<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Indonesia Naik ke USD112,94/Barel</title><description>Tim harga minyak Indonesia mengumumkan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP)  selama bulan November 2011 mencapai USD112,94 per barel, naik USD3,69  per barel dari USD 109,25 per barel pada Oktober 2011.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/02/19/537282/harga-minyak-indonesia-naik-ke-usd112-94-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/12/02/19/537282/harga-minyak-indonesia-naik-ke-usd112-94-barel"/><item><title>Harga Minyak Indonesia Naik ke USD112,94/Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/02/19/537282/harga-minyak-indonesia-naik-ke-usd112-94-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/12/02/19/537282/harga-minyak-indonesia-naik-ke-usd112-94-barel</guid><pubDate>Jum'at 02 Desember 2011 16:59 WIB</pubDate><dc:creator>Saugi Riyandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/02/19/537282/GAVqtUUk0A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/02/19/537282/GAVqtUUk0A.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Tim harga minyak Indonesia mengumumkan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) selama bulan November 2011 mencapai USD112,94 per barel, naik USD3,69 per barel dari USD 109,25 per barel pada Oktober 2011.Seperti dikutip dari situs Ditjen Migas, Jumat (2/12/2011), harga Minas/SLC mencapai USD116,04 per barel, naik USD5,53 per barel dari USD110,51 per barel pada bulan sebelumnya.Menurut tim harga minyak Indonesia, peningkatan harga minyak mentah Indonesia tersebut sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional, yang diakibatkan oleh beberapa faktor, yaitu meningkatnya permintaan minyak akibat musim dingin yang datang lebih awal di belahan bumi utara dan Energy Information Agency (EIA) dalam laporan bulan November 2011 memperkirakan konsumsi minyak mentah dunia untuk 2011 mengalami peningkatan sebesar 1,1 juta barel per hari akibat peningkatan konsumsi minyak China dan negara-negara berkembang lainnya.Selain itu, suplai minyak mentah global yang terus tertekan, antara lain disebabkan tidak optimalnya produksi non-OPEC, sehingga mengarah pada penurunan stok minyak mentah global dan kekahawatiran pelaku pasar akan turunnya pasokan dari kawasan Timur tengah akibat isu program nuklir Iran dan pergolakan politik di Mesir dan Syria.Faktor lainnya adalah semakin membaiknya ekonomi AS, diindikasikan dari menurunnya pengangguran dan meningkatnya konsumsi serta meredanya kekhawatiran pasar atas krisis finansial Zona Eropa setelah upaya penurunan suku bunga oleh bank sentral Eropa.Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga ditopang oleh meningkatnya permintaan minyak mentah oleh kilang-kilang Asia (terutama China dan India) setelah berakhirnya periode pemeliharaan berkala selama musim gugur dan meningkatnya konsumsi minyak jenis direct burning di Jepang saat memasuki musim dingin, terutama akibar belum beroperasinya sejumlah PLTN pascagempa bumi.Sementara harga minyak WTI (Nymex) naik sebesar USD10,75 per barel dari USD86,43 per barel menjadi USD97,18 per barel, brent (ICE) naik sebesar USD1,70 per barel dari USD 108,79 per barel menjadi USD110,49 per barel, tapis (Platts) naik sebesar USD1,96 per barel dari USD115,30 per barel menjadi USD117,26 per barel dan Basket OPEC naik sebesar USD3,78 per barel menjadi USD106,29 per barel menjadi USD110,07 per barel.Khusus untuk WTI (Nymex), peningkatan harga sebesar USD10,75 per barel disebabkan oleh peningkatan volume pengaliran miinyak WTI dari Midwest AS ke kilang pengolahan di wilayah Teluk AS, yang sebelumnya sempat terhambat, sehingga terjadi penurunan pada stok minyak mentah komersial AS.</description><content:encoded>JAKARTA - Tim harga minyak Indonesia mengumumkan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) selama bulan November 2011 mencapai USD112,94 per barel, naik USD3,69 per barel dari USD 109,25 per barel pada Oktober 2011.Seperti dikutip dari situs Ditjen Migas, Jumat (2/12/2011), harga Minas/SLC mencapai USD116,04 per barel, naik USD5,53 per barel dari USD110,51 per barel pada bulan sebelumnya.Menurut tim harga minyak Indonesia, peningkatan harga minyak mentah Indonesia tersebut sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional, yang diakibatkan oleh beberapa faktor, yaitu meningkatnya permintaan minyak akibat musim dingin yang datang lebih awal di belahan bumi utara dan Energy Information Agency (EIA) dalam laporan bulan November 2011 memperkirakan konsumsi minyak mentah dunia untuk 2011 mengalami peningkatan sebesar 1,1 juta barel per hari akibat peningkatan konsumsi minyak China dan negara-negara berkembang lainnya.Selain itu, suplai minyak mentah global yang terus tertekan, antara lain disebabkan tidak optimalnya produksi non-OPEC, sehingga mengarah pada penurunan stok minyak mentah global dan kekahawatiran pelaku pasar akan turunnya pasokan dari kawasan Timur tengah akibat isu program nuklir Iran dan pergolakan politik di Mesir dan Syria.Faktor lainnya adalah semakin membaiknya ekonomi AS, diindikasikan dari menurunnya pengangguran dan meningkatnya konsumsi serta meredanya kekhawatiran pasar atas krisis finansial Zona Eropa setelah upaya penurunan suku bunga oleh bank sentral Eropa.Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga ditopang oleh meningkatnya permintaan minyak mentah oleh kilang-kilang Asia (terutama China dan India) setelah berakhirnya periode pemeliharaan berkala selama musim gugur dan meningkatnya konsumsi minyak jenis direct burning di Jepang saat memasuki musim dingin, terutama akibar belum beroperasinya sejumlah PLTN pascagempa bumi.Sementara harga minyak WTI (Nymex) naik sebesar USD10,75 per barel dari USD86,43 per barel menjadi USD97,18 per barel, brent (ICE) naik sebesar USD1,70 per barel dari USD 108,79 per barel menjadi USD110,49 per barel, tapis (Platts) naik sebesar USD1,96 per barel dari USD115,30 per barel menjadi USD117,26 per barel dan Basket OPEC naik sebesar USD3,78 per barel menjadi USD106,29 per barel menjadi USD110,07 per barel.Khusus untuk WTI (Nymex), peningkatan harga sebesar USD10,75 per barel disebabkan oleh peningkatan volume pengaliran miinyak WTI dari Midwest AS ke kilang pengolahan di wilayah Teluk AS, yang sebelumnya sempat terhambat, sehingga terjadi penurunan pada stok minyak mentah komersial AS.</content:encoded></item></channel></rss>
