<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Dampak Krisis Bisa Diantisipasi Industri CPO</title><description>Dampak dari krisis ekonomi yang terjadi di wilayah Eropa dan AS terhadap kinerja ekspor minyak sawit mentah pada tahun depan tidak perlu dikhawatirkan. </description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/04/320/537791/dampak-krisis-bisa-diantisipasi-industri-cpo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/12/04/320/537791/dampak-krisis-bisa-diantisipasi-industri-cpo"/><item><title> Dampak Krisis Bisa Diantisipasi Industri CPO</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/04/320/537791/dampak-krisis-bisa-diantisipasi-industri-cpo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/12/04/320/537791/dampak-krisis-bisa-diantisipasi-industri-cpo</guid><pubDate>Minggu 04 Desember 2011 16:45 WIB</pubDate><dc:creator>Sandra Karina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/04/320/537791/IbPxAACjVK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/04/320/537791/IbPxAACjVK.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>NUSA DUA - Dampak dari krisis ekonomi yang terjadi di wilayah Eropa dan Amerika Serikat (AS) terhadap kinerja ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) pada tahun depan tidak perlu dikhawatirkan. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Deddy Saleh menyatakan, kinerja ekspor tersebut dapat diantisipasi dengan berbagai cara. Pertama, pertumbuhan permintaan CPO harus tetap dijaga. Menurutnya, kebutuhan akan energi akan terus bertumbuh. Sehingga, negara-negara yang tengah gencar mengganti gas dengan energi terbarukan seperti biodiesel akan terus membutuhkan CPO. &amp;ldquo;Kita tetap jaga ada pertumbuhan terus karena walaupun ekonomi mereka turun, kebutuhan energi terus tumbuh, apalagi mereka sekarang mau menggantikan gas dengan renewable energy termasuk dengan biodiesel,&amp;rdquo; kata Deddy di sela-sela 7th Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2012 Price Outlook di Nusa Dua, Bali, akhir pekan lalu. Deddy mencontohkan, pembangunan satu power plant di Italia, dibutuhkan sekitar 40.000-200.000 ton biodiesel. Dalam dua sampai tiga tahun mendatang, lanjutnya, jumlahnya bisa mencapai 400.000-500.000 ton. &amp;ldquo;Yang paling besar impor kita dari Belanda, hub di Rotterdam. Yang kedua Italia. Italia menaikkan porsi konsumsi biodiesel itu. Jadi dia minta tambahan impor CPO. Pengusahanya juga kemarin ketemu dengan saya. Jadi, potensi pengembangan permintaan itu masih tetap ada,&amp;rdquo; jelasnya. Cara lainnya, lanjut dia, adalah menciptakan hubungan di sejumlah negara lainnya, seperti Turki, karena bisa memasok untuk Eropa Selatan dan Eropa Timur. Selain Turki, lanjutnya, adalah Serbia. &amp;ldquo;Kita mau klarifikasi dulu mengenai fasilitas pelabuhannya di Serbia. Kalau Turki sudah oke,&amp;rdquo; ucapnya.Adanya kesepakatan antara Indonesia dan Pakistan dalam perjanjian perdagangan bidang tertentu (Preferential Trade Agreement/PTA), menurutnya, bisa meningkatkan ekspor CPO. Selama ini, pasar ekspor ke Pakistan didominasi oleh Malaysia.&amp;nbsp; &amp;ldquo;Jadi kelapa sawit yg selama ini masuk 1 juta ton kesana direbut oleh Malaysia. Kita punya keuntungan karena Pakistan butuh CPO sementara Malaysia tidak punya CPO,&amp;rdquo; tuturnya.Untuk itu, Deddy mengatakan, Karachi akan dijadikan hub untuk masuk ke Pakistan dan negara lain di sekitarnya seperti Afganistan. (mrt)</description><content:encoded>NUSA DUA - Dampak dari krisis ekonomi yang terjadi di wilayah Eropa dan Amerika Serikat (AS) terhadap kinerja ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) pada tahun depan tidak perlu dikhawatirkan. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Deddy Saleh menyatakan, kinerja ekspor tersebut dapat diantisipasi dengan berbagai cara. Pertama, pertumbuhan permintaan CPO harus tetap dijaga. Menurutnya, kebutuhan akan energi akan terus bertumbuh. Sehingga, negara-negara yang tengah gencar mengganti gas dengan energi terbarukan seperti biodiesel akan terus membutuhkan CPO. &amp;ldquo;Kita tetap jaga ada pertumbuhan terus karena walaupun ekonomi mereka turun, kebutuhan energi terus tumbuh, apalagi mereka sekarang mau menggantikan gas dengan renewable energy termasuk dengan biodiesel,&amp;rdquo; kata Deddy di sela-sela 7th Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2012 Price Outlook di Nusa Dua, Bali, akhir pekan lalu. Deddy mencontohkan, pembangunan satu power plant di Italia, dibutuhkan sekitar 40.000-200.000 ton biodiesel. Dalam dua sampai tiga tahun mendatang, lanjutnya, jumlahnya bisa mencapai 400.000-500.000 ton. &amp;ldquo;Yang paling besar impor kita dari Belanda, hub di Rotterdam. Yang kedua Italia. Italia menaikkan porsi konsumsi biodiesel itu. Jadi dia minta tambahan impor CPO. Pengusahanya juga kemarin ketemu dengan saya. Jadi, potensi pengembangan permintaan itu masih tetap ada,&amp;rdquo; jelasnya. Cara lainnya, lanjut dia, adalah menciptakan hubungan di sejumlah negara lainnya, seperti Turki, karena bisa memasok untuk Eropa Selatan dan Eropa Timur. Selain Turki, lanjutnya, adalah Serbia. &amp;ldquo;Kita mau klarifikasi dulu mengenai fasilitas pelabuhannya di Serbia. Kalau Turki sudah oke,&amp;rdquo; ucapnya.Adanya kesepakatan antara Indonesia dan Pakistan dalam perjanjian perdagangan bidang tertentu (Preferential Trade Agreement/PTA), menurutnya, bisa meningkatkan ekspor CPO. Selama ini, pasar ekspor ke Pakistan didominasi oleh Malaysia.&amp;nbsp; &amp;ldquo;Jadi kelapa sawit yg selama ini masuk 1 juta ton kesana direbut oleh Malaysia. Kita punya keuntungan karena Pakistan butuh CPO sementara Malaysia tidak punya CPO,&amp;rdquo; tuturnya.Untuk itu, Deddy mengatakan, Karachi akan dijadikan hub untuk masuk ke Pakistan dan negara lain di sekitarnya seperti Afganistan. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
