<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jepang Lirik Produksi Mobil di Indonesia</title><description>Setelah banjir melanda Thailand, produsen mobil Jepang melirik Indonesia  sebagai lokasi produksi. Sebelumnya, proses produksi mobil-mobil Jepang  banyak dilakukan di Thailand.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/10/27/320/521379/jepang-lirik-produksi-mobil-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/10/27/320/521379/jepang-lirik-produksi-mobil-di-indonesia"/><item><title>Jepang Lirik Produksi Mobil di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/10/27/320/521379/jepang-lirik-produksi-mobil-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/10/27/320/521379/jepang-lirik-produksi-mobil-di-indonesia</guid><pubDate>Kamis 27 Oktober 2011 17:37 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/27/320/521379/n5FiyMnw2v.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Image: corbis.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/27/320/521379/n5FiyMnw2v.jpg</image><title>Image: corbis.com</title></images><description>JAKARTA - Setelah banjir melanda Thailand, produsen mobil Jepang melirik Indonesia sebagai lokasi produksi. Sebelumnya, proses produksi mobil-mobil Jepang banyak dilakukan di Thailand.Menteri Perindustrian MS Hidayat menyatakan, industri-industri mobil besar Jepang, terutama Honda, mengalami kerugian cukup besar akibat bencana banjir tersebut. Mereka bahkan tidak mampu berproduksi selama dua minggu terakhir.&quot;Karena itulah, Jepang kini mencari negara alternatif sebagai basis produksi. Tapi relokasi bukan lah perkara mudah,&quot; kata Hidayat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/10/2011).Menurut Hidayat, Indonesia memang memiliki kekurangan di sektor infrastruktur. Tetapi, hingga saat ini, Indonesia belum mengalami banjir cukup parah seperti Thailand, khususnya di berbagai kawasan industri.&amp;nbsp; &quot;Masalah seperti itu biasanya bisa kita tangani, ini yang menjadi nilai lebih kita,&quot; klaimnya. Hidayat sendiri mengaku menyikapi kabar relokasi tersebut tidak secara fundamental, melainkan dari sisi industri-industri komponen. &quot;Selain itu, berbagai produsen mobil juga telah meminta produsen di Indonesia untuk meningkatkan produksi. Ini dilakukan untuk menutup target produksi 1,6 juta kendaraan per tahun,&quot; imbuhnya. Meski demikian, Hidayat tidak ingin menganggap bencana yang sedang dialami Thailand menjadi kesempatan Indonesia menangguk untung. &quot;Walaupun ini membuat Indonesia makin dilirik investor asing, bukan berarti kita memanfaatkan musibah orang lain menjadi keuntungan kita. Tapi ini memang momentum bagi kita,&quot; pungkasnya. (rfa)</description><content:encoded>JAKARTA - Setelah banjir melanda Thailand, produsen mobil Jepang melirik Indonesia sebagai lokasi produksi. Sebelumnya, proses produksi mobil-mobil Jepang banyak dilakukan di Thailand.Menteri Perindustrian MS Hidayat menyatakan, industri-industri mobil besar Jepang, terutama Honda, mengalami kerugian cukup besar akibat bencana banjir tersebut. Mereka bahkan tidak mampu berproduksi selama dua minggu terakhir.&quot;Karena itulah, Jepang kini mencari negara alternatif sebagai basis produksi. Tapi relokasi bukan lah perkara mudah,&quot; kata Hidayat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/10/2011).Menurut Hidayat, Indonesia memang memiliki kekurangan di sektor infrastruktur. Tetapi, hingga saat ini, Indonesia belum mengalami banjir cukup parah seperti Thailand, khususnya di berbagai kawasan industri.&amp;nbsp; &quot;Masalah seperti itu biasanya bisa kita tangani, ini yang menjadi nilai lebih kita,&quot; klaimnya. Hidayat sendiri mengaku menyikapi kabar relokasi tersebut tidak secara fundamental, melainkan dari sisi industri-industri komponen. &quot;Selain itu, berbagai produsen mobil juga telah meminta produsen di Indonesia untuk meningkatkan produksi. Ini dilakukan untuk menutup target produksi 1,6 juta kendaraan per tahun,&quot; imbuhnya. Meski demikian, Hidayat tidak ingin menganggap bencana yang sedang dialami Thailand menjadi kesempatan Indonesia menangguk untung. &quot;Walaupun ini membuat Indonesia makin dilirik investor asing, bukan berarti kita memanfaatkan musibah orang lain menjadi keuntungan kita. Tapi ini memang momentum bagi kita,&quot; pungkasnya. (rfa)</content:encoded></item></channel></rss>
