<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor Ancam Neraca Pembayaran Indonesia</title><description>BI melihat di kuartal keempat nanti, transaksi berjalan dalam Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) masih akan negatif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/11/16/20/530121/impor-ancam-neraca-pembayaran-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/11/16/20/530121/impor-ancam-neraca-pembayaran-indonesia"/><item><title>Impor Ancam Neraca Pembayaran Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/11/16/20/530121/impor-ancam-neraca-pembayaran-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/11/16/20/530121/impor-ancam-neraca-pembayaran-indonesia</guid><pubDate>Rabu 16 November 2011 12:46 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/16/20/530121/lSINlHI5qF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/16/20/530121/lSINlHI5qF.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melihat di kuartal keempat nanti, transaksi berjalan dalam Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) masih akan negatif. Pasalnya, industri di Indonesia masih terkendala barang modal dan bahan baku modal masih diimpor.&quot;Neraca pembayaran Indonesia di kuartal tiga memang kelihatannya makin tipis surplusnya. Ini kelemahan ekonomi kita dari warisan sejak lama ekonomi Indonesia tumbuh enam sampai tujuh persen, tetapi transaksi berjalan defisit karena industri kita lemah, didukung dengan bahan baku dan barang modal yang tidak kuat,&quot; ungkap Gubernur BI Darmin Nasution di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Rabu (16/11/2011).Menurut Darmin, pertumbuhan ekonomi yang besar yang disertai dengan pertumbuhan impor yang besar, akan membuat transaksi berjalan dalam NPI terus defisit. Hal ini, bagi beberapa investor bisa berarti hal yang tidak bagus.&quot;Di kuartal empat, kemungkinannya transaksi berjalan di neraca pembayaran kita akan defisit lagi, tetapi kita akan coba atasi ini di kuartal keempat nanti,&quot; lanjut Darmin.Seperti diberitakan sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat pada triwulan III-2011 transaksi berjalan masih menunjukkan kinerja yang positif dengan mencatat surplus USD0,2 miliar.Namun, surplus pada transaksi berjalan tersebut tidak dapat menutupi defisit USD3,4 miliar yang terjadi pada transaksi modal dan finansial. Sejalan dengan itu, secara keseluruhan NPI mengalami defisit USD4 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melihat di kuartal keempat nanti, transaksi berjalan dalam Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) masih akan negatif. Pasalnya, industri di Indonesia masih terkendala barang modal dan bahan baku modal masih diimpor.&quot;Neraca pembayaran Indonesia di kuartal tiga memang kelihatannya makin tipis surplusnya. Ini kelemahan ekonomi kita dari warisan sejak lama ekonomi Indonesia tumbuh enam sampai tujuh persen, tetapi transaksi berjalan defisit karena industri kita lemah, didukung dengan bahan baku dan barang modal yang tidak kuat,&quot; ungkap Gubernur BI Darmin Nasution di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Rabu (16/11/2011).Menurut Darmin, pertumbuhan ekonomi yang besar yang disertai dengan pertumbuhan impor yang besar, akan membuat transaksi berjalan dalam NPI terus defisit. Hal ini, bagi beberapa investor bisa berarti hal yang tidak bagus.&quot;Di kuartal empat, kemungkinannya transaksi berjalan di neraca pembayaran kita akan defisit lagi, tetapi kita akan coba atasi ini di kuartal keempat nanti,&quot; lanjut Darmin.Seperti diberitakan sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat pada triwulan III-2011 transaksi berjalan masih menunjukkan kinerja yang positif dengan mencatat surplus USD0,2 miliar.Namun, surplus pada transaksi berjalan tersebut tidak dapat menutupi defisit USD3,4 miliar yang terjadi pada transaksi modal dan finansial. Sejalan dengan itu, secara keseluruhan NPI mengalami defisit USD4 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
