<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kurangi Emisi, Indonesia Dapat Utangan USD100 Juta</title><description>ADB membantu upaya Indonesia untuk mengurangi  emisi gas rumah kaca dan meningkatkan ketahanan dengan pinjaman sebesar USD100 juta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/11/10/20/527427/kurangi-emisi-indonesia-dapat-utangan-usd100-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/11/10/20/527427/kurangi-emisi-indonesia-dapat-utangan-usd100-juta"/><item><title>Kurangi Emisi, Indonesia Dapat Utangan USD100 Juta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/11/10/20/527427/kurangi-emisi-indonesia-dapat-utangan-usd100-juta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/11/10/20/527427/kurangi-emisi-indonesia-dapat-utangan-usd100-juta</guid><pubDate>Kamis 10 November 2011 10:48 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/10/20/527427/1LHU774ARY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/10/20/527427/1LHU774ARY.jpg</image><title>Ilustrasi. Corbis.</title></images><description>MANILA - Asian Development Bank (ADB) membantu upaya Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim dengan pinjaman sebesar USD100 juta. &quot;Pendanaan ini akan membantu upaya pemerintah membuat pertumbuhan ekonomi menjadi ramah lingkungan dengan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah dan menjadikan upaya-upaya adaptasi sebagai bagian yang integral dari strategi pembangunan nasional pemerintah,&quot; kata Country Director ADB di Indonesia Jon D Lindborg, lewat siaran persnya di Jakarta, Kamis (10/11/2011).Menurutnya, Indonesia telah berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen dari kondisi biasa tanpa intervensi pada 2020 dan meningkatkan pengurangan tersebut menjadi 40 persen dengan bantuan internasional. Pengurangan sebesar 26 persen tersebut akan membutuhkan investasi miliaran dolar dari sekarang hingga 2020.Pinjaman ADB, dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan dengan emisi gas rumah kaca yang rendah dan ketahanan yang lebih kuat terhadap perubahan iklim merupakan kelanjutan dari upaya-upaya kebijakan yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam satu setengah tahun terakhir. Di antaranya termasuk rencana aksi nasional untuk mengurangi gas rumah kaca, didirikannya unit pengelolaan hutan dan sistem verifikasi kayu yang sah. Upaya selanjutnya adalah memperbaiki lingkungan yang bisa mendukung upaya pengembangan energi geothermal (panas bumi), dan ADB punya peran penting di bidang ini.Bersama ADB, pemerintah Jepang dan Prancis menyediakan pendanaan bersama masing-masing sebesar USD200 juta dan USD100 juta sehingga jumlah keseluruhan bantuan sebesar USD400 juta.Selain itu, ADB juga akan melaksanakan program hibah bantuan teknis dari Japan Fund for Poverty Reduction sebesar USD700 ribu, untuk melengkapi program dan meningkatkan kemampuan lembaga-lembaga pemerintah di tingkat nasional dan daerah yang menangani program-program kebijakan-kebijakan adaptasi untuk perubahan iklim.Sekadar informasi, ADB berdiri pada 1966 dan dimiliki oleh 67 negara anggota, 48 di antaranya ada di kawasan Asia. Pada 2010 ADB menyetujui pinjaman sebesar USD17,51 miliar termasuk pembiayaan bersama. Selain itu program pembiayaan perdagangan ADB memberikan bantuan sebesar USD2,8 miliar.&amp;nbsp; (mrt)</description><content:encoded>MANILA - Asian Development Bank (ADB) membantu upaya Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim dengan pinjaman sebesar USD100 juta. &quot;Pendanaan ini akan membantu upaya pemerintah membuat pertumbuhan ekonomi menjadi ramah lingkungan dengan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah dan menjadikan upaya-upaya adaptasi sebagai bagian yang integral dari strategi pembangunan nasional pemerintah,&quot; kata Country Director ADB di Indonesia Jon D Lindborg, lewat siaran persnya di Jakarta, Kamis (10/11/2011).Menurutnya, Indonesia telah berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen dari kondisi biasa tanpa intervensi pada 2020 dan meningkatkan pengurangan tersebut menjadi 40 persen dengan bantuan internasional. Pengurangan sebesar 26 persen tersebut akan membutuhkan investasi miliaran dolar dari sekarang hingga 2020.Pinjaman ADB, dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan dengan emisi gas rumah kaca yang rendah dan ketahanan yang lebih kuat terhadap perubahan iklim merupakan kelanjutan dari upaya-upaya kebijakan yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam satu setengah tahun terakhir. Di antaranya termasuk rencana aksi nasional untuk mengurangi gas rumah kaca, didirikannya unit pengelolaan hutan dan sistem verifikasi kayu yang sah. Upaya selanjutnya adalah memperbaiki lingkungan yang bisa mendukung upaya pengembangan energi geothermal (panas bumi), dan ADB punya peran penting di bidang ini.Bersama ADB, pemerintah Jepang dan Prancis menyediakan pendanaan bersama masing-masing sebesar USD200 juta dan USD100 juta sehingga jumlah keseluruhan bantuan sebesar USD400 juta.Selain itu, ADB juga akan melaksanakan program hibah bantuan teknis dari Japan Fund for Poverty Reduction sebesar USD700 ribu, untuk melengkapi program dan meningkatkan kemampuan lembaga-lembaga pemerintah di tingkat nasional dan daerah yang menangani program-program kebijakan-kebijakan adaptasi untuk perubahan iklim.Sekadar informasi, ADB berdiri pada 1966 dan dimiliki oleh 67 negara anggota, 48 di antaranya ada di kawasan Asia. Pada 2010 ADB menyetujui pinjaman sebesar USD17,51 miliar termasuk pembiayaan bersama. Selain itu program pembiayaan perdagangan ADB memberikan bantuan sebesar USD2,8 miliar.&amp;nbsp; (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
