<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Patrialis Akbar Jadi Komut Bukit Asam</title><description>Mantan Menkumham Partrialis Akbar akan menjadi Komisaris Utama PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) pada akhir Desember.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/02/278/537143/patrialis-akbar-jadi-komut-bukit-asam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/12/02/278/537143/patrialis-akbar-jadi-komut-bukit-asam"/><item><title>Patrialis Akbar Jadi Komut Bukit Asam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/02/278/537143/patrialis-akbar-jadi-komut-bukit-asam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/12/02/278/537143/patrialis-akbar-jadi-komut-bukit-asam</guid><pubDate>Jum'at 02 Desember 2011 14:03 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Rifaie De Jong</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/02/278/537143/DPQ5FmZFf6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Patrialis Akbar. Foto: Heru Haryono/okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/02/278/537143/DPQ5FmZFf6.jpg</image><title>Patrialis Akbar. Foto: Heru Haryono/okezone</title></images><description>JAKARTA - Mantan Menkumham Partrialis Akbar akan menjadi Komisaris Utama PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) pada akhir Desember.&quot;Patrialis Akbar akan menjadi Komut PTBA. Efektif mulai akhir bulan ini,&quot; ungkap Menteri BUMN Dahlan Iskan kala ditemui di Gedung Kementerian BUMN di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (2/12/2011).Seperti diketahui, saat ini PTBA banyak terjerat masalah hukum. Oleh karena itu dibutuhkan tokoh yang mengerti permasalahan hukum dan bisa melakukan komunikasi hukum ke banyak pihak.&quot;Saya rasa Patrialis adalah orang yang tepat karena dia adalah seorang mantan menteri yang tentunya memiliki komunikasi ke kalangan atas yang ampuh,&quot; tuturnya.Dahlan menjelaskan, saat ini perseroan akan menempuh jalur hukum atas 26 ribu hektare (Ha) lahan di kawasan Sumatera yang izinnya banyak diberikan ke orang lain.&quot;Ada lahan perseroan sebanyak 26 ribu Ha yang izinnya diberikan kepada orang lain. Padahal PTBA sendiri sudah mengeluarkan dana banyak sekali untuk eksplirasi dan memerlukan waktu yang lama. Lahan tersebut merupakan kekayaan negara yang harus kita selamatkan,&quot; pungkasnya.Dengan diangkatnya Patrialis menjadi komisaris utama di perseroan, Dahlan mengisyaratkan akan adanya pergantian komisaris utama. Namun mekanismenya seperti apa, hal tersebut sedang dikaji.</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Menkumham Partrialis Akbar akan menjadi Komisaris Utama PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) pada akhir Desember.&quot;Patrialis Akbar akan menjadi Komut PTBA. Efektif mulai akhir bulan ini,&quot; ungkap Menteri BUMN Dahlan Iskan kala ditemui di Gedung Kementerian BUMN di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (2/12/2011).Seperti diketahui, saat ini PTBA banyak terjerat masalah hukum. Oleh karena itu dibutuhkan tokoh yang mengerti permasalahan hukum dan bisa melakukan komunikasi hukum ke banyak pihak.&quot;Saya rasa Patrialis adalah orang yang tepat karena dia adalah seorang mantan menteri yang tentunya memiliki komunikasi ke kalangan atas yang ampuh,&quot; tuturnya.Dahlan menjelaskan, saat ini perseroan akan menempuh jalur hukum atas 26 ribu hektare (Ha) lahan di kawasan Sumatera yang izinnya banyak diberikan ke orang lain.&quot;Ada lahan perseroan sebanyak 26 ribu Ha yang izinnya diberikan kepada orang lain. Padahal PTBA sendiri sudah mengeluarkan dana banyak sekali untuk eksplirasi dan memerlukan waktu yang lama. Lahan tersebut merupakan kekayaan negara yang harus kita selamatkan,&quot; pungkasnya.Dengan diangkatnya Patrialis menjadi komisaris utama di perseroan, Dahlan mengisyaratkan akan adanya pergantian komisaris utama. Namun mekanismenya seperti apa, hal tersebut sedang dikaji.</content:encoded></item></channel></rss>
