<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konsorsium 4 Produsen Baja Bangun Pabrik</title><description>Sebanyak empat produsen baja yakni PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), Nippon  Steel Trading Co Ltd Jepang, PT Adyawinsa Dinamika, dan PT Dwijaya  Sentosa Abadi saling sepakat untuk mendirikan perusahaan patungan yang  diberi nama PT IndoJapan Steel Center.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/11/03/320/524501/konsorsium-4-produsen-baja-bangun-pabrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/11/03/320/524501/konsorsium-4-produsen-baja-bangun-pabrik"/><item><title>Konsorsium 4 Produsen Baja Bangun Pabrik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/11/03/320/524501/konsorsium-4-produsen-baja-bangun-pabrik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/11/03/320/524501/konsorsium-4-produsen-baja-bangun-pabrik</guid><pubDate>Kamis 03 November 2011 16:39 WIB</pubDate><dc:creator>Sandra Karina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/03/320/524501/QmfQ7k5OvZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/03/320/524501/QmfQ7k5OvZ.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Sebanyak empat produsen baja yakni PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), Nippon Steel Trading Co Ltd Jepang, PT Adyawinsa Dinamika, dan PT Dwijaya Sentosa Abadi saling sepakat untuk mendirikan perusahaan patungan yang diberi nama PT IndoJapan Steel Center.Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang mengatakan, total investasi yang dibutuhkan untuk tahap awal adalah sebesar USD38 juta, dengan modal awal sekira Rp100 miliar.Rencananya, perusahaan itu akan memproduksi baja khusus untuk sektor automotif nasional melalui pabriknya yang berlokasi di Kawasan Industri Mitra Karawang, Jawa Barat. Pabrik itu akan mulai dibangun pada November 2011 dan selesai awal 2013 mendatang.&amp;ldquo;Pabrik akan dibangun di atas lahan seluas 4,8 hektare (ha). Untuk kapasitas produksi ditargetkan sebesar 120 ribu ton per tahun. Kebutuhan baja khusus untuk industri automotif per tahunnya diperkirakan mencapai 560 ribu ton,&amp;rdquo; kata Fazwar usai penandatanganan Joint Venture Agreement (JVA) PT IndoJapan Steel Center di Jakarta, Kamis (3/11/2011).Menurutnya, industri automotif nasional akan terus meningkat pesat. Indonesia, kata dia, akan mampu memproduksi mobil sebanyak satu juta unit dalam waktu dekat.Presiden Direktur Adyawinsa Group (PT Adyawinsa Dinamika) Markus Maturo menilai, peluang pasar di sektor industri baja dan automotif nasional sangat besar. Markus berharap, pabrik baru tersebut bisa mensuplai kebutuhan program mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green car) yang sedang digodok oleh pemerintah.&amp;ldquo;Kami berharap konsep mobil murah dan ramah lingkungan yang digagas pemerintah segera keluar regulasinya, sehingga para produsen mobil di dalam negeri yang akan mengembangkan konsep tersebut bisa menyerap produk baja khusus yang akan kami produksi ini tanpa perlu impor lagi, &amp;ldquo; paparnya.Pasalnya, kata dia, salah satu syarat yang diusulkan masuk dalam regulasinya adalah tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang cukup tinggi. Presiden Nippon Steel Trading Co Ltd Tetsuo Imaku mengatakan, pihaknya menyambut baik realisasi dari kerja sama tersebut. Tetsuo menuturkan, pihaknya telah mendirikan tujuh perusahaan di sejumlah negara seperti China. &amp;ldquo;Kami juga punya perusahaan di delapan lokasi di Jepang. Setelah ada JVA ini, maka kami akan mempunyai 16 titik pabrik pengolahan baja,&amp;rdquo; kata Tetsuo.Tetsuo menjelaskan, pihaknya sangat mempertimbangkan lokasi untuk berinvestasi. Indonesia, kata dia, memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik dibandingkan negara lainnya. Selain itu, sejumlah proyek infastruktur berskala besar juga akan dibangun di Indonesia. &amp;ldquo;Pasar besi dan baja diperkirakaan akan sangat meningkat di tahun mendatang,&amp;rdquo; ucapnya.Sementara, proporsi saham dari perusahaan patungan tersebut adalah 30 persen Nippon Steel Trading, 30 persen Adyawinsa, 30 persen Dwijaya, dan 10 persen Krakatau Steel. Meski hanya 10 persen, namun, semua bahan baku baja untuk produksi diupayakan sepenuhnya dipasok dari Krakatau Steel.&amp;ldquo;Untuk presentase baja semaksimaal mungkin akan pakai produk Krakatau Steel sampai mereka tidak mampu memasok lagi,&amp;rdquo; kata Markus.</description><content:encoded>JAKARTA - Sebanyak empat produsen baja yakni PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), Nippon Steel Trading Co Ltd Jepang, PT Adyawinsa Dinamika, dan PT Dwijaya Sentosa Abadi saling sepakat untuk mendirikan perusahaan patungan yang diberi nama PT IndoJapan Steel Center.Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang mengatakan, total investasi yang dibutuhkan untuk tahap awal adalah sebesar USD38 juta, dengan modal awal sekira Rp100 miliar.Rencananya, perusahaan itu akan memproduksi baja khusus untuk sektor automotif nasional melalui pabriknya yang berlokasi di Kawasan Industri Mitra Karawang, Jawa Barat. Pabrik itu akan mulai dibangun pada November 2011 dan selesai awal 2013 mendatang.&amp;ldquo;Pabrik akan dibangun di atas lahan seluas 4,8 hektare (ha). Untuk kapasitas produksi ditargetkan sebesar 120 ribu ton per tahun. Kebutuhan baja khusus untuk industri automotif per tahunnya diperkirakan mencapai 560 ribu ton,&amp;rdquo; kata Fazwar usai penandatanganan Joint Venture Agreement (JVA) PT IndoJapan Steel Center di Jakarta, Kamis (3/11/2011).Menurutnya, industri automotif nasional akan terus meningkat pesat. Indonesia, kata dia, akan mampu memproduksi mobil sebanyak satu juta unit dalam waktu dekat.Presiden Direktur Adyawinsa Group (PT Adyawinsa Dinamika) Markus Maturo menilai, peluang pasar di sektor industri baja dan automotif nasional sangat besar. Markus berharap, pabrik baru tersebut bisa mensuplai kebutuhan program mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green car) yang sedang digodok oleh pemerintah.&amp;ldquo;Kami berharap konsep mobil murah dan ramah lingkungan yang digagas pemerintah segera keluar regulasinya, sehingga para produsen mobil di dalam negeri yang akan mengembangkan konsep tersebut bisa menyerap produk baja khusus yang akan kami produksi ini tanpa perlu impor lagi, &amp;ldquo; paparnya.Pasalnya, kata dia, salah satu syarat yang diusulkan masuk dalam regulasinya adalah tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang cukup tinggi. Presiden Nippon Steel Trading Co Ltd Tetsuo Imaku mengatakan, pihaknya menyambut baik realisasi dari kerja sama tersebut. Tetsuo menuturkan, pihaknya telah mendirikan tujuh perusahaan di sejumlah negara seperti China. &amp;ldquo;Kami juga punya perusahaan di delapan lokasi di Jepang. Setelah ada JVA ini, maka kami akan mempunyai 16 titik pabrik pengolahan baja,&amp;rdquo; kata Tetsuo.Tetsuo menjelaskan, pihaknya sangat mempertimbangkan lokasi untuk berinvestasi. Indonesia, kata dia, memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik dibandingkan negara lainnya. Selain itu, sejumlah proyek infastruktur berskala besar juga akan dibangun di Indonesia. &amp;ldquo;Pasar besi dan baja diperkirakaan akan sangat meningkat di tahun mendatang,&amp;rdquo; ucapnya.Sementara, proporsi saham dari perusahaan patungan tersebut adalah 30 persen Nippon Steel Trading, 30 persen Adyawinsa, 30 persen Dwijaya, dan 10 persen Krakatau Steel. Meski hanya 10 persen, namun, semua bahan baku baja untuk produksi diupayakan sepenuhnya dipasok dari Krakatau Steel.&amp;ldquo;Untuk presentase baja semaksimaal mungkin akan pakai produk Krakatau Steel sampai mereka tidak mampu memasok lagi,&amp;rdquo; kata Markus.</content:encoded></item></channel></rss>
