<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penerimaan Cukai DJBC Disokong Rokok</title><description>DJBC mengungkapkan, realisasi  penerimaan cukai sampai dengan 15 November telah mencapai 95,2 persen  dari target yang ditetapkan dalam APBN-P 2011</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/11/23/20/533075/penerimaan-cukai-djbc-disokong-rokok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/11/23/20/533075/penerimaan-cukai-djbc-disokong-rokok"/><item><title>Penerimaan Cukai DJBC Disokong Rokok</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/11/23/20/533075/penerimaan-cukai-djbc-disokong-rokok</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/11/23/20/533075/penerimaan-cukai-djbc-disokong-rokok</guid><pubDate>Rabu 23 November 2011 12:00 WIB</pubDate><dc:creator>Idris Rusadi Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/23/20/533075/51RYufhftL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/23/20/533075/51RYufhftL.jpg</image><title>Ilustrasi. Corbis.</title></images><description>JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, realisasi penerimaan cukai sampai dengan 15 November telah mencapai 95,2 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN-P 2011 atau senilai Rp64,8 triliun.Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono menjelaskan, tingginya realisasi tersebut didukung oleh beberapa faktor, di antaranya adalah naiknya tarif cukai hasil tembakau dari Januari 2011 lalu.&amp;nbsp; &quot;Sampai akhir November kita optimistis akan mencapai target APBN, karena kita juga didorong kenaikan cukai tembakau dari Januari 2011 lalu,&quot; jelas Agung dalam rapat dengar pendapat bersama DPR Komisi XI di Senayan, Jakarta, Rabu (23/11/2011).Agung menambahkan, tingginya realisasi penerimaan ini juga disokong oleh pengawasan internal Bea Cukai yang ketat dalam peredaran rokok di pasaran. &quot;(Itu karena) ekstra efort internal Bea dan Cukai dalam pengawasan peredaran rokok. Tekad kami untuk maksimum efort, untuk ke depannya,&quot; tambahnya.Sedangkan untuk total penerimaan Bea dan cukai sampai dengan 15 November ini sudah mencapai Rp112,03 triliun, dari target yang ditetapkan pada APBN-P 2011 sebesar Rp115.01 triliun&amp;nbsp; &quot;Sampai dengan akhir bulan kita harapkan mencapai 100 persen,&quot; pungkasnya. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, realisasi penerimaan cukai sampai dengan 15 November telah mencapai 95,2 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN-P 2011 atau senilai Rp64,8 triliun.Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono menjelaskan, tingginya realisasi tersebut didukung oleh beberapa faktor, di antaranya adalah naiknya tarif cukai hasil tembakau dari Januari 2011 lalu.&amp;nbsp; &quot;Sampai akhir November kita optimistis akan mencapai target APBN, karena kita juga didorong kenaikan cukai tembakau dari Januari 2011 lalu,&quot; jelas Agung dalam rapat dengar pendapat bersama DPR Komisi XI di Senayan, Jakarta, Rabu (23/11/2011).Agung menambahkan, tingginya realisasi penerimaan ini juga disokong oleh pengawasan internal Bea Cukai yang ketat dalam peredaran rokok di pasaran. &quot;(Itu karena) ekstra efort internal Bea dan Cukai dalam pengawasan peredaran rokok. Tekad kami untuk maksimum efort, untuk ke depannya,&quot; tambahnya.Sedangkan untuk total penerimaan Bea dan cukai sampai dengan 15 November ini sudah mencapai Rp112,03 triliun, dari target yang ditetapkan pada APBN-P 2011 sebesar Rp115.01 triliun&amp;nbsp; &quot;Sampai dengan akhir bulan kita harapkan mencapai 100 persen,&quot; pungkasnya. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
