<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Industri Kuliner RI Harus Bersaing di Internasional</title><description>Daya saing dari potensi pangan Indonesia harus dapat ditingkatkan agar  kuliner Tanah Air dapat diperhitungkan baik di kancah domestik maupun  internasional. </description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/11/03/320/524267/industri-kuliner-ri-harus-bersaing-di-internasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/11/03/320/524267/industri-kuliner-ri-harus-bersaing-di-internasional"/><item><title>Industri Kuliner RI Harus Bersaing di Internasional</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/11/03/320/524267/industri-kuliner-ri-harus-bersaing-di-internasional</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/11/03/320/524267/industri-kuliner-ri-harus-bersaing-di-internasional</guid><pubDate>Kamis 03 November 2011 10:48 WIB</pubDate><dc:creator>Rifa Nadia Nurfuadah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/03/320/524267/EyDYB5mS3T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/03/320/524267/EyDYB5mS3T.jpg</image><title>Ilustrasi. Corbis.</title></images><description>JAKARTA - Daya saing dari potensi pangan Indonesia harus dapat ditingkatkan agar kuliner Tanah Air dapat diperhitungkan baik di kancah domestik maupun internasional. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi dikutip dari keterangan tertulis yang diterima okezone, Kamis (3/11/2011). Bayu menuturkan, potensi pangan Indonesia sangat besar karena memiliki cita rasa yang hampir serupa dengan negara-negara di kawasan ASEAN lainnya. Nilai tambah kuliner Indonesia ada di keunikan dan jenis yang lebih beragam. Menurutnya, potensi sumber daya pangan Indonesia dapat dimanfaatkan untuk membangun keunikan dan keunggulan melalui diversifikasi produk yang berbasis sumber daya lokal. Namun, pengembangannya perlu memperhatikan kecenderungan pasar. &quot;Saat ini, baik pasar dalam dan luar negeri, terus menuntut kemampuan bersaing dari produk pangan nasional agar tidak kalah bersaing dari produk pangan impor,&amp;rdquo; papar Bayu seperti dikutip dari keterangan tertulisnya kepada okezone, Kamis (3/11/2011). Pameran Pangan Nusa dihelat pada 1-5 November 2011, bersamaan dengan kegiatan Asean Fair yang berlangsung hingga 23 November mendatang. Kegiatan tahunan Kementerian Perdagangan (Kemendag) ini menjadi sarana promosi bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pangan serta kuliner nusantara. Tercatat, 132 stand memamerkan berbagai produk pangan dan kuliner khas nusantara dalam ajang tersebut. Dalam acara pembukaan Pameran Pangan Nusa 2011 ini juga diserahkan UKM Pangan Award. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada pelaku UKM Pangan yang memberikan nilai tambah kepada produk pangan melalui kreativitas dan inovasi, serta membantu pemerintah dalam memberdayakan masyarakat,&quot; imbuh Bayu. Kegiatan ini juga disemarakkan dengan Lomba Masak Masakan dan Minuman Khas Daerah untuk mengenalkan dan mempromosikan kekayaan kuliner Tanah Air. Lomba tersebut memperebutkan Piala Prima Boga Nusantara. Wamendag berharap, kegiatan dapat mendorong para pelaku UKM pangan di Indonesia untuk mengembangkan usahanya dengan cara berinovasi dan berkreasi, meningkatkan mutu dan cita rasa, serta memperbaiki desain dan kemasan. &quot;Dengan demikian, produk UKM pangan nasional dan kuliner Indonesia dapat terus ada di hati masyarakatnya maupun masyarakat internasional,&quot; pungkasnya. (rfa)</description><content:encoded>JAKARTA - Daya saing dari potensi pangan Indonesia harus dapat ditingkatkan agar kuliner Tanah Air dapat diperhitungkan baik di kancah domestik maupun internasional. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi dikutip dari keterangan tertulis yang diterima okezone, Kamis (3/11/2011). Bayu menuturkan, potensi pangan Indonesia sangat besar karena memiliki cita rasa yang hampir serupa dengan negara-negara di kawasan ASEAN lainnya. Nilai tambah kuliner Indonesia ada di keunikan dan jenis yang lebih beragam. Menurutnya, potensi sumber daya pangan Indonesia dapat dimanfaatkan untuk membangun keunikan dan keunggulan melalui diversifikasi produk yang berbasis sumber daya lokal. Namun, pengembangannya perlu memperhatikan kecenderungan pasar. &quot;Saat ini, baik pasar dalam dan luar negeri, terus menuntut kemampuan bersaing dari produk pangan nasional agar tidak kalah bersaing dari produk pangan impor,&amp;rdquo; papar Bayu seperti dikutip dari keterangan tertulisnya kepada okezone, Kamis (3/11/2011). Pameran Pangan Nusa dihelat pada 1-5 November 2011, bersamaan dengan kegiatan Asean Fair yang berlangsung hingga 23 November mendatang. Kegiatan tahunan Kementerian Perdagangan (Kemendag) ini menjadi sarana promosi bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pangan serta kuliner nusantara. Tercatat, 132 stand memamerkan berbagai produk pangan dan kuliner khas nusantara dalam ajang tersebut. Dalam acara pembukaan Pameran Pangan Nusa 2011 ini juga diserahkan UKM Pangan Award. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada pelaku UKM Pangan yang memberikan nilai tambah kepada produk pangan melalui kreativitas dan inovasi, serta membantu pemerintah dalam memberdayakan masyarakat,&quot; imbuh Bayu. Kegiatan ini juga disemarakkan dengan Lomba Masak Masakan dan Minuman Khas Daerah untuk mengenalkan dan mempromosikan kekayaan kuliner Tanah Air. Lomba tersebut memperebutkan Piala Prima Boga Nusantara. Wamendag berharap, kegiatan dapat mendorong para pelaku UKM pangan di Indonesia untuk mengembangkan usahanya dengan cara berinovasi dan berkreasi, meningkatkan mutu dan cita rasa, serta memperbaiki desain dan kemasan. &quot;Dengan demikian, produk UKM pangan nasional dan kuliner Indonesia dapat terus ada di hati masyarakatnya maupun masyarakat internasional,&quot; pungkasnya. (rfa)</content:encoded></item></channel></rss>
