<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hary Tanoesoedibjo: Mau Jadi Pengusaha Sukses, Lihat Momentum</title><description>Untuk menjadi pengusaha, maka seseorang harus dapat memanfaatkan  datangnya kesempatan semaksimal mungkin guna mendorong usahanya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/11/22/320/532791/hary-tanoesoedibjo-mau-jadi-pengusaha-sukses-lihat-momentum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/11/22/320/532791/hary-tanoesoedibjo-mau-jadi-pengusaha-sukses-lihat-momentum"/><item><title>Hary Tanoesoedibjo: Mau Jadi Pengusaha Sukses, Lihat Momentum</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/11/22/320/532791/hary-tanoesoedibjo-mau-jadi-pengusaha-sukses-lihat-momentum</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/11/22/320/532791/hary-tanoesoedibjo-mau-jadi-pengusaha-sukses-lihat-momentum</guid><pubDate>Selasa 22 November 2011 16:53 WIB</pubDate><dc:creator>Saugi Riyandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/22/320/532791/2WBsloAhyw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">CEO MNC, Hary Tanoesoedibjo.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/22/320/532791/2WBsloAhyw.jpg</image><title>CEO MNC, Hary Tanoesoedibjo.</title></images><description>JAKARTA - Untuk menjadi pengusaha, maka seseorang harus dapat memanfaatkan datangnya kesempatan semaksimal mungkin guna mendorong usahanya.Pemilik grup Media Nusantara Citra (MNC) Hary Tanoesoedibjo mengatakan, setiap pengusaha harus bisa melihat momentum agar membuat usahanya semakin berkembang.&quot;Buat para pengusaha melihat momentum itu sangat penting,&quot; ujar CEO MNC Grup itu, saat ditemui dalam acara Leadership Mentoring, di Ary Suta Centre, Jakarta, Selasa (22/11/2011).Dia menuturkan, momentum itu menjadi titik balik awal kesuksesan seorang pengusaha. &quot;Awalnya memang kita melihat momentum itu namun memang kesuksesan itu berasal dari Tuhan, tapi kita berusaha agar usaha kita semakin maju,&quot; tuturnya.Momentum itu, lanjut Harry, dicontohkannya di 1997. Saat itu, dia melihat ada pergerakan yang buruk dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu, dirinya memutuskan untuk melepas perusahaannya untuk go public. &quot;Saat itu Bhakti Investama go public dan kita tahu di 1998 itu terjadi krisis di Indonesia. Itu yang dinamakan momentum, disaat situasi memburuk kita berusaha untuk bangkit,&quot; lanjutnya.Selain itu dia menjelaskan, ekspansinya ke bisnis media saat itu didasarkan atas pengamatannya akan rasa haus masyarakat akan informasi, namun minimnya akses membuat masyarakat kesulitan mendapatkan informasi. &quot;Di 2001 saya melihat momentum untuk bisnis media karena masih jarang media pada waktu itu. Maka dari itu saya memulai bisnis ini dengan akuisisi dan sebagainya. Jika saya baru mulai sekarang, tidak mungkin MNC bisa seperti sekarang ini dan itulah pentingnya momentum,&quot; kata dia.Hary menambahkan, momentum tersebut juga dapat dilihat dari berbagai aspek seperti aspek sosial, aspek politik, dan aspek ekonomi. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Untuk menjadi pengusaha, maka seseorang harus dapat memanfaatkan datangnya kesempatan semaksimal mungkin guna mendorong usahanya.Pemilik grup Media Nusantara Citra (MNC) Hary Tanoesoedibjo mengatakan, setiap pengusaha harus bisa melihat momentum agar membuat usahanya semakin berkembang.&quot;Buat para pengusaha melihat momentum itu sangat penting,&quot; ujar CEO MNC Grup itu, saat ditemui dalam acara Leadership Mentoring, di Ary Suta Centre, Jakarta, Selasa (22/11/2011).Dia menuturkan, momentum itu menjadi titik balik awal kesuksesan seorang pengusaha. &quot;Awalnya memang kita melihat momentum itu namun memang kesuksesan itu berasal dari Tuhan, tapi kita berusaha agar usaha kita semakin maju,&quot; tuturnya.Momentum itu, lanjut Harry, dicontohkannya di 1997. Saat itu, dia melihat ada pergerakan yang buruk dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu, dirinya memutuskan untuk melepas perusahaannya untuk go public. &quot;Saat itu Bhakti Investama go public dan kita tahu di 1998 itu terjadi krisis di Indonesia. Itu yang dinamakan momentum, disaat situasi memburuk kita berusaha untuk bangkit,&quot; lanjutnya.Selain itu dia menjelaskan, ekspansinya ke bisnis media saat itu didasarkan atas pengamatannya akan rasa haus masyarakat akan informasi, namun minimnya akses membuat masyarakat kesulitan mendapatkan informasi. &quot;Di 2001 saya melihat momentum untuk bisnis media karena masih jarang media pada waktu itu. Maka dari itu saya memulai bisnis ini dengan akuisisi dan sebagainya. Jika saya baru mulai sekarang, tidak mungkin MNC bisa seperti sekarang ini dan itulah pentingnya momentum,&quot; kata dia.Hary menambahkan, momentum tersebut juga dapat dilihat dari berbagai aspek seperti aspek sosial, aspek politik, dan aspek ekonomi. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
