<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Percepat Proses SNI, Persyaratan Bakal Dikurangi</title><description>Untuk mempercepat proses pemberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI)  wajib, saat ini sedang dikaji kemungkinan pengurangan sejumlah  persyaratan SNI bagi sektor industri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/07/320/539330/percepat-proses-sni-persyaratan-bakal-dikurangi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/12/07/320/539330/percepat-proses-sni-persyaratan-bakal-dikurangi"/><item><title>Percepat Proses SNI, Persyaratan Bakal Dikurangi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/07/320/539330/percepat-proses-sni-persyaratan-bakal-dikurangi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/12/07/320/539330/percepat-proses-sni-persyaratan-bakal-dikurangi</guid><pubDate>Rabu 07 Desember 2011 16:38 WIB</pubDate><dc:creator>Sandra Karina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/07/320/539330/6cWUDgfbdC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Logo SNI.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/07/320/539330/6cWUDgfbdC.jpg</image><title>Logo SNI.</title></images><description>JAKARTA - Untuk mempercepat proses pemberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib, saat ini sedang dikaji kemungkinan pengurangan sejumlah persyaratan SNI bagi sektor industri.Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Standardisasi Badan Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri (BPKIMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), di Jakarta, Rabu (7/12/2011).&amp;ldquo;Jadi, kita prioritaskan syarat-syarat yang penting. Itu juga akan menekan biaya. Tapi, tentu saja tidak akan mengurangi esensi perlindungan terhadap konsumen,&amp;rdquo; katanya.Tony menambahkan, pihaknya berharap swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa terlibat secara penuh dalam pembuatan SNI wajib.Realisasi pembuatan SNI wajib, kata dia, bisa tercapai apabila alokasi dana mencukupi.&amp;ldquo;Sucofindo sudah berminat ikut terlibat. Terutama untuk produk mainan anak. Target kami, baik swasta maupun BUMN bisa ikut terlibat secara penuh,&amp;rdquo; tandas Tony.</description><content:encoded>JAKARTA - Untuk mempercepat proses pemberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib, saat ini sedang dikaji kemungkinan pengurangan sejumlah persyaratan SNI bagi sektor industri.Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Standardisasi Badan Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri (BPKIMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), di Jakarta, Rabu (7/12/2011).&amp;ldquo;Jadi, kita prioritaskan syarat-syarat yang penting. Itu juga akan menekan biaya. Tapi, tentu saja tidak akan mengurangi esensi perlindungan terhadap konsumen,&amp;rdquo; katanya.Tony menambahkan, pihaknya berharap swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa terlibat secara penuh dalam pembuatan SNI wajib.Realisasi pembuatan SNI wajib, kata dia, bisa tercapai apabila alokasi dana mencukupi.&amp;ldquo;Sucofindo sudah berminat ikut terlibat. Terutama untuk produk mainan anak. Target kami, baik swasta maupun BUMN bisa ikut terlibat secara penuh,&amp;rdquo; tandas Tony.</content:encoded></item></channel></rss>
