-banten-melesat"/><item><title>Atut Gubernur Lagi, Ekonomi Banten Melesat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/10/24/426/519794/atut-gubernur-lagi-ekonomi-banten-melesat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/10/24/426/519794/atut-gubernur-lagi-ekonomi-banten-melesat</guid><pubDate>Senin 24 Oktober 2011 19:13 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/24/426/519794/ZHStksluDJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah (ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/24/426/519794/ZHStksluDJ.jpg</image><title>Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah (ist)</title></images><description>SERANG - Nama Provinsi Banten bakal tercatat secara monumental  dalam sejarah Indonesia, bila kelak Jembatan Selat Sunda (JSS) yang  menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera sudah beroperasi. Pasalnya,  jembatan yang membentang di atas lautan antara Provinsi Banten dan  Lampung tersebut bakal menjadi rekor baru dunia sebagai jembatan  terpanjang, yaitu 31 kilometer.Jembatan yang diperkirakan dapat  mulai dioperasionalkan pada 2025 itu, merupakan sebuah megaproyek karena  diprediksi bakal menelan biaya Rp100 triliun. Tentu saja, JSS akan  membuat posisi Banten sebagai provinsi di Ujung Kulon Pulau Jawa ini,  menjadi sangat strategis dan menerima dampak ekonomi yang luar biasa  besar.Adalah gubernur Banten, Hj Ratu Atut Chosiyah yang  memiliki andil besar dalam merealisasikan proyek raksasa tersebut. Dia  terus melakukan kontak dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Presiden  Bambang Yudhoyono agar segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres)  tentang JSS.Terakhir, Ratu Atut menanyakan langsung soal Perpres  sebagai payung hukum pembangunan JSS kepada SBY pada acara haul Syeikh  Nawawi Al-Bantani Ke-118, 23 September yang lalu, di Pondok pesantren  An-Nawawi, desa Tanara, Banten. &quot;Kalau bisa Perpresnya buru-buru  dikeluarkan,&quot; ujar Ratu Atut.&quot;JSS untuk mengintegrasikan  perekonomian Jawa dan Sumatera. Pembangunan juga berguna untuk  meningkatkan efisiensi dan efektivitas investasi berskala besar yang  perlu didukung dengan langkah-langkah terpadu dalam bentuk pengembangan  wilayah terutama kawasan sekitar Selat Sunda. Jembatan tersebut bisa  dipastikan akan bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi Banten, khususnya  wilayah bagian selatan,&quot; katanya.Permintaan Atut langsung direspon positif oleh SBY.&amp;nbsp; &quot;Insya Allah dalam waktu dekat keppres bisa dikeluarkan. Sebagai bentuk pertanggungjawaban saya, Insya Allah sebelum 2014 bisa dimulai pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS),&quot; kata Presiden SBY.Saat  ini Ratu Atut termasuk salah satu calon Gubernur Banten dan menggandeng  H Rano Karno, pada Pemilukada Banten 2011, Sabtu (22/10/2011).  Berdasarkan lembaga yang menyelenggarakan hitung cepat, hasil sementara  menunjukkan pasangan Atut-Rano masih unggul dari dua rivalnya, yaitu  Wahidin Halim-Irna Narulita dan Jazuli Juwaini-Makmun Muzaki.Jika  pasangan Rano Karno ini dilantik kembali sebagai Gubernur Banten untuk  periode 2012-2017, dapat dipastikan Ratu Atut akan lebih optimal  mengawal pembangunan jebatan tersebut. Pasalnya, ia paham betul bahwa  JSS akan memberikan manfaat besar bagi laju pertumbuhan ekonomi rakyat  Banten secara keseluruhan, yang pada gilirannya dapat mempercepat  peningkatkan kesejahteraan.Selain megaproyek JSS, Ketua DPP  Partai Golkar ini juga berjanji akan mendorong realisasi megaproyek  Bendungan Karian, yang Kabupaten Lebak. Pasalnya, menurut dia, bendungan  tersebut akan memberikan manfaat besar bagi pemenuhan kebutuhan rakyat  Banten terhadap jaminan ketersiaan air baku. Selain itu, kebutuhan  pertanian dan industri juga bakal terjamin pada tahun-tahun yang akan  datang.&quot;Saya akan memberikan perhatian besar terhadap realisasi  Bendungan Karian, karena mengingat betapa besarnya manfaat yang akan  didapatkan oleh rakyat Banten, khususnya Kabupaten Lebak. Bendungan  Karian juga akan mengatasi masalah kebutuhan air bersih pada musim  kemaru,&quot; tutur Atut.Laju pertumbuhan ekonomi regional Banten  telah mengalami peningkatan yang sangat pesat sebesar 6,25 persen. Ratu  Atut memperediksi pertumbuhan akan melaju semakin cepat, jika proyek  pembangunan pabrik baja, Jembatan Selat Sunda dan Bendungan karian sudah  beroperasi. &quot;Proyek-proyek itu akan menyerap banyak tenaga kerja dan  memberikan multiplayer effect,&quot; katanya.Pendek kata,  apabila Ratu Atut kembali dipercaya memimpin, percepatan pembangunan dan  laju pertumbuhan ekonomi Banten akan mengalami perkembangan yang sangat  pesat. (bs) (adv)</description><content:encoded>SERANG - Nama Provinsi Banten bakal tercatat secara monumental  dalam sejarah Indonesia, bila kelak Jembatan Selat Sunda (JSS) yang  menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera sudah beroperasi. Pasalnya,  jembatan yang membentang di atas lautan antara Provinsi Banten dan  Lampung tersebut bakal menjadi rekor baru dunia sebagai jembatan  terpanjang, yaitu 31 kilometer.Jembatan yang diperkirakan dapat  mulai dioperasionalkan pada 2025 itu, merupakan sebuah megaproyek karena  diprediksi bakal menelan biaya Rp100 triliun. Tentu saja, JSS akan  membuat posisi Banten sebagai provinsi di Ujung Kulon Pulau Jawa ini,  menjadi sangat strategis dan menerima dampak ekonomi yang luar biasa  besar.Adalah gubernur Banten, Hj Ratu Atut Chosiyah yang  memiliki andil besar dalam merealisasikan proyek raksasa tersebut. Dia  terus melakukan kontak dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Presiden  Bambang Yudhoyono agar segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres)  tentang JSS.Terakhir, Ratu Atut menanyakan langsung soal Perpres  sebagai payung hukum pembangunan JSS kepada SBY pada acara haul Syeikh  Nawawi Al-Bantani Ke-118, 23 September yang lalu, di Pondok pesantren  An-Nawawi, desa Tanara, Banten. &quot;Kalau bisa Perpresnya buru-buru  dikeluarkan,&quot; ujar Ratu Atut.&quot;JSS untuk mengintegrasikan  perekonomian Jawa dan Sumatera. Pembangunan juga berguna untuk  meningkatkan efisiensi dan efektivitas investasi berskala besar yang  perlu didukung dengan langkah-langkah terpadu dalam bentuk pengembangan  wilayah terutama kawasan sekitar Selat Sunda. Jembatan tersebut bisa  dipastikan akan bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi Banten, khususnya  wilayah bagian selatan,&quot; katanya.Permintaan Atut langsung direspon positif oleh SBY.&amp;nbsp; &quot;Insya Allah dalam waktu dekat keppres bisa dikeluarkan. Sebagai bentuk pertanggungjawaban saya, Insya Allah sebelum 2014 bisa dimulai pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS),&quot; kata Presiden SBY.Saat  ini Ratu Atut termasuk salah satu calon Gubernur Banten dan menggandeng  H Rano Karno, pada Pemilukada Banten 2011, Sabtu (22/10/2011).  Berdasarkan lembaga yang menyelenggarakan hitung cepat, hasil sementara  menunjukkan pasangan Atut-Rano masih unggul dari dua rivalnya, yaitu  Wahidin Halim-Irna Narulita dan Jazuli Juwaini-Makmun Muzaki.Jika  pasangan Rano Karno ini dilantik kembali sebagai Gubernur Banten untuk  periode 2012-2017, dapat dipastikan Ratu Atut akan lebih optimal  mengawal pembangunan jebatan tersebut. Pasalnya, ia paham betul bahwa  JSS akan memberikan manfaat besar bagi laju pertumbuhan ekonomi rakyat  Banten secara keseluruhan, yang pada gilirannya dapat mempercepat  peningkatkan kesejahteraan.Selain megaproyek JSS, Ketua DPP  Partai Golkar ini juga berjanji akan mendorong realisasi megaproyek  Bendungan Karian, yang Kabupaten Lebak. Pasalnya, menurut dia, bendungan  tersebut akan memberikan manfaat besar bagi pemenuhan kebutuhan rakyat  Banten terhadap jaminan ketersiaan air baku. Selain itu, kebutuhan  pertanian dan industri juga bakal terjamin pada tahun-tahun yang akan  datang.&quot;Saya akan memberikan perhatian besar terhadap realisasi  Bendungan Karian, karena mengingat betapa besarnya manfaat yang akan  didapatkan oleh rakyat Banten, khususnya Kabupaten Lebak. Bendungan  Karian juga akan mengatasi masalah kebutuhan air bersih pada musim  kemaru,&quot; tutur Atut.Laju pertumbuhan ekonomi regional Banten  telah mengalami peningkatan yang sangat pesat sebesar 6,25 persen. Ratu  Atut memperediksi pertumbuhan akan melaju semakin cepat, jika proyek  pembangunan pabrik baja, Jembatan Selat Sunda dan Bendungan karian sudah  beroperasi. &quot;Proyek-proyek itu akan menyerap banyak tenaga kerja dan  memberikan multiplayer effect,&quot; katanya.Pendek kata,  apabila Ratu Atut kembali dipercaya memimpin, percepatan pembangunan dan  laju pertumbuhan ekonomi Banten akan mengalami perkembangan yang sangat  pesat. (bs) (adv)</content:encoded></item></channel></rss>
