<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Harga Batu Bara Low Rank Diluncurkan</title><description>PT Coalindo Energy bekerja sama dengan Argusmedia guna mengeluarkan Indonesia Coal Index 5 (ICI-5) untuk dijadikan salah satu Harga Batu Bara Acuan (HBA).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/11/10/19/527500/indeks-harga-batu-bara-low-rank-diluncurkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/11/10/19/527500/indeks-harga-batu-bara-low-rank-diluncurkan"/><item><title>Indeks Harga Batu Bara Low Rank Diluncurkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/11/10/19/527500/indeks-harga-batu-bara-low-rank-diluncurkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/11/10/19/527500/indeks-harga-batu-bara-low-rank-diluncurkan</guid><pubDate>Kamis 10 November 2011 12:30 WIB</pubDate><dc:creator>Saugi Riyandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/10/19/527500/FjohEzkAAq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/10/19/527500/FjohEzkAAq.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - PT Coalindo Energy bekerja sama dengan Argusmedia guna mengeluarkan Indonesia Coal Index 5 (ICI-5) untuk dijadikan salah satu Harga Batu Bara Acuan (HBA).&quot;Sejak 2006, kami bekerja sama dengan Argus untuk mengeluarkan ICI 1,2,3, dan 4. Sekarang kami mengeluarkan ICI-5 ntuk dijadikan harga batubara acuan (HBA) berkalori 3.400 kcal atau low rank,&quot; ujar Presiden Komisaris Coalindo Energy Jeffrey Mulyono dalam sambutannya di acara Launching ICI-5 di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Kamis (10/11/2011).Dia juga mengatakan, HBA ini dipakai sebagai pertimbangan pemerintah untuk menetapkan harga-harga batu bara yang akan dijual ke pasar. &quot;Nanti implikasinya seperti itu,&quot; katanya.Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Thamrin Sihite menilai ICI-5 dapat menguntungkan pemerintah dan pelaku bisnis karena bisa juga dijadikan acuan penetapan Domestic Public Obligation (DMO). &quot;ICI ini bisa menguntungkan pemerintah dan pelaku bisnis. Selain masalah harga, indeks ini bisa dijadikan acuan penentuan DMO nantinya,&quot; tegas Thamrin.Menurutnya, untuk penetapan DMO ini juga jangan terlalu memperhitungkan tonase batu bara yang dihasilkan melainkan harus dilihat dari sisi kualitas. &quot;Kita jangan melihat tonase tapi melihat kualitas ini yang jadi bahan DMO batu bara nantinya,&quot; pungkasnya.Thamrin juga menjelaskan batu bara low rank atau kalori rendah ini akan mendominasi komoditi energi 50 tahun ke depan. &quot;Batu bara kan murah jadi kemungkinan 50 tahun ke depannya komoditi ini yang paling mendominasi,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Coalindo Energy bekerja sama dengan Argusmedia guna mengeluarkan Indonesia Coal Index 5 (ICI-5) untuk dijadikan salah satu Harga Batu Bara Acuan (HBA).&quot;Sejak 2006, kami bekerja sama dengan Argus untuk mengeluarkan ICI 1,2,3, dan 4. Sekarang kami mengeluarkan ICI-5 ntuk dijadikan harga batubara acuan (HBA) berkalori 3.400 kcal atau low rank,&quot; ujar Presiden Komisaris Coalindo Energy Jeffrey Mulyono dalam sambutannya di acara Launching ICI-5 di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Kamis (10/11/2011).Dia juga mengatakan, HBA ini dipakai sebagai pertimbangan pemerintah untuk menetapkan harga-harga batu bara yang akan dijual ke pasar. &quot;Nanti implikasinya seperti itu,&quot; katanya.Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Thamrin Sihite menilai ICI-5 dapat menguntungkan pemerintah dan pelaku bisnis karena bisa juga dijadikan acuan penetapan Domestic Public Obligation (DMO). &quot;ICI ini bisa menguntungkan pemerintah dan pelaku bisnis. Selain masalah harga, indeks ini bisa dijadikan acuan penentuan DMO nantinya,&quot; tegas Thamrin.Menurutnya, untuk penetapan DMO ini juga jangan terlalu memperhitungkan tonase batu bara yang dihasilkan melainkan harus dilihat dari sisi kualitas. &quot;Kita jangan melihat tonase tapi melihat kualitas ini yang jadi bahan DMO batu bara nantinya,&quot; pungkasnya.Thamrin juga menjelaskan batu bara low rank atau kalori rendah ini akan mendominasi komoditi energi 50 tahun ke depan. &quot;Batu bara kan murah jadi kemungkinan 50 tahun ke depannya komoditi ini yang paling mendominasi,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
