<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hatta Optimistis Cadangan Devisa Cukup!</title><description>Jumlah cadangan devisa yang terus turun hingga menjadi USD112 juta pada  akhir November 2011 lalu dinilai masih cukup untuk meredam krisis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/06/20/538501/hatta-optimistis-cadangan-devisa-cukup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/12/06/20/538501/hatta-optimistis-cadangan-devisa-cukup"/><item><title>Hatta Optimistis Cadangan Devisa Cukup!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/06/20/538501/hatta-optimistis-cadangan-devisa-cukup</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/12/06/20/538501/hatta-optimistis-cadangan-devisa-cukup</guid><pubDate>Selasa 06 Desember 2011 10:41 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/06/20/538501/N0Z4r9XaCg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Ekonomi Hatta Rajasa. Foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/06/20/538501/N0Z4r9XaCg.jpg</image><title>Menko Ekonomi Hatta Rajasa. Foto: Koran SI</title></images><description>JAKARTA - Jumlah cadangan devisa yang terus turun hingga menjadi USD112 juta pada akhir November 2011 lalu dinilai masih cukup untuk meredam krisis.Menko Ekonomi Hatta Rajasa menjelaskan jika pemerintah sudah melakukan kajian khusus untuk mempelajari langkah apa yang harus diambil jika krisis global merembet ke Indonesia.&quot;Kita harus waspadai itu (krisis), tapi market confident di tempat kita cukup tinggi dan baik. Jadi tidak ada suatu kepanikan pasar di Indonesia karena kita memiliki&amp;nbsp;peredam shock yakni peredam utama kita yakni cadangan devisa yang cukup. Kemudian mitigasi terhadap krisis juga baik,&quot; jelas Hatta di Istana Presiden, Jakarta, Senin (5/12/2011) malam.Dia melanjutkan, pihaknya juga sudah menyiapkan program buy back di pasar modal yang akan dilakukan oleh BUMN jika terjadi kepanikan di pasar.Dari posisi akhir Oktober 2011, cadangan devisa sebesar USD114 miliar, dan per akhir November sebesar USD112 miliar, maka terjadi penurunan cadangan devisa sebesar USD2 miliar.Sementara, secara lengkap cadangan devisa pada Januari USD95,3 milliar, Februari USD97 miliar, Maret USD105,7 miliar, April USD116,5 miliar, Mei USD118 miliar, Juni USD119,65 miliar, Juli USD122,7 miliar, Agustus USD124,5 miliar, September USD114,5 miliar, dan Oktober USD114 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Jumlah cadangan devisa yang terus turun hingga menjadi USD112 juta pada akhir November 2011 lalu dinilai masih cukup untuk meredam krisis.Menko Ekonomi Hatta Rajasa menjelaskan jika pemerintah sudah melakukan kajian khusus untuk mempelajari langkah apa yang harus diambil jika krisis global merembet ke Indonesia.&quot;Kita harus waspadai itu (krisis), tapi market confident di tempat kita cukup tinggi dan baik. Jadi tidak ada suatu kepanikan pasar di Indonesia karena kita memiliki&amp;nbsp;peredam shock yakni peredam utama kita yakni cadangan devisa yang cukup. Kemudian mitigasi terhadap krisis juga baik,&quot; jelas Hatta di Istana Presiden, Jakarta, Senin (5/12/2011) malam.Dia melanjutkan, pihaknya juga sudah menyiapkan program buy back di pasar modal yang akan dilakukan oleh BUMN jika terjadi kepanikan di pasar.Dari posisi akhir Oktober 2011, cadangan devisa sebesar USD114 miliar, dan per akhir November sebesar USD112 miliar, maka terjadi penurunan cadangan devisa sebesar USD2 miliar.Sementara, secara lengkap cadangan devisa pada Januari USD95,3 milliar, Februari USD97 miliar, Maret USD105,7 miliar, April USD116,5 miliar, Mei USD118 miliar, Juni USD119,65 miliar, Juli USD122,7 miliar, Agustus USD124,5 miliar, September USD114,5 miliar, dan Oktober USD114 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
