<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Telkom Buyback 30% Saham</title><description> PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) hingga saat ini telah merealisasikan pembelian kembali (buyback) saham perseroan di publik sekitar 30 persen atau 193.548.387, dari total target buyback sebanyak 645.161.290 saham.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/03/278/537487/telkom-buyback-30-saham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/12/03/278/537487/telkom-buyback-30-saham"/><item><title>Telkom Buyback 30% Saham</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/03/278/537487/telkom-buyback-30-saham</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/12/03/278/537487/telkom-buyback-30-saham</guid><pubDate>Sabtu 03 Desember 2011 10:34 WIB</pubDate><dc:creator>J Erna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/03/278/537487/369Dlnq8UX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Logo Telkom</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/03/278/537487/369Dlnq8UX.jpg</image><title>Logo Telkom</title></images><description>JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) hingga saat ini telah merealisasikan pembelian kembali (buyback) saham perseroan di publik sekitar 30 persen atau 193.548.387, dari total target buyback sebanyak 645.161.290 saham.&amp;ldquo;Saham publik yang sudah kita buyback sekitar 30 persen. Dari alokasi dana Rp5 triliun untuk buyback tersebut, kita telah menggunakan dana sekitar Rp1,5&amp;ndash;2 triliun,&amp;rdquo;kata Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah di Jakarta belum lama ini.Seperti diketahui, dana untuk buyback saham IV Telkom sebelumnya dialokasikan hanya senilai Rp3 triliun,yakni untuk membeli 2,07 persen saham seri B yang telah diterbitkan perseroan. Namun, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 19 Mei 2011 memutuskan, dana alokasi buyback saham ditingkatkan Rp2 triliun menjadi Rp5 triliun.Dengan demikian, jumlah saham yang diserap meningkat menjadi 3,2 persen.Adapun, kepemilikan publik atas saham Telkom sebelum buyback sebanyak 47 persen. Telkom melakukan buyback sahamnya yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ataupun Bursa Efek New York (New York Stock Exchange/ NYSE) sejak 20 Mei 2011&amp;ndash;20 Desember 2012.Alasan perseroan melakukan aksi korporasi tersebut lantaran perseroan berhasil meningkatkan laba dan memelihara kecukupan likuiditas, serta kegiatan usaha Telkom memperlihatkan pertumbuhan pesat dan arus kas signifikan.Di samping itu,Telkom memiliki tingkat utang (leverage) yang relatif lebih rendah dibanding perusahaan sejenis. Diharapkan buyback saham perseroan di publik dapat meningkatkan harga saham Telkom yang saat ini cenderung berada pada kisaran Rp7.000.Mengenai buyback saham anak usahanya, yakni PT Telkomsel di Singapore Telecom Ltd (SingTel), Rinaldi mengatakan bahwa prosesnya hingga saat ini masih terus berjalan.&amp;ldquo;Kita tunggu saja karena prosesnya butuh waktu lama,&amp;rdquo;ujar dia.Telkom sebelumnya menargetkan bisa segera menunjukkan penasihat keuangan asing untuk buyback saham Telkomsel di SingTel. Selanjutnya, setelah memilih penasihat keuangan, negosiasi harga untuk buyback saham rencananya dilakukan akhir tahun ini.Mengenai realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp15 triliun tahun ini, Rinaldi optimistis semuanya akan bisa terserap pada pengujung 2011. Untuk tahun depan, perusahaan telekomunikasi pelat merah tersebut telah mengalokasikan capex yang jumlahnya sama dengan tahun ini.Menurut Rinaldi, sumber dana capex sebesar 70 persen dari internal perusahaan, 20 persen pembiayaan kembali (refinancing) dan sisanya 10 persen dari pinjaman perbankan. Capex tersebut dialokasikan untuk pengembangan layanan data dan seluler serta kebutuhan rutin.Mengomentari rencana aksi korporasi terhadap prospek perseroan ke depan,Vice President Research &amp;amp; Analysis PT Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere berpendapat emiten telekomunikasi tersebut tahun ini dan tahun depan masih memiliki potensi untuk tumbuh, meski kecil. &amp;ldquo;Penetrasi pasar telekomunikasi sudah cukup tinggi. Demand masih ada, tapi growthnya sekitar 10 persen,&amp;rdquo; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) hingga saat ini telah merealisasikan pembelian kembali (buyback) saham perseroan di publik sekitar 30 persen atau 193.548.387, dari total target buyback sebanyak 645.161.290 saham.&amp;ldquo;Saham publik yang sudah kita buyback sekitar 30 persen. Dari alokasi dana Rp5 triliun untuk buyback tersebut, kita telah menggunakan dana sekitar Rp1,5&amp;ndash;2 triliun,&amp;rdquo;kata Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah di Jakarta belum lama ini.Seperti diketahui, dana untuk buyback saham IV Telkom sebelumnya dialokasikan hanya senilai Rp3 triliun,yakni untuk membeli 2,07 persen saham seri B yang telah diterbitkan perseroan. Namun, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 19 Mei 2011 memutuskan, dana alokasi buyback saham ditingkatkan Rp2 triliun menjadi Rp5 triliun.Dengan demikian, jumlah saham yang diserap meningkat menjadi 3,2 persen.Adapun, kepemilikan publik atas saham Telkom sebelum buyback sebanyak 47 persen. Telkom melakukan buyback sahamnya yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ataupun Bursa Efek New York (New York Stock Exchange/ NYSE) sejak 20 Mei 2011&amp;ndash;20 Desember 2012.Alasan perseroan melakukan aksi korporasi tersebut lantaran perseroan berhasil meningkatkan laba dan memelihara kecukupan likuiditas, serta kegiatan usaha Telkom memperlihatkan pertumbuhan pesat dan arus kas signifikan.Di samping itu,Telkom memiliki tingkat utang (leverage) yang relatif lebih rendah dibanding perusahaan sejenis. Diharapkan buyback saham perseroan di publik dapat meningkatkan harga saham Telkom yang saat ini cenderung berada pada kisaran Rp7.000.Mengenai buyback saham anak usahanya, yakni PT Telkomsel di Singapore Telecom Ltd (SingTel), Rinaldi mengatakan bahwa prosesnya hingga saat ini masih terus berjalan.&amp;ldquo;Kita tunggu saja karena prosesnya butuh waktu lama,&amp;rdquo;ujar dia.Telkom sebelumnya menargetkan bisa segera menunjukkan penasihat keuangan asing untuk buyback saham Telkomsel di SingTel. Selanjutnya, setelah memilih penasihat keuangan, negosiasi harga untuk buyback saham rencananya dilakukan akhir tahun ini.Mengenai realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp15 triliun tahun ini, Rinaldi optimistis semuanya akan bisa terserap pada pengujung 2011. Untuk tahun depan, perusahaan telekomunikasi pelat merah tersebut telah mengalokasikan capex yang jumlahnya sama dengan tahun ini.Menurut Rinaldi, sumber dana capex sebesar 70 persen dari internal perusahaan, 20 persen pembiayaan kembali (refinancing) dan sisanya 10 persen dari pinjaman perbankan. Capex tersebut dialokasikan untuk pengembangan layanan data dan seluler serta kebutuhan rutin.Mengomentari rencana aksi korporasi terhadap prospek perseroan ke depan,Vice President Research &amp;amp; Analysis PT Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere berpendapat emiten telekomunikasi tersebut tahun ini dan tahun depan masih memiliki potensi untuk tumbuh, meski kecil. &amp;ldquo;Penetrasi pasar telekomunikasi sudah cukup tinggi. Demand masih ada, tapi growthnya sekitar 10 persen,&amp;rdquo; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
